Mohon tunggu...
Jose Hasibuan
Jose Hasibuan Mohon Tunggu... Guru - Seorang abdi bangsa

Tertarik pada dunia pendidikan, matematika finansial, life style, kehidupan sosial dan budaya. Sesekali menyoroti soal pemerintahan. Penikmat kuliner dan jalan-jalan. Senang nonton badminton dan bola voli.

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Nafsu Birahi dan Kantor sebagai Tempat Kerja yang Erotis

5 September 2020   06:30 Diperbarui: 12 September 2020   22:14 4741
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
relationshipswork.com

Kita tahu bahwa kelemahan laki-laki adalah pada matanya. Namun tak jarang, perempuan sengaja berpenampilan minim nan seksi untuk menarik perhatian para lelaki.

Karena itu, perempuan harus lebih memperhatikan soal pakaian yang dikenakan saat bekerja di kantor. Lebih baik dan pantas untuk menggunakan pakaian yang tertutup dan sopan, merias diri dengan sederhana, untuk menghindari dari tatapan-tatapan liar para laki-laki.

Meski kelemahan laki-laki ada pada mata dan apa yang dilihatnya, bukan berarti laki-laki tidak punya kuasa atas indra penglihatannya itu. Ibarat burung yang bebas terbang, adalah mustahil untuk kita melarangnya melintas bahkan hingga menjatuhkan kotorannya di atas kepala kita. Namun, tentu saja kita dapat mengusirnya jika burung itu lebih jauh ingin bersarang di atas kepala.

Demikian juga soal munculnya pikiran-pikiran atau bahkan nafsu birahi yang datang tiba-tiba. Meskipun rangsangan selalu datang tak terduga, namun kita sangat bisa untuk mengusir dan tak membiarkannya bersemayam dan menguasai pikiran.

Berbeda dengan laki-laki, kelemahan perempuan ada pada perasaannya. Karena itu, perempuan harus bisa mengimbangi antara perasaan dan pikiran yang jernih. Jika kemungkinan hubungan yang terjadi berpotensi terlarang, karena salah satu atau bahkan keduanya telah menikah, maka perempuan harus bisa berpikir jernih dan berusaha menjauhkan diri dari keterikatan perasaan.

Dalam hal ini, seorang laki-laki juga harus bisa mengontrol dirinya dengan baik. Karena kelemahan perempuan adalah pada perasaan, maka jangan sesekali memberikan perhatian yang lebih pada rekan kerja yang berbeda jenis kelamin.

Tidak perlu memberikan pujian secara berlebih, jika harus berterimakasih, maka sampaikanlah dengan sewajarnya saja. Karena bisa saja dimulai dari hal-hal yang sedap didengar, perasaan wanita dapat bertumbuh hingga menjadi rasa kagum dan cinta.

Jika godaan yang ada sedemikian besar dan sulit untuk dielakkan, maka harus ada keberanian untuk melakukan tindakan yang radikal. Salah satu yang bisa dilakukan adalah berkata jujur pada pimpinan dan meminta mutasi pada bagian lain untuk menghindari intensitas pertemuan yang terjadi.

Jika hal ini masih sulit dilakukan, maka tindakan yang jauh lebih radikal perlu dipertimbangkan, misalnya pindah kerja. Jika memang niat terbesar adalah mempertahankan keutuhan pernikahan dan menghindari peluang terjadinya perselingkuhan, maka saya yakin, Tuhan akan menggantinya dengan memberikan tempat kerja yang jauh lebih baik.

Dan yang paling utama adalah komitmen pada tujuan awal menikah. Jika baik suami dan istri setiap hari terus bertumbuh dalam komitmen hidup bersama sebagai pasutri, maka sebesar apapun godaan yang datang, akan dapat diselesaikan dengan komunikasi yang sehat, asal keduanya saling jujur dan berniat untuk menjaga keutuhan pernikahan hingga akhir hayat.

Menyikapi fenomena yang terjadi belakangan ini, dimana ramainya istri-istri yang minta cerai, meski faktor perselingkuhan di dunia kerja bisa menjadi salah satu faktor pemicu yang terjadi, namun perceraian sesungguhnya tidak akan benar-benar terjadi jika keduanya masih berkomitmen ingin mempertahankan ikatan pernikahan itu dengan kuat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun