Mohon tunggu...
Masihulan
Masihulan Mohon Tunggu...

Petualang dunia fantasi

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Anies dalam Dilema Moncong Putih

29 Juli 2016   10:29 Diperbarui: 29 Juli 2016   10:49 976 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Anies dalam Dilema Moncong Putih
http://tango.image-static.hipwee.com/


Keputusan Presiden melakukan reshuffle jilid II mengundang perhatian dari banyak kalangan mulai dari para pengamat, politisi, akademisi hingga kaum awam. Hampir sebagian besar perhatian itu tertuju pada dua hal yakni masuknya “srikandi” Mulyani mengisi pos perekonomian, dan keluarnya Anies dari armana Kabinet kerja. Hal pertama jelas dianggap sebagai langkah bijak pak Presiden untuk segera membenahi perekonomian Negara ini. 

Lantas bagaimana dengan yang kedua? Oleh sebagian orang, keputusan ini tidak memiliki akar yang jelas mengingat yang diganti adalah sosok yang dianggap telah berhasil melaksanakan tugasnya. Jika demikian apa kira-kira yang ada di kepala pak Presiden sehingga begitu tega menggantinya? Padahal kalau dibilang balas-jasa, harusnya Anies tetap dipertahankan atau paling tidak digeser saja. Bukankah Anies adalah sosok dibalik suksesnya Jokowi merebut kursi Presiden? Silahkan lihat sepak terjang Anies saat menjadi Ketua tim sukses pak Jokowi-JK saat pertarungan menuju RI 1.

Lihat pula bagaimana Anies menggerakkan para relawan untuk turun tangan memilih orang baik. Dan masih banyak hal baik yang telah dilakukan oleh Mantan Mendikbud ini. tetapi mengapa balasan yang diberikan pak Jokowi hanya sampai 20 bulan? Apakah Jokowi tega melakukan semua itu? Dalam pikiran masyarakat awam seperti saya jelas ini “air susu dibalas air tuba”.

Jokowi tega melakukan semua ini hanya karena bisik-bisik tetangga. Bisik-bisik tetangga yang menganggap sang menteri semakin populer dikalangan para guru dan orang tua murid sehingga hal ini tentu saja akan mengganggu agenda sang Presiden di tahun 2019. Apakah bisikan ini benar?

Bagaimana dengan bisikan Pilgub 2017? Untuk saat ini, Ahok adalah sosok yang sulit ditandingi oleh calon-calon yang ada sehingga banyak pengamat menganggap bahwa Ahok seperti sedang berlomba seorang diri dan rasanya perlombaan ini tidak akan menarik jika Ahok tak punya pesaing yang sepadan. maka sampailah bisikan tetangga ke telinga sang Presiden bahwa PDI-P sedang mencari sosok yang tepat untuk melawan Ahok. Dan sosok Anies bisa jadi lawan berat buat Pak Ahok.

Apapun akan dilakukan oleh PDI-P untuk melawan Ahok. Memang PDI-P memiliki kader-kader yang hebat hanya saja mereka masih bertugas di daerah masing-masing dan rasanya sulit jika harus dipaksakan untuk bertarung melawan Ahok. Syukur-syukur kalau menang, tapi kalau kalah kan kasihan harus melepas jabatan di daerah-daerah yang mereka pimpin. Resiko ini jelas tidak mau diambil oleh PDI-P. Maka jalan tengah yang bisa ditempuh adalah mempersiapkan calon diluar partai. Walaupun ini bukan kebiasaan PDI-P namun seperti kata pepatah “tak ada rotan, akarpun jadi”. Lagi pula mantan Mendikbud bukan kader partai manapun, beliau hanyalah seorang otokrat yang kebetulan kemarin bertarung di konvensi calon presiden partai Demokrat.

Kalaupun ini bagian dari upaya menuju kesana maka setidaknya air susu di balas dengan air tuba rasa strawberry. Ya sekarang ini minuman apapun bisa dibuat beraneka rasa jadi tak mengapa jika Anies sengaja didzolimi dengan maksud baik.

Bagi masyarakat awam seperti saya, senang rasanya jika mantan Mendikbud ini menjadi salah satu kontestan di perhelatan DKI-1. Walaupun saya bukan warga DKI, saya tetap merasa senang kalau orang baik seperti Anies dan Ahok ikut serta dalam kontestasi menuju DKI-1. Itulah bukti bahwa aroma politik bangsa ini sedang menuju pada aroma perubahan yang semakin baik. 

Seperti kata Anies "Orang Baik Jangan Diam"

 

VIDEO PILIHAN