Mohon tunggu...
Johan Arifin
Johan Arifin Mohon Tunggu... Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Kementerian Agama Kab. Kapuas

Sejenak aku kisahkan tentang diriku padamu, agar kau tau siapa aku, bagaimana hidupku, karena kau tak akan pernah bertanya bagaimana rasanya menjadi aku.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Tujuh Hari di Cikole, Lezatnya Bubur Ayam Khas Cikole

3 Januari 2018   14:09 Diperbarui: 4 Januari 2018   10:13 0 0 0 Mohon Tunggu...
Tujuh Hari di Cikole, Lezatnya Bubur Ayam Khas Cikole
Bubur Khas Cikole (Dokumentasi Pribadi, 17/12/2017)

Pengalamanku saat tinggal di Kampung Pondok desa Cikole 5 tahun silam membuat aku mempersiapkan segala sesuatunya, dari mulai membawa pakaian beberapa pasang dan  sebuah sweter untuk tetap menjaga suhu badan tetap hangat. Akh..... jadi ingat waktu pertama kami ke Cikole, kami sepakat untuk tidak membawa apa-apa, hanya membawa pakaian dibadan agar tidak ribet diperjalanan dan berniat membeli keperluan sehari-hari disana saja. 

Setelah tiba ternyata apa yang direncanakan jauh dari perkiraan, Pasar Ahad yang kami bayangkan sebuah pasar tempat jual beli layaknya dipasar ternyata sama sekali tidak ada orang berjualan pakaian, untuk membelinya harus ke Lembang dulu yang jarak tempuhnya sekitar 41 menit perjalanan. Woow... akhirnya baru dihari ketiga kami bisa berganti dengan pakaian lain.

Namun sekarang Pasar Ahad sudah banyak perubahan, toko pakaian seperti kaos, jaket dan sweter sudah banyak ditemukan di toko-toko terdekat, bahkan  gerai ritel seperti Indomaret dan Alfamart sudah bisa dijumpai sehingga aku tidak perlu jauh-jauh ke Lembang untuk mencari kebutuhan sehari-hari.

Ditempat tinggalku (Kalimantan) suhu terendah rata-rata 240C dan tertinggi mencapai 370C, pada suhu terendah saja yakni 240C dinginnya sudah terasa menusuk tulang. Nah... tidak terbayangkan bagaimana dinginnya di Cikole dengan suhu rata-rata 16 - 170C, dinginnya bahkan serasa menjalar dalam darah, menelusuri urat-urat dan masuk ke usus kemudian menghimpit kedalam lambung. Setidaknya itulah yang kurasakan setelah membandingkan  tinggal  ditempat yang perbedaan suhunya cukup ekstrem.

Airnya luar biasa dingin seperti es batu yang baru mencair, keadaan itu memaksa aku harus perlahan-lahan beradaptasi dengan suhu udara di Cikole. diawali dari mandi dengan menggunakan air hangat sampai bersucipun menggunakan air hangat, ahaa.... terkadang kalau lagi malas merebus air bisa dua hari tidak mandi (Wkwkwkkkk.... memang jarang mandi sih....)

Saat subuh tiba, aku segera menyiapkan panci dan mengisinya dengan empat gayung air kemudian merebusnya hingga mendidih untuk keperluan mandi. Kemudian salat subuh dan duduk-duduk di ruang tamu sambil ngobrol dengan kakak dan ibuku. Pagi itu cuaca begitu dinginnya, sehingga aku harus memakai tiga lapis baju ditambah satu sweter, ugh.... badanku sempat  menggigil walaupun sudah memakai pakaian berlapis-lapis. Berapa lapis ? ratusaaannn..... (wafer tango kale......)

Seorang wanita berperawakan tinggi muncul dari dalam kamarnya dan lngsung menuju keluar rumah. O... iya, tahun ini spesial banget karena ada anggota keluarga baru namanya Teteh Yanti, dia istri Kang Yanto yang membantu menyiapkan dan mengurus keperluan makan kami selama tinggal di Cikole, orangnya baik dan suka bercanda.

Tidak berapa lama Teteh Yanti datang lagi dengan membawa beberapa mangkok kemudian meletakannya di atas meja. Saat kutengok "wah..... bubur ayam !!!" jeritku histeris dengan mata terbelalak. Ada kecap ikan yang menutupi bubur, diatasnya ada daging ayam yang disuwir kemudian dilapisi taburan daun bawang segar. Nampak kepulan asap membawa aroma kelezatan menyentuh penciumanku. 

Tidak sabar lagi kusantaplah bubur tersebut, rasanya memang beda dari bubur yang dijual di tempat manapun yang pernah kucicipi, gurihnya pas, asinnya tidak berlebihan, ada sedikit rasa manis manambah kuatnya keseimbangan komposisi bumbu. Mmm.... rasanya jauh lebih lezat dari bubur yang dijual di tempatku walaupun penjualnya berasal dari daerah yang sama (Bandung). Alhamdulillah perut yang tadinya perih karena pengaruh suhu yang sangat dingin menjadi hangat kembali.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x