Mohon tunggu...
Jordan Limuissa
Jordan Limuissa Mohon Tunggu... Penulis lepas

Penulis lepas

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

PSI, Terang di Gelapnya Covid-19

11 Mei 2020   17:00 Diperbarui: 11 Mei 2020   16:57 77 1 0 Mohon Tunggu...

Global Pandemic Covid 19 di Indonesia, memang begitu suram dan membuat kita semua murung. Banyak orang yang mengalami kerugian baik secara material, maupun non material. Segala sektor dihantam karena badai Covid 19 yang melanda dunia, tak terkecuali Indonesia.

Serangan yang langsung menghantam sistem pernafasan manusia, paru-paru, merembet dan menjalar ke mana-mana. Bukan hanya dunia medis yang kewalahan, berbagai sisi dari pilar perekonomian, sosial, budaya dan keagamaan pun terkena imbasnya.

Gelapnya Covid 19 menyelimuti Indonesia, membuat terang-terang itu bermunculan. Selama ini, lilin-lilin kecil ini mungkin tidak kelihatan karena terangnya mata kita. Seringkali kita tidak menyadari bahwa lilin-lilin kecil itu ada di Indonesia. Salah satunya adalah PSI.

PSI adalah partai yang bisa diibaratkan sebagai terang kecil. Kenapa penulis katakan kecil? Karena secara usia, partai ini baru berdiri tidak sampai 10 tahun. Partai termuda di antara segala partai yang berkontes di pemilu 2019 silam. Partai terbaru yang muncul dengan segala idealismenya yang besar.

Mimpi besar itu baik, dan menjadi sebuah hal yang lebih baik lagi jika mimpi itu dijalankan dan diupayakan dengan kerja keras setiap anggota partai tersebut. Di tahun 2019, PSI memang tidak ditakdirkan untuk mengisi kursi-kursi di DPR-RI karena secara parliamentary threshold, tidak cukup.

Caleg-calegnya yang berebut kursi di DPR-RI bukan kaleng-kaleng. Namun PSI dipercayakan hal yang kecil terlebih dahulu. Idealisme yang besar, butuh waktu untuk bertumbuh dan diuji terlebih dahulu. Seperti sourdough starter yang dibuat oleh para baker alias pembuat kue, mereka harus dibiakkan terlebih dahulu.

PSI dipercaya mengisi beberapa kursi di DPR-D berbagai daerah. Ada yang di Jakarta, Surabaya, Nias Selatan, Bandung, Tangerang, Manado dan berbagai daerah. Penulis sekarang khusus ingin menceritakan tentang para anggota legislatif yang ada di DKI Jakarta. Mereka terdiri dari 8 orang.

Kedelapan orang ini, menjalankan tugasnya dengan sangat serius. Mengkritisi kebijakan-kebijakan dan keputusan-keputusan gubernur yang dianggap janggal. Sebagai legislator, mereka mengembalikan fungsi perwakilan rakyat, yang selama ini hilang dari citra DPR-D. PSI tidak sendirian. PSI ditemani banyak anggota legislatif yang juga memiliki hati.

Tidak semua anggota DPR-D non PSI jelek. Ada yang bagus. Ada yang mencoba untuk serius memikirkan masyarakat. Ada juga tapi yang membela-bela Anies dengan segala kerusakan yang dikerjakan oleh Anies. Tapi ya sudah lah, biarlah pandangan mereka, bisa mereka pertanggungjawabkan. Setiap orang punya hak untuk berpihak.

PSI membuktikan bahwa partai mereka bukan kaleng-kaleng. Dalam wabah alias pagebluk Covid 19 yang menghantam Indonesia, PSI memfokuskan untuk memperhatikan masyarakat yang terdampak Covid 19. PSI menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai partai yang memperhatikan dan mewakili rakyat.

Mereka yang lapar diberikan makanan. Mereka yang tidak punya rumah, diperhatikan dan diminta untuk pulang kampung atau disewakan tempat kos-kosan kecil sederhana. Mereka yang tidur di pinggir jalan, kalau tidak disewakan kos-kosan kecil, mereka diberikan masker dan makanan yang cukup.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x