Mohon tunggu...
jihan RachmadinaUtami
jihan RachmadinaUtami Mohon Tunggu... ichan_ie

Mahasiswi UNIDA

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Worldview sebagai Titik Ukur Kehidupan Umat

23 Oktober 2019   22:54 Diperbarui: 23 Oktober 2019   23:17 0 0 0 Mohon Tunggu...

Kata kata wolrldview masih menjadi hal yang asing di kalangan generasi muda pada saat ini, definisinya masih dijelaskan dengan berbagai pendapat secara berbeda beda. Arti  dari kata tersebut  jika dilihat dari harfiah dalam  kamus besar bahasa indonesia yaitu sebagai pandangan hidup.

Disebut sebagai pandangan hidup karena, cara kerja dari worldview sendiri yakni dengan perasaan, kepercayaan, dan apa saja yang terdapat dalam pikiran manusia yang dapat ia kendalikan sesuai dengan apa yang ia simpulkan dari realita kehidupan maupun daya pikir seseorang.

Untuk memperjelas ungkapan dari kata worldview kita akan mencoba mengambil contoh argumen yang dikemukakan oleh salah satu pemikir barat dari seorang bernama Thomas T.  dengan pendapatnya yang mengatakan bahwa :

" worldview merupakan sistem kepercayaan dasar yang integral mengenai dirikita , realitas dan pengertian ekstensi."  

Kelahiran worldview berasal dari tradisi, kepercayaan, agama, kebudayaan, pendidikan, penyelidikan manusia, eksperimen dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan manusia serta aktivitas yang ia kerjakan seperti tradisi manusia yang di  percaya oleh sekelompok masyarakat.

Adanya perbedaan kultur dan tradisi dapat mempengaruhi worldview manusia sesuai dengan daya pikir dan tanggap yang ia miliki, perbedaan tersebut menyebabkan perbedaan prinsip, peradaban, pandangan hidup, ideologi yang akan mengubah tatanan hidup masyarakat karena hal tersebut tidak terlepas dari permasalahan yang terjadi antar manusia dan hubungan manusia dengan makhluk hidup lainnya.

Islam merupakan agama yang diyakini memiliki sumber yang terpercaya dan sumber dari segala sumber hukum dalam kehidupan umat beragama khususnya umat muslim di dunia. Dalam mengatur kehidupan umatnya, Islam juga memiliki cara pandang tersendiri untuk menyimpulkan apakah hal tersebut dapat bermanfaat bagi manusia, mudarat yang dihasilkan lebih banyak atau sedikit, hikmah apa saja yang dapat di ambil dalam hal tersebut, akan kah hal tersebut mempengaruhi keimanan manusia yang bisa saja bertambah dan berkurang di setiap waktunya.   

Pertanyaan pertanyaan tersebut dapat di jawab dengan kembali pada diri umat islam bagaimana menyikapi sebuah perkara dalam kehidupan, ia harus dapat menilai apakah hal tersebut bida bermanfaat untuk dirinya,  dan apakah worldview yang ia pakai sesuai dengan ajaran dalam al-Quran serta terdapat dalam sunnah rasul.

Islam tidak pernah memisahkan hubungan antar kehidupan dan agama karena, keimanan seseorang menjadi alasan dan landasan manusia dalam melakukan sesuatu. Segala hal yang ia lakukan harus sesuai dengan prinsip prinsip ketuhanan agar tidak melenceng dari ajaran syariatnya. Sebagaimana fungsi wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah Saw.

Kehidupan sosial seperti muamalah telah tertulis dalam al-Quran dengan secara rinci, hanya saja kita yang harus bisa menafsirkannya dengan baik, agar dapat dipahami sesuai dengan aqidah syar'i  serta dapat dibantu oleh para Ulama. Worldview yang kita miliki harus berpedoman penuh pada atribut ketuhanan yang ada agar tidak terlepas dari jalan yang semestinya dan dapat berfungsi dengan baik.

Worlview seseorang akan menghasilkan sebuah ilmu, ilmu yang kita peroleh dapat berbentuk apapun dan bersifat secara bebas dan tidak terbatas. Agar ilmu tersebut dapat bermanfaat dunia dan akhirat tatanan yang harus kita kerjakan harus sesuai dengan prosedur keilmuan, yaitu sebelum kita belajar ilmu kita harus memperdalam iman agar tidak terjebak dalam pemikiran kita sendiri, ilmu yang telah kita yakini akan menghasilkan amal sebagai implemetasi dari ilmu tersebut.