Mohon tunggu...
Jaswanto Jahuddin SH
Jaswanto Jahuddin SH Mohon Tunggu... Advokat

Jalan ini masih panjang banyak cita menunggu di depan untuk diraih semakin kau asingkan diriku semakin terpacu jiwaku trus melangkah

Selanjutnya

Tutup

Keamanan

Polemik Kedatangan TKA di Sultra Banyak Mendapat Penolakan

17 Juni 2020   22:33 Diperbarui: 17 Juni 2020   22:30 20 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Polemik Kedatangan TKA di Sultra Banyak Mendapat Penolakan
Ketua Bidang Kajian Data & Investigasi Format Sultra, Alala Pelesa SH/dokpri

Keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara menyetujui kedatangan Tenaga kerja asing (TKA) asal China yang akan bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) mendapat penolakan.

Salah satunya datang dari Forum Pemerhati Tambang (Format) Sulawesi Tenggara yang meminta kedatangan TKA China yang akan bekerja di kawasan mega industry Konawe agar dibatalkan, mengingat gelombang penolakan masyarakat atas kehadiran para TKA di Sultra amatlah besar.

Ketua Bidang kajian data dan advokasi Format Sultra, Alala Pelesa, menuturkan kehadiran TKA China nantinya akan menimbulkan konflik horizontal yang berpotensi terjadinya pertumpahan darah di wilayah sekitar lingkar tambang mengingat kedatangan mereka dimasa pandemi Covid-19 ini tidak di inginkan apalagi diketahui para TKA yang datang bekerja di PT VDNI berasal dari negara asal virus itu menyebar.

"Jika Pemerintah Provinsi Sultra masih merestui kedatangan para TKA China bekerja di PT VDNI dimasa pandemi ini berpotensi menimbulkan konflik disekitar wilayah lingkar tambang, dikarenakan kondisi kebatinan warga masih merasa terganggu dari ancaman virus corona mengingat para TKA yang datang dari negara asal virus itu.

Putra asal Konawe juga ini menyarankan agar Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara tetap menolak keinginan Virtue PT Dragon Nickel Industry mendatangkan TKA dimasa pandemi ini, karena akan menimbulkan gejolak pertumpahan darah.

"Secara tegas masyarakat Sultra menolak kedatangan mereka, sy kira bapak Gubernur harus mempertimbangkan hal ini apabila kedatangan mereka tetap di restui oleh Pemerintah Provinsi di khawatirkan akan terjadi pertumpahan darah antara warga lokal dan para TKA, "Ucap pria yang lebih akrab disapa Hendrik ini.

VIDEO PILIHAN