Mohon tunggu...
Jimmy Haryanto
Jimmy Haryanto Mohon Tunggu... Ingin menjadi Pembelajaryang baik

Pecinta Kompasiana. Berupaya menjadi pembelajar yang baik, karena sering sedih mengingat orang tua dulu dibohongi dan ditindas bangsa lain, bukan setahun, bukan sepuluh tahun...ah entah berapa lama...sungguh lama dan menyakitikan….namun sering merasa malu karena belum bisa berbuat yang berarti untuk bangsa dan negara. Walau negara sedang dilanda wabah korupsi, masih senang sebagai warga. Cita-cita: agar Indonesia bisa kuat dan bebas korupsi; seluruh rakyatnya sejahtera, cerdas, sehat, serta bebas dari kemiskinan dan kekerasan. Prinsip tentang kekayaan: bukan berapa banyak yang kita miliki, tapi berapa banyak yang sudah kita berikan kepada orang lain.

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Turut Berdukacita Atas Kematian Okjull

20 Agustus 2019   09:06 Diperbarui: 20 Agustus 2019   09:11 0 1 0 Mohon Tunggu...
Turut Berdukacita Atas Kematian Okjull
Papan peringatan atas hilangnya bongkahan es alami gletser Okjokull di Islandia (Sumber: BBC/Rice University/Dominic Boyer/Cymene Howe).

Negara Islandia dengan ibukotanya Rekyavik baru saja memperingati hilangnya gletser (lapisan besar es) atau "glacier Okjokull." Pada hal okjokull dulunya merupakan kumpulan bongkahan es besar yang mencapai 16 kilometer persegi. Tahun 2012 okjokull masih ada yang tersisa sekitar 0,7 kilometer persegi.

Gletser Okjokull dinyatakan mati tahun 2014 ketika dianggap tidak cukup tebal untuk bisa bergerak. Namun di tahun 2019 ini Gletser Okjokull tersebut dinyatakan hilang sama sekali.

Upacara peringatan kematian Gletser Okjokull yang berusia 700 tahun itu dibuat layaknya kematian seseorang pada tanggal 17 Agustus 2019. Perdana Menteri Islandia Katrin Jakobsdottir, Menteri Lingkungan Hidup Gudmundur Ingi Gudbrandsson dan mantan Perdana Menteri Irlandia yang juga mantan Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Mary Robinson juga menghadairi upacara peringatan tersebut.

Setelah pidato pembukaan oleh Perdana Menteri Islandia Ibu Jakobsdottir, para rombongan perkabungan berjala ke arah utara kota Reykjavik untuk meletakkan pesan kepada masa depan yang dibacakan oleh pengarang Islandia Andri Snaer Magnason.

"A letter to the future

Ok is the first Icelandic glacier to lose its status as a glacier. In the next 200 years all our glaciers are expected to follow the same path.

This monument is to acknowledge that we know what is happeing and what needs to be done. Only you know if we did it. August 2019"

Dalam bahasa Indonesia pesan itu kira-kira berbunyi:

"Surat untuk masa depan

Ok adalah gletser Islandia pertama yang kehilangan statusnya sebagai gletser. Dalam 200 tahun ke depan semua gletser kita diharapkan akan mengikuti jalan yang sama.

Monumen ini untuk mengakui bahwa kita tahu apa yang terjadi dan apa yang perlu dilakukan. Hanya Anda yang tahu jika kita melakukannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2