Joko Martono
Joko Martono Penulis

belajar memahami hidup dan kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

"Sersan" Bersama Kompasiana

30 Oktober 2018   16:07 Diperbarui: 31 Oktober 2018   09:45 930 87 37

Tidak terasa ternyata saya sudah sekian tahun berselancar mengarungi ruang publik virtual Kompasiana. Sejak masuk/mendaftarkan diri menjadi kompasianer (2011) dan ikut ambil bagian di dalamnya (sebagai penulis 'musiman') teryata banyak hal bisa dipetik dan memberikan arti terutama dalam berbagi informasi, membangun relasi, dan berinteraksi antar kompasianer.

Di antara buah dari interaksi antar kompasianer yang pernah saya alami, di samping menambah wawasan atau pengetahuan berkait sesuatu yang baru (something new), juga di komunitas virtual ini bisa memeroleh beragam tulisan ringan dan lucu sehingga semakin melengkapi dalam pencarian informasi.

Sekilas mengikuti jelajah perjalanan, tepatnya 11 Maret 2011 bertempat di Jogja Expo Center (JEC) dalam acara "Kompasiana Nangkring di Jogja" para kompasianer bisa ngobrol barengan Bang Isjet dan Bang Robert sebagai crew yang memokoki pertemuan tersebut. Semua hal berkait seluk beluk Kompasiana banyak didiskusikan sehingga kita semakin memiliki kedekatan jiwa, semakin akrab dengan medium ini.

Buah dari berselancar di Kompasiana juga telah beberapa kali kita saling jumpa nyata, menerima kunjungan rekan dari luar kota maupun luar Pulau Jawa semakin menambah erat persahabatan antar kompasianer.

Pernah pula saya memetik beberapa benefit/faedah yang terselip dalam sharing and connecting waktu itu (2013), antara lain berkolaborasi antar kompasianer dalam sebuah tim  ID Kita Kompasiana- Bekerjasama Kemkominfo RI, bergerak dalam bidang pelayanan informasi dan advokasi berupa sosialisasi internet sehat dan aman, melakukan kunjungan ke beberapa sekolah lanjutan di Purwokerto (Jawa Tengah) dan Gunungkidul (Daerah Istimewa Yogyakarta).

Singkat kata, kehadiran Kompasiana telah memberi kemudahan bagi kita (kompasianer) bisa saling berkoneksi, berbagi, berinteraksi, dan berkolaborasi, sehingga mendorong mereka yang mau serta mampu berkontribusi nyata, tentunya berguna untuk mencapai kemajuan bersama.

Warna Baru Kombinasi 

Seperti halnya kebutuhan pokok manusia yaitu sembako, kurang lengkap jika saban hari kebutuhan berupa informasi belum kita konsumsi sebagai 'penambah gizi' supaya harapan dan semangat hidup selalu tumbuh.  

Di era kekinian banyak pilihan untuk mencari/mendapatkan informasi, mulai dari jurnal terakreditasi nasional/internasional, jurnal akademis, buku-literatur, mainstream media, media popular, dari yang konvensional hingga online-digital tersedia.

Bahkan berkat kemajuan teknologi informasi kehadiran media (dalam jaringan) semakin menjamur menawarkan banyak pilihan dan untuk mengakses bergantung pada kebutuhan atau keinginan para penggunanya.

Kehadiran Kompasiana berkiprah di belantara media negeri ini dan kini sudah menginjak sepuluh tahun usianya -- ternyata telah memberikan warna baru tersendiri. Kompasiana yang dulunya punya slogan Sharing and Connecting, selanjutnya bertransformasi menjadi Beyond Blogging, artinya 'lebih dari sekedar ngeblog' sekaligus mempertegas posisi Kompasiana sebagai saluran berita dan opini warga (Citizen News and Opinion Channel).

Sebagai saluran berita dan opini warga, warna baru Kompasiana terletak pada ragam kontennya yang memang tidak selalu sama berkaidah jurnalistik karena banyak sumber dan kontributor informasi berasal dari berbagai kalangan, berbagai karakter dan bermacam gaya penulisan sesuai kemampuan masing-masing.

Di sinilah letak kekhasan Kompasiana sebagai medium yang hadir sejak 22 Oktober 2008. Tidak keliru jika ada yang menyebutnya sebagai 'blog keroyokan' dan boleh juga disebut 'media hibrida' karena dilihat dari isi/kontennya memang merupakan warna baru sebagai kombinasi ataupun persilangan antara kalangan profesional dan amatir yang berbaur menjadi satu dalam kancah komunitas warga virtual.   

Serius-Santai 

Berpartisipasi atau ikut ambil bagian berkontribusi nyata berbagai aktivitas (on-line dan off-line) dalam wadah Kompasiana memang mempunyai kekhasan tersendiri, ada nilai yang tidak ditemui di media lain mengingat dinamikanya yang terus bertumbuh seiring perkembangan serta fluktuasi membernya dari waktu ke waktu serta teknologi yang menyertai sehingga budaya komunikasi akan terus terbangun sesuai karakternya.

Memahami kehadiran Kompasiana sebagai sarana komunikasi dan informasi tentunya masih layak menjadikan medium ini sebagai alternatif dalam agenda pencarian informasi. Setidaknya perkembangan isu publik terkini dapat diketahui, dipantau, terutama menyangkut persoalan-persoalan yang cenderung berdampak pada stabilitas politik, ekonomi, sosial-budaya, dan keamanan nasional dapat dideteksi.

Wacana warga yang terus mengemuka berkembang dan bersumber dari berbagai kalangan dapat menjadikan bahan cermatan serius untuk bisa saling melengkapi. Menambah pengayaan data yang mungkin tidak ditemui di media lain.

Nah, kebebasan untuk menyatakan pendapat, menyampaikan dan memeroleh informasi sebagai hak asasi individu, kelompok, atau organisasi benar-benar tertampung di Kompasiana. Proses pembelajaran berdemokrasi ini akan mendorong partisipasi politik publik secara luas sehingga penguatan gerakan masyarakat sipil (civil society) semakin kokoh terbangun.

Pengalaman berselancar 'mengarungi' sekaligus 'menggauli' Kompasiana memang selalu membawa kesan. Ada saatnya kita bisa serius ketika memeroleh tulisan atau artikel bermakna. Ini sesungguhnya banyak memberikan nilai tambah bagi para pengambil kebijakan bilamana mau mendengarkan opini publik sebagai bahan masukan seperlunya.

Namun demikian, kita tidak akan selalu diajak mengernyitkan dahi manakala mencari info-info menyusuri rubrikasi yang tersedia. Sajian tulisan ringan, unik, yang bersifat humor, menghibur, sampai bikin ngakak pun ditemui - sehingga lengkaplah sudah bilamana medium ini dapat dibilang 'Sersan' alias  Serius, tetapi juga Santai.  Salam 'Sersan' Bersama Kompasiana.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2