Mohon tunggu...
Jackson Kumaat
Jackson Kumaat Mohon Tunggu...

"Politisi muda yang selalu berharap adanya perbaikan hidup bangsa dan negara yang lebih baik dan benar melalui tulisan-tulisan, sehingga Indonesia menjadi bangsa yang disegani dan negara yang dihormati"

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Artikel Utama

Economic: Jakarta Jadi No 1 Tempat Investasi Properti Terbaik Asia Pasifik

11 Desember 2012   04:49 Diperbarui: 24 Juni 2015   19:51 0 4 8 Mohon Tunggu...
Economic: Jakarta Jadi No 1 Tempat Investasi Properti Terbaik Asia Pasifik
1355205913414391591

[caption id="attachment_228815" align="aligncenter" width="620" caption="Ilustrasi/ Admin (Kompas)"][/caption]

Siapa sangka Jakarta menjadi tempat untuk investasi yang paling menjanjikan di Asia Pasifik sepanjang tahun 2013 mendatang? Padahal selama ini, China-lah yang menjadi tempat paling ideal untuk investasi properti.

Menurut berita yang dilansir dari CNN berjudul ‘Best place to buy property in Asia’, ibukota Indonesia yang berpenduduk 10 juta orang itu, diperkirakan menjadi pasar real estate papan atas di 2013. Jakarta berdampingan dengan Hong Kong, Singapura dan Sydney di urutan dua, tiga dan empat.

Peringkat ini didasari oleh survei PriceWaterhouseCoopers (PwC) dan Urban Land Institute yang berbasis di Washington DC. Rekomendasi untuk membeli properti di Jakarta didasari oleh kondisi perekonomian Indonesia, yang meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Bisa jadi, hal ini yang menjadi daya tarik tersendiri oleh para investor asing.Bagi saya, rekomendasi untuk membeli properti di Jakarta cukup mengejutkan, karena menurut PwC, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mampu mengesankan para investor internasional.

Sejumlah dasar menjadi pemicu trend positif perekonomian Jakarta. Di antaranya adalah meningkatnya permintaan dari perusahaan asing dan nasional, sehingga harga sewa perkantoran ikut melonjak hingga 30 persen pada kuartal ketiga.

Meski posisi Jakarta dalam bisnis properti naik 10 peringkat dibandingkan dengan tahun lalu, namun kondisi ini bukanlah ukuran mutlak dalam berinvestasi. PwC juga memperingatkan agar para investor tetap berhati-hati, karena negeri ini masih menghadapi masalah dengan sulitnya akses kredit bank dan kemungkinan adanya sengketa lahan.

Nah, inilah saatnya para aparatur pemerintahan meningkatkan kinerjanya. Kepastian hukum dalam berinvestasi merupakan barometer stabilnya perekonomian. Jika tahun 2013 mendatang kondisi ini tak dapat dipelihara, maka tak mustahil akan membuat kalangan investor asing memindahkan investasi propertinya dari Jakarta, atau bahkan hengkang dari Indonesia.

Mudah-mudahan Gubernur kita, Pak Jokowi, bisa membaca tren peluang bisnis properti ini. Dengan adanya rencana pembangunan sarana transportasi KRL, MRT, busway dan monorel yang terintegrasi, maka Pemprov DKI Jakarta bisa memanfaatkan sejumlah aset propertinya yang lokasinya strategis. Salah satunya, yakni memanfaatkan gedung perbelanjaan dan perkantoran sebagai lokasi halte/stasiun penumpang atau sebagai penghubung antar-halte. Strategi ini sudah diterapkan di negara-negara yang memiliki sistem transportasi publik yang terintegrasi.

Salam Kompasiana!

Jackson Kumaat on :

My Blog KompasianaWebsiteFacebookTwitterPosterousCompanyPolitics |

KONTEN MENARIK LAINNYA
x