Mohon tunggu...
Juandi Manullang
Juandi Manullang Mohon Tunggu... Penulis Lepas

Alumnus FH Unika ST Thomas Sumut

Selanjutnya

Tutup

Thrkompasiana Pilihan

Mensyukuri Berkah Ramadan Terutama bagi Petani Melon

16 Mei 2019   21:39 Diperbarui: 16 Mei 2019   21:46 0 0 0 Mohon Tunggu...
Mensyukuri Berkah Ramadan Terutama bagi Petani Melon
ANTARA FOTO

Bulan suci Ramadan memang memberikan sebuah berkah bagi kita semua. Bukan hanya umat muslim saja yang dapat menikmatinya. Kita juga bisa menikmatinya sebagai bentuk keberagaman hidup berbangsa dan bernegara. Namanya mencintai keberagaman, berarti kita sama-sama bisa merasakan berkah di bulan suci Ramadan yang sedang dijalankan oleh sesama umat muslim.

Nah, kali ini, berkah Ramadan itu dapat kita sorot dari seorang petani melon. Di sebuah Desa Karangboyo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, petani bernama Mustari, dimana memiliki perkebunan buah melon oranye seluas 4.000 m2 terlihat menggiurkan dengan buah melon bergelantungan karena memasuki musim panen. Kata Mustari " Lumayan hasil panen melon saat Ramadan ini, berkah yang luar biasa" (mediaindonesia.com 15/5).

Dari hasil panen tersebut kita membaca dan mencermati ucapan Mustari yang begitu mensyukuri hasil panen tepat di bulan Ramadan. Artinya, Ramadan sudah memberi berkah yang luar biasa. Makanya beliau begitu mengucap syukur atas itu. Kita juga berharap petani lainnya dapat mendapatkan berkah di bulan suci Ramadan ini.

Itu adalah harapan kita bersama. Kita senang kalau sesama kita juga senang. Bulan Ramadan memberikan rezeki bagi petani maupun pedagang dan profesi lainnya. Dengan begitu, Ramadan memberikan makna yang begitu mendalam pula.

Mengambil hikmah

Tentunya di setiap bulan suci yang ada, baik di agama apapun itu patut setiap orang yang merayakannya mengucap syukur dan mengambil hikmahnya agar bulan suci lebih bermanfaat.

Saat ini kita dapat mengatakan petani melon mendapatkan keuntungan ataupun berkah di bulan Ramadan. Bagaimana dengan masyarakat lainnya yang bukan petani?. Kita pun mendoakan mendapatkan berkah juga. Apalagi saat ini harga-harga bahan pokok melambung tinggi meski tidak semuanya, tetapi ada pula masyarakat khusus kalangan bawah yang menjerit.

Harapan kita pemerintah mampu membantu menurunkan harga-harga bahan pokok tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kita harapkan adanya keseimbangan harga bagi semua pihak. Kita sama-sama bisa merasakan berkah di bulan suci ini.

Tetap, tak melupakan mengucap syukur atas karunia Tuhan kepada kita. Apapun yang kita hadapi dan negara hadapi tetap selalu mensyukuri dan mencoba menyelesaikannya dengan baik. Itu adalah harapan kita bersama.

Bagi saya juga, apa yang dirayakan oleh sesama kita umat muslim yaitu bulan suci Ramadan harus dimaknai dengan ucapan syukur. Bersyukur bahwa masih diberi kesehatan bisa merayakan bulan Ramadan sampai nanti hari raya Idulfitri bersama keluarga. Bisa sama-sama menjalani puasa selama kurang lebih 30 hari bersama keluarga hingga akhirnya bersukacita menyambut Idulfitri atau Lebaran.

Ya, itu adalah harapan kita dan makna yang bagi saya penting di bulan suci itu yaitu bersyukur. Buat saudara kita yang tidak merayakan bulan suci Ramadan pun tetap bersukacita bersama saudara umat muslim juga. Kita harus menghargai mereka menuntaskan puasanya sampai nanti meraih kemenangan di Idulfitri atau Lebaran.

Sebagai sesama umat manusia di dalam satu bangsa dan negara, patut kita harus saling menghargai mereka. Kita sama-sama bisa merasakan suka yang mereka rasakan di bulan suci ini. Ya, itulah esensi dari hidup berbangsa dan bernegara.

Terkait itu, kita sekali lagi patut berbangga dengan apa yang dirasakan oleh petani melon di Karangboyo itu. Kita berdoa agar petani lainnya bisa merasakan hal yang sama mendapatkan keuntungan di bulan suci ini dan bisa merayakan kemenangan di hari raya Idulfitri atau Lebaran. Bisa mudik ke kampung halaman atau ke rumah orangtua dengan menggunakan keuntungan yang didapat.

Bulan suci Ramadan mari bersama kita rasakan berkah dan maknanya sembari bersyukur atas karunia Tuhan yang luar biasa.