Mohon tunggu...
Narliswandi Piliang
Narliswandi Piliang Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Traveller, Content Director, Citizen Reporter, Bloger, Private Investigator

Business: Products; Coal Trading; Services: Money Changer, Spin Doctor, Content Director for PR, Private Investigator. Social Activities: Traveller, Bloger. email: iwan.piliang7@yahoo.com\r\nmobile +628128808108\r\nfacebook: Iwan Piliang Dua , Twitter @iwanpiliang7 Instagram @iwanpiliangofficial mobile: +628128808108

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Teroriskah Ustad Somad

24 Desember 2017   11:19 Diperbarui: 27 Desember 2017   21:40 2160
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Penggeledahan terhadap Abdul Somad terjadi kurang lebih selama sampai 45 menit. Setelah penggeledahan usai, petugas tersebut  langsung mengantar kembali Ustad Somad ke dalam pesawat ditumpanginya saat datang ke Hongkong. 

Ustad Somad pun diminta kembali ke Indonesia tanpa alasan jelas.  "Saya tanya kenapa? Dia bilang kita belum bisa memberi izin untuk masuk  tanpa menyebut alasan," kata Ustad.

Klarifikasi lengkap dari Ustad Abdul Somad soal kejadian di Bandara Hongkong yang dikutip dari laman resmi FB-nya:

1. Saya sampai di Hongkong pukul 15.00 WIB (jam tangan belum saya rubah).

2. Keluar dari pintu pesawat, beberapa orang tidak berseragam  langsung menghadang kami dan menarik kami secara terpisah; saya, Sdr.  Dayat dan Sdr. Nawir.

3. Mereka meminta saya buka dompet. Membuka semua kartu-kartu yang  ada. Diantara yang lama mereka tanya adalah kartu nama Rabithah Alawiyah  (Ikatan Habaib). Saya jelaskan. Di sana saya menduga mereka tertelan  isu terorisme. Karena ada logo bintang dan tulisan Arab.

4. Mereka tanya-tanya identitas, pekerjaan, pendidikan, keterkaitan  dengan ormas dan politik. Saya jelaskan bahwa saya murni pendidik,  intelektual muslim lengkap dengan latar belakang pendidikan saya.

5. Lebih kurang 30 menit berlalu. Mereka jelaskan bahwa negara mereka  tidak dapat menerima saya. Itu saja. Tanpa alasan. Mereka langsung  mengantar saya ke pesawat yang sama untuk keberangkatan pukul 16.00 WIB  ke Jakarta.

Ustad Abdul Somad kemudian berpesan agar sahabat-sahabat panitia  jangan pernah berhenti menebar kebaikan di jalan dakwah. Meski banyak 

kejadian di luar harapan. 

"Kita hanya bisa berusaha dan berdoa. Qaddarallah, ada hikmah di  balik itu semua. Mohon maaf tidak terhingga buat sahabat-sahabat  pahlawan devisa negara di Hongkong," tuturnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun