Mohon tunggu...
James Martua Purba
James Martua Purba Mohon Tunggu... Petani - Digital Cooperative and Financial Enthusiast

Berbagi pengalaman, pengetahuan dan kebaikan untuk kebersamaan. Percaya dengan gotong royong, kebersamaan dan kekeluargaan semua akan baik-baik saja. *Love GOD, Indonesia and Family* purbajamesnw@gmail.com, WA : 081321018197

Selanjutnya

Tutup

Financial

Bunga Tabungan Bank 0%, Buruan Simpan di Koperasi (Digital)!

28 September 2022   01:33 Diperbarui: 28 September 2022   01:43 509 7 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Mungkin dulu menabung (menyimpan ) di koperasi terdengar kuno. Namun ternyata, ada banyak manfaat yang  didapatkan dengan menabung di koperasi, selain juga anggota adalah pemilik Koperasi. Koperasi umumnya memberikan bunga yang lebih tinggi dibandingkan Bank kepada anggotanya. Selain itu, koperasi juga dikenakan pajak yang lebih rendah"

PERILAKU konsumsi masyarakat umumnya yang semakin banyak dan terbiasa menggunakan uang digital/cashless (non tunai) seperti e-money, transfer, QRIS dsb untuk transaksi  dan belanja online  menjadi salah satu penyebab Bank memberikan bunga 0 % ! kepada Nasabah, dengan tabungan di bawah Rp 1.000.000 ! Bahkan, ada juga yang tak memberi bunga meski tabungan mencapai Rp50 juta. Contoh : untuk produk Tahapan BCA , rekening dengan saldo berjumlah di bawah Rp 10 juta maka suku bunganya hanya 0,00 persen, sedangkan untuk saldo berjumlah di atas Rp 1 miliar hanya 0,05 persen.

Banyak orang tidak menyadari, bahwa selain bunga 0 %, tabungan di atas Rp 50.000.000  juga diberikan bunga yang sangat kecil! Ini bisa jadi berita buruk dan berita baik. Berita buruk bagi Nasabah yang selama ini mengharapkan bunga simpanan Bank, dan berita baik bagi Non Bank , seperti Koperasi. Kita bisa melihat table perbandingan suku bunga yang diberikan oleh Bank Konvensional, Bank Digital dan Koperasi.

BIAYA ADMINISTRASI REKENING DAN KARTU, MANA TAHAN !

Seorang Nasabah Bank yang sangat kritis pernah menghitung, bahwa  suku bunga simpanan yang kecil tsb  tidak menutup besarnya potongan administrasi tersebut. "Dengan hitungan sederhana, bila saldo di tabungan Anda tidak sampai Rp23 juta, maka bunga yang diperoleh tidak akan cukup menutup biaya administrasi rekening dan biaya administrasi kartu. Anda tekor dan bank dapat duit gratisan," kata Poltak, seorang Kepada Divisi di Bursa Efek Jakarta (Tirto.id).

Tentu tujuan Nasabah tersebut bukan melarang orang menabung di Bank, tapi merupakan edukasi kepada masyarakat agar cermat melakukan portofolio pemanfaatan tabungan.

BERITA BAIK BAGI KOPERASI

Di sisi lain, Bank Digital (tidak sama dengan Bank konvensional) yang pelayanannya sangat efisien karena tidak perlu cabang, memberikan bunga yang jauh lebih besar, bahkan fantastis. OJK tidak mempermasalahkan hal tsb bahkan menyatakan bahwa trend suku bunga tabungan yang rendah ini  terjadi lantaran likuiditas perbankan yang masih cukup meski pertumbuhan kredit terus meningkat melampaui pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). "Fenomena ini nampaknya hanya terjadi pada Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) 4 dan bank dengan tingkat digitalisasi yang sudah advance," (Kompas.com)

Mungkin inilah saatnya Koperasi bangkit, terutama yang telah mendigitalisasi koperasinya, atau Koperasi Digital (KD) yang  lebih transparan dan akuntabel, layaknya Bank Digital (BD). Mungkin dulu menabung (menyimpan ) di koperasi terdengar kuno. Namun ternyata, ada banyak manfaat yang  didapatkan dengan menabung di koperasi, selain juga anggota adalah pemilik Koperasi. Koperasi umumnya memberikan bunga yang lebih tinggi dibandingkan Bank kepada anggotanya. Selain itu, koperasi juga dikenakan pajak yang lebih rendah.

Di tengah stigma koperasi yang jadul, tradisional dan kurang transparan, saatnya melakukan transformasi ke digital sehingga setara dengan Bank Digital, yang juga memberikan bunga lebih baik dibandingkan bank konvensional

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan