Jimmy Haryanto
Jimmy Haryanto penulis bebas

Pecinta Kompasiana. Berupaya menjadi pembelajar yang baik, karena sering sedih mengingat orang tua dulu dibohongi dan ditindas bangsa lain, bukan setahun, bukan sepuluh tahun...ah entah berapa lama...sungguh lama dan menyakitikan….namun sering merasa malu karena belum bisa berbuat yang berarti untuk bangsa dan negara. Walau negara sedang dilanda wabah korupsi, masih senang sebagai warga. Cita-cita: agar Indonesia bisa kuat dan bebas korupsi; seluruh rakyatnya sejahtera, cerdas, sehat, serta bebas dari kemiskinan dan kekerasan. Prinsip tentang kekayaan: bukan berapa banyak yang kita miliki, tapi berapa banyak yang sudah kita berikan kepada orang lain.

Selanjutnya

Tutup

Atletik

Jangan Hentikan Prestasi Pelari Zohri

16 Juli 2018   09:28 Diperbarui: 16 Juli 2018   15:11 259 0 1

Indonesia bangga dengan prestasi yang ditorehkan warganya, Lalu Muhammad Zohri (kelahiran Lombok, Nusa Tenggara Barat, 1 Juli 2000) yang tampil sebagai juara lomba lari 100 meter di Kejuaraan Dunia Atletlik di bawah usia 20 tahun di Tampere, Finlandia tanggal 11 Juli 2018 lalu. 

Zohri tampil sebagai juara dengan catatan waktu 10,18 detik. Catatan Zohri ini masih di bawah rekor kejuaraan dunia junior yang dipegang oleh Adam Gamili dari Inggris yang dibuat di Barcelona, tanggal 11 Juli 2012 dengan catatan waktu 10,05 detik. Catatan waktu terbaik dunia untuk lari 100 meter dipegang oleh Usain Bolt asal Jamaika dengan catatan waktu 9,58 detik. 

Dalam kejuaraan dunia junior di Finlandia ini Indonesia mendapatkan satu-satunya medali yang disumbangkan Zohri dan membuat Indonesia berada di urutan ke-18 dari 38 negara. Kenya di urutan pertama dengan 11 medali. 

Bukan saja latar belakang Zohri dengan rumah sederhana yang terbuat dari kayu dan bambu, yang membuat drama menarik, tapi juga harapan banyak orang yang tidak menyangka bahwa remaja yang sudah yatim piatu itu membeli sepatu pun tidak mampu sehingga harus meminjam uang dari kakaknya, akan tampil sebagai juara. 

Sempat tersiar kabar bahwa bendera Indonesia tidak ada saat dia tampil di panggung, dan katanya orang Polandia meminjamkan bendera Polandia namun dipakai terbalik. Namun berita itu menurut Humas Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) tidak benar karena pelatih Zohri yakni Erwin Maspaitella telah menyiapkan bendera merah putih dan itulah yang digunakan Zohri saat diadakan wawancara. 

Tapi prestasi Zohri ini bukan yang pertama. Tahun 2017 dia menorehkan catatan 21,96 detik untuk kejuaraan 200 m di Jakarta. Zohri juga telah memenangi medali emas pada kejuaraan junior Asia di Jepang tahun 2018 ini dengan catatan waktu 10,27 detik. Dan masih banyak lagi prestasi yang sudah ditorehkan Zohri.

Setelah prestasi di Finlandia ini, saat ini Lalu Muhammad Zohri sedang menyiapkan dirinya agar bisa tampil juara di kejuaraan Asia (Asian Games) yang akan diadakan tanggal 18 Agustus 2018 nanti.

Badan atletik dunia (International Association of Athletics Federations - IAAF) menyebutkan bahwa prestasi Zohri di Finlandia ini merupakan yang pertama dalam sejarah Indonesia menggaet medali emas di arena atletik internasional. Mulai sekarang IAAF akan selalu mengikuti kiprah Zohri dari Indonesia ini.

Sikap banyak pihak yang mau membantu Zohri sah-sah saja. Namun ada yang lebih dibutuhkan Zohri yakni upayanya untuk bisa meningkatkan prestasinya. 

Pelari tercepat dunia Usain Bolt dari Jamaika juga berasal dari keluarga sederhana dan dia harus berlatih dengan ditarik menggunakan tali oleh sahabatnya agar bisa lebih cepat melaju. Zohri juga membutuhkan tempat berlatih yang baik dan fasilitas yang dibutuhkan. Di sinilah masyarakat Indonesia boleh bekerjasama atau memberikan dukungan agar prestasi Zohri itu makin baik, dan jika memungkinkan agar dia bisa menjadi juara dunia 100 meter.

Kita jangan menghentikan prestasi Zohri yang sudah luar biasa itu di sini saja. Masih ada peluang untuk lebih meningkatkannya agar nama Indonesia semakin harum di dunia.