Jhon Miduk Sitorus
Jhon Miduk Sitorus Mahasiswa

The Caretaker Of Lovely Tobasa & Amborgang. Anak Kampung. Writer. Arsenal Fans. Kutu Buku Pecinta Sejarah. Bercita-cita Ingin Memperbaiki Birokrasi Tobasa Instagram : @jhonmiduk8

Selanjutnya

Tutup

Sosial Artikel Utama

Fransiska dan Mathilda Sukses Kibarkan Merah Putih di Puncak Everest

17 Mei 2018   14:58 Diperbarui: 17 Mei 2018   21:20 1896 3 1
Fransiska dan Mathilda Sukses Kibarkan Merah Putih di Puncak Everest
Fransiska Dimitri dan Mathilda Dwi Lestari, Mahasiswa Universitas Parahyangan saat berada di ketinggian 7.000 m Gunung Everest saat menuju puncak tertinggi 8.848 m. sumber foto : tribunnews

Berita ini muncul kala seantero Indonesia sedang disuguhkan dengan berita-berita tentang aksi mengerikan terorisme di Surabaya, Sidoarjo, Riau, dan berbagai operasi penangkapan tangan teroris oleh kepolisian. Kabar ini datang saat hiruk pikuk suasana politik di Pilkada 2018 ini membuat tensi memanas sehingga masyarakat terpecah menjadi dua kubu di masing-masing daerah.

Munculnya berita positif tentu jadi sangat berharga. Ia layak menjadi pelipur lara dahaga masyarakat Indonesia akan berita yang membangkitkan semangat, optimisme, dan prestasi yang membanggakan.

Ya, dua srikandi Indonesia Fransiska Dimitri dan Mathilda Dwi Lestari sukses mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak tertinggi di dunia, yakni Gunung Everest. Keduanya sukses capai puncak pada Kamis, 17 Mei 2018, tepat pukul 05.50 waktu Kathmandu atau 07.05 WIB. 

Dua perempuan asal Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung ini seakan menjadi antitesis dari berita buruk yang terjadi dalam seminggu ini. Mereka tercatat sebagai pendaki wanita Indonesia yang tergabung dalam Seven Summit Expedition. 

Ini merupakan puncak ke-7 yang mereka jejaki setelah pada bulan Februari lalu berhasil menaklukkan gunung Aconcagua, Puncak tertinggi di benua Amerika, tepatnya di negara Argentina. Pencapaian tersebut juga menandakan bahwa 7 bendera Indonesia sudah berkibar dan tertancap di seluruh 7 puncak tertinggi di dunia.

Prestasi membanggakan ini langsung dicuitkan oleh presiden Joko Widodo (Jokowi) di akun twitternya sendiri begitu mengetahui berita menggembirakan tersebut. Jokowi sepertinya lelah betul dengan berita-berita dan kejadian bertensi tinggi pada pekan ini.

Tiga kejadian bom bunuh diri di Surabaya pada hari Minggu pagi, 13 Mei 2018, kemudian disusul insiden bom meledak di Rusun Sidoarjo malam harinya, kemudian insiden serangan teror dengan ledakan bom di Mapolrestabes Surabaya, serta serangan di Mapolda Riau pada Rabu, 16 Mei kemarin.

Teror ini kemudian diikuti dengan berbagai berita yang masing mencekam seperti penggrebekan terduga teroris di Surabaya, Tangerang, Sumatera Utara, dan lain-lain.

Tak hanya itu, suasana politik juga makin memanas jelas pemilihan kepala daerah pada 27 Juni 2018 nanti. Terutama setelah kejadian pasca debat Pilgub Jawa Barat, di mana pasangan nomor urut 3, Sudrajat Ahmad Syaikhu (Asyik) melakukan aksi memamerkan kaos # 2019gantipresiden.

Sebagaimana Anda ketahui, ranah Pilgub adalah pemilihan gubernur, bukan soal presiden. Tindakan ini sudah dinyatakan sebagai sebuah tindakan pelanggaran administratif oleh Bawaslu dengan dikeleluarkannya rekomendasi kepada KPU agar segera diberikan sanksi.

Kembali kepada 2 srikandi Fransiska Dimitri dan Mathila Dwi Lestari yang telah memberikan kabar baik bagi halaman dunia pers seluruh Indonesia. Prestasi kedua pendaki ini merupakan prestasi yang luar biasa positif, medatangkan angin segar saat situasi dan kondisi yang mencekam dan gerah dengan aktivitas teror dan berbagai tindakannya. 

Prestasi mereka menjadi pembangkit semangat dan penghilang rasa takut bagi warga yang sudah sempat terlalu waswas berlebihan terhadap kemungkinan aksi teror lanjutan di berbagai daerah. Sulit memang menerka dimana aksi teror berikutnya akan meledak, tetapi semangat positif dan jiwa yang semangat jelas akan menenggelamkan terorisme itu dengan sendirinya.

Berita-berita baik serta prestasi yang membanggakan sudah layaknya mendapatkan tempat yang teratas di seluruh media cetak dan elektronik Indonesia agar masing-masing individu terpacu untuk melakukan hal-hal yang baik pula.

Pun demikian dengan berita yang di-share, porsi warga netizen melakukan sharing berita baik tentunya akan lebih besar daripada share berita-berita yang negatif, hoaks, hatespeech, dan black-campaign.

Jadikanlah berita baik sebagai komoditas, agar pikiran menjadi segar karena berwajah cerah dan tersenyum selalu lebih baik daripada mengernyitkan dahi.