Mohon tunggu...
JBSurbakti
JBSurbakti Mohon Tunggu... Penulis | Bankir | Akuntan | Penikmat Hidup

Menulis Adalah Sebuah Esensi Dan Level Tertinggi Dari Sebuah Kompetensi - Untuk Segala Sesuatu Ada Masanya, Untuk Apapun Di Bawah Langit Ada Waktunya

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

"Gusting" Sebelum Di "Ghosting"

13 Maret 2021   16:17 Diperbarui: 4 April 2021   15:25 513 16 4 Mohon Tunggu...

"Gusting” dalam Bahasa Batak didefinisikan sebagai “Gunting”. Sebuah alat rumah tangga yang hampir dimiliki setiap keluarga bahkan juga rerata orang punya baik dari tingkat orang dewasa atau anak-anak. Karena fungsinya yang cukup membantu dalam kegiatan di rumah, sekolah, kantor dan kegiatan lainnya maka “gusting” atau gunting serasa barang privat bagi setiap orang.

Gunting dapat diartikan secara umum sebagai aktivitas berupa memotong sesuatu (baik benda maupun aktivitas) menjadi terpisah dari bagian utamanya. Karena masih menyatu dengan bagian inti sesuatu maka kehadiran gunting atau “gusting” menjadi sesuatu yang diperlukan.

Dalam prakteknya kegiatan menggunting ini sesungguhnya berupa kegiatan pengeliminasian, atau mengurangi sesuatu bahkan membuang sesuatu yang gak perlu dipertahankan. Dan kalaupun masih melekat akan membuat sesuatu itu menjadi lebih tidak menarik bahkan akan membuat sesuatu menjadi lebih buruk. Konsekuensi dari meng”gusting” ini umumnya membuat bahagian dari dirinya menjadi berkurang dari sebelumnya.

Misalnya saja saat membeli baju atau pakaian dari media belanja online yang diterima ternyata kebesaran maka mau tidak mau diperbaiki ke tukang jahit. Oleh tukang jahit hal yang utama dilakukannya adalah mengecilkan bahan atau material baju itu lewat mengguntingnya dan menjahit ulang. Atau kegiatan di persekolahan seperti menggunting bagian-bagian kecil dari kertas untuk menyusun “puzzle” yang memerlukan bagian-bagian kecil untuk digunting dan disambung atau ditempel kembali. Ya banyak sekali contoh kegiatan menggunakan “gusting” ini dan hampir dari kita semua para Kompasianer fasih menggunakan gunting.

Gunting | Dok. Pribadi
Gunting | Dok. Pribadi
Selain digunakan antara benda ke benda secara nyata maka istilah menggunting juga dipergunakan secara khiasan terhadap sebuah kata kerja. Misalnya saja dalam keseharian kita mendengar “Perusahaan tersebut menggunting gaji karyawannya” atau “Negara Perlu Menggunting Kebijakan Ekonomi” dan banyak lainnya.

Dan sama seperti yang lagi tren saat ini seperti topik artikel saya sebelumnya “Ghosting, Itu Tidak Penting” maka aktivitas “ghosting” atau “menghilang” atau “menghantu” pun wajib untuk di “gunting”. 

“Ghosting” itu tidak penting karenanya wajib di “Gusting” atau digunting sampai habis. 

Membahayakan bila jejak sakit hati karena aktivitas sebelum “ghosting” ini kelewat dalam bahkan terlanjur sayang. Ironisnya manusia dalam level apapun apabila dalam komunikasi dan menjalin hubungan secara hati terhubung secara emosional maka pertaruhannya adalah menggunting “hati”. Tentu membuat hati seseorang dari logika diatas yang kita bahas sebelumnya membuat hatinya menjadi lebih kecil. Sejalan dan sepemahaman dengan istilah orang Karo atau suku Karo juga mempunyai istilah “kitik ukur” yang berarti : kitik = kecil, ukur = hati terjemahan bebas kecil hati atau sakit hati karena disepelekan atau dikucilkan.

Tidak sesederhana yang dituliskan apabila ternyata sebuah hubungan itu harus berakhir ataupun menghilang. Bisa saja menghilang atau “ghosting” namun pengalaman di dunia rasa yang sulit untuk dikendalikan apalagi “ghosting” menjadi sebuah hantu atau momok yang dengan mudah dipanggil kembali secara alamiah. 

Secara psikologi manusia yang memiliki panca indera baik dengan kemampuan visual, audiotori dan verbal adalah manusia yang memiliki kemampuan tanpa batas untuk menyimpan segala kenangan atau peristiwa masa lalu secara sadar maupun tanpa sadar tersimpan selamanya dalam batinnya.

 Suatu waktu bisa lupa tapi panca indera secara tidak sengaja bisa terpanggil kembali untuk mengingat bahkan melakukan. Sampai pada suatu titik bila terulang dan terulang dengan pola yang sama maka “ghosting” tidak seseram bahkan dianggap sebuah hal yang biasa dan dikelola oleh pribadi untuk menjadi alat pemuas kebutuhan bahkan pekerjaan.

Coba bayangkan istilah “playboy” atau “playgirl” pada 10 atau 20 tahun lalu sebagai sebuah simbol kepada perempuan atau laki-laki yang menjadi primadona sehingga mudah pindah ke lain hati karena kharismanya. Namun sekarang di media sosial bahkan telah berubah menjadi “f*ck boy” atau “f*ck girl”. Ukurannya bukan masalah hati dan seklumit cinta bercinta tapi lebih sadis mengukur hubungan fase pacaran dan percintaan saat ini sudah fokus ke hubungan fisik yaitu hubungan sex bebas tanpa ikatan. Bukan dalam ukuran “memainkan” hati orang lain bahkan sebelum itu memainkan yang lain. Wow…”play” berubah menjadi “f*ck” dan kemudian mengghosting meninggalkan trauma dan merusak fisik dan psikis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN