Mohon tunggu...
Asaf Yo
Asaf Yo Mohon Tunggu... mencoba menjadi cahaya

berbagi dan mencari pengetahuan. youtube: asaf yo dan instagram: asafgurusosial

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Bonus Demografi, Positif atau Negatif?

1 Februari 2021   14:34 Diperbarui: 1 Februari 2021   14:49 158 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bonus Demografi, Positif atau Negatif?
sumber : BPS

Kita pasti sudah tahu kalau tahun kemarin ada sensus penduduk  , harusnya sih berjalan lancar walau ada pandemic (saya masih penasaran apakah petugas hanya mengandalkan dari online atau dari juga melakukan kunjungan ke rumah-rumah karena saudara saya merasa tidak pernah di sensus sih). Saya ingin fokus pada angka usia produktif di Indonesia yang mencapai 70, 72%, sementara jumlah penduduk usia tidak produktif berarti sekitar 29, 28%.

Angka penduduk usia produktif yang sangat besar ini harusnya berdampak besar bagi penduduk Indonesia. OK, sebelum lanjut saya akan bahas dulu apa sih itu penduduk usia produktif dan tidak produktif. Usia produktif adalah penduduk yang memiliki usia antara 15-64 tahun. Sementara yang tidak produktif adalah yang usianya dibawah 15 tahun dan diatas 64 tahun.

Berdasarkan angka-angka tersebut maka kita bisa mengetahui angka beban ketergantungan/ dependency ratio (DR) penduduk Indonesia. Angka beban ketergantungan adalah banyaknya penduduk usia produktif yang menanggung jumlah penduduk usia tidak produktif. Semakin besar angka ketrgantungan maka semakin sukar negara itu untuk membangun negaranya. Tapi sebaliknya, semakin kecil angka ketergantungan berarti negara tersebut makin bisa mengembangkan dirinya.

Sekarang mari kita hitung, jumlah penduduk di Indonesia adalah 270 juta. 71% (pembulatan) berarti 190.944.000 sementara itu usia tidak produktifnya adalah 56 juta. Maka angka beban ketergantungan Indonesia adalah (56.000.000/190.944.000 )X 100 = 29,3. Artinya, tiap 100 penduduk usia produktif menanggung 29 penduduk usia tidak produktif.

Kemudian saya sebagai guru IPS jadi ingin tahu , bagaimana kondisi penduduk Indonesia berkaitan usia produktif dan tidak produktif berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 dan tahun 2000. Beban ketergantungan di tahun 2000 adalah 53,76% sementara di tahun 2010 turun menjadi 51.33%. Artinya dari tiga kali sensus penduduk, angka beban ketergantungan Penduduk Indonesia terus mengalami penurunan.

Angka DR yang terus menurun ini membawa potensi negative atau positif? Tergantung dari diri kita sih. Perlu dipahami bahwa sekarang ini Indonesia masuk ke bonus demografi. Bonus demograafi adalah suatu periode dimana penduduk usia produktif meningkat dua kalipat dibanding penduduk usia non produktif. Lebih mudahnya adalah saat dimana tenaga kerja produktif di Indonesia jauh lebih besar dibanding yang tidak produktif. Suatu negara dianggap memiliki bonus demografi kalau rasio ketergantungan penduduk di wilayah tersebut dibawah 50%. Artinya, sejak tahun 2020 ini kita sudah memasuki fase bonus demografi.

Tentu saja ini bonus demografi akan memberikan keuntungan ekonomi bagi negara kita karena penduduk usia produktif dapat memenuhi kebutuhannya jauh lebih baik karena beban tanggungan yang makin rendah. Sumber daya yang ada dapat dialihkan untuk memcaru pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

Kita bisa memanfaatkan bonus demografi dengan banyak cara, mulai dari menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Caranya? Ya dengan memberikan pendidikan yang berkualitas bagi penduduk usia muda ini ditambah dengan memberikan bekal keterampilan sesuai yang dibutuhkan dalam tantangan global sekarang.

Selain itu pemerintah harus menyediakan lapangan pekerjaan yang banyak agar penduduk usia produktif ini dapat diberdayakan dengan baik, yang pada akhirnya bisa mengangkat kegiatan ekonomi mereka. Selain itu, layanan kesehatan yang baik juga membuat penduduk usia produkti bisa bekerja dengan maksimal tanpa perlu takut mudah terkena sakit.

Pertanyaan berikutnya, sudahkah kita memanfaatkan bonus demografi ini? Percuma penduduk usia produktif banyak kalau tidak diimbangi dengan kualitas SDM yang memadai. Percuma memiliki  SDM yang banyak kalau mentalitas warganya adalah mentalitas yang malas dan kurang gigih dalam bekerja. Percuma memiliki SDM yang besar kalau banyak yang menganggur karena ketersediaan pekerjaan yang sangat rendah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN