Mohon tunggu...
Jonny Hutahaean
Jonny Hutahaean Mohon Tunggu... tinggi badan 178 cm, berat badan 80 kg

Sarjana Strata 1, hobby membaca

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Fundamentalis dan Radikalis

10 Juni 2018   11:03 Diperbarui: 10 Juni 2018   11:24 496 0 0 Mohon Tunggu...

Fundamentalisme dan radikalisme akan selalu menjadi paham minor, tetapi keduanya yang paling potensial dapat mengubah sejarah. Jika ditelisik dengan cermat, yang mengubah sejarah dunia, baik sejarah kebudayaan atau sejarah teknologi,  adalah kaum fundamentalis dan kaum radikalis

Hal ini logis sebab fundamentalisme dan radikalisme bertautan erat dengan kegigihan, daya tahan, daya juang, keyakinan kokoh, kerelaan mengorbankan apa saja. Dan itulah syarat agar seseorang atau segolong dapat menjadi pelopor menjungkirkan sejarah lama melahirkan sejarah yang baru. Sementara paham mayoritas yg jadi main-stream bersikukuh terhadap status quo.

Para pendiri Republik Indonesia memiliki karakter fundamentalis dan radikal, tanpa karakter seperti itu, NKRI mungkin tidak pernah ada. Mereka meyakini dengan teguh, meski hanya wacana kebangsaan dalam ruang kosong, tetapi kegigihan, daya tahan, daya juang, dan kerelaan mengorbankan segalanya, akhirnya wacana kosong kebangsaan mewujud mewujud menjadi realitas negara bangsa, NKRI yang kini kita huni. Dan tengok, jumlah mereka tidak seberapa, tetapi gaung suaranya terdengar, didengarkan, dan diyakan sampai ke ujung terjauh nusantara.

Sejarah terjungkirnya tatanan sosial bukan oleh banyak orang, tetapi hanya oleh segelintir, kaum fundamentalis dan golongan radikal. Bill Gates itu adalah fundamentalis dan radikalis. Saat teknologi belum memadai, dia sudah meyakini dengan teguh, keyakinan itu dilakoni dengan gigih, diperjuangkan terus-menerus, bahwa di masa depan, di semua meja di setiap rumah akan terletak Personal Computer (PC), dan berubahlah banyak sejarah dan tatanan. Terciptanya internet juga seperti itu, segelintir periset yang berkeyakinan teguh, gigih dalam keyakinan, rela mengorbankan banyak hal pribadi, mereka adalah manusia-manusia fundamentalis dan radikalis.

Pada zaman dahulu, bahkan penganut paham demokrasi adalah kaum fundamentalis dan radikalis. Pada kondisi dengan paradigma bahwa Raja adalah turunan langsung dewa-dewa, maka paham bahwa rakyatlah pemegang kuasa sesungguhnya pasti disebut fundamentalis dan radikalis. Kekuasaan dewa-dewa runtuh, diruntuhkan oleh segelintir kaum yang menganut paham fundamentalis dan radikalis, demokrasi.

Jika saat ini kita merasa bahwa penganut paham radikal itu hanya sedikit, dan itu betul, memang mereka sedikit dibandingkan terhadap seluruh warga negara NKRI, lalu kita katakan sebuah pristiwa bom bunuh diri terlalu dibesar-besarkan atau hanya pengalihan isu, itu akan menjadi sesuatu yang kita sesali atau bahkan kita tangisi di masa depan. Fundamentalis dan radikalis memang selalu sedikit dari sisi kuantitas, tetapi mereka gigih dan teguh, itu yang membuat mereka dapat dan mampu membalikkan sejarah.

Atau ......... kita adalah bagian dari mereka?

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x