Mohon tunggu...
Ita Siregar
Ita Siregar Mohon Tunggu... Administrasi - Pengarang. Pemetik cerita. Tinggal di Balige.

Merindu langit dan bumi yang baru.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Teologi Bernyanyi: Menemukan Makna dalam Kata dan Nada

25 April 2024   06:06 Diperbarui: 25 April 2024   06:28 124
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Lyfe. Sumber ilustrasi: FREEPIK/8photo

Teks Windy Mulia Liem*
 
Masih ingat kapan dan di mana pertama kali bernyanyi? Dan lagu apa yang dilantunkan?

Jika tidak yakin jawabannya, mungkin karena pengalaman itu ketika Anda masih sangat muda. Orangtua atau kerabat mungkin adalah guru sekaligus penggemar pertama Anda ketika pertama bernyanyi.

Bernyanyi adalah salah satu cara bercerita. Lagu Rasa Sayange mungkin diperebutkan oleh dua negara karena tidak tercatat asal-usul dan penciptanya. Bagi masyarakat Maluku, lagu itu telah turun-temurun dilantunkan, mengisahkan kecintaan pada kampung halaman.

Bernyanyi juga menjadi satu ciri khas orang Kristen. Pertama kali saya ke Sekolah Minggu, aktivitas saya adalah bernyanyi. Partisipasi aktif jemaat gereja biasanya terdiri dari tiga: berdoa, mendengarkan (Firman Tuhan), bernyanyi.

Seorang teman Muslim saya pernah bertanya: kenapa orang Kristen bernyanyi di gereja? Giliran saya bingung, hmm ... kenapa ya? Mari kita telusuri bersama.

Bernyanyi sebagai Tradisi


Dari mana berasal tradisi bernyanyi di gereja? Kita mungkin berpikir itu warisan tradisi ibadah Yahudi di sinagog. Namun, rujukan pada abad pertama menyebutkan urutan ibadah di sinagog: berdoa, mendaras Kitab Suci dan homili (khotbah). Bernyanyi dan bermain musik merupakan tugas kaum Lewi. Tidak terlacak tradisi kuno mereka di sinagog melibatkan aktivitas bernyanyi. (Smith, 1994).

Dalam tradisi Yahudi, bernyanyi ditemukan dalam perkumpulan religius yang lebih privat. Dilakukan di rumah saat Paska, pesta perkawinan dan upacara pemakaman. Bernyanyi solois, bernyanyi bersahutan atau paduan suara. Aktivitas bernyanyi juga tercatat dalam makan malam terakhir dalam Perjanjian Baru (Mat 26:30 & Mrk 14:26).

Persekutuan gereja Kristen mula-mula mirip perkumpulan privat Yahudi. Pada dua abad setelah Masehi, persekutuan biasanya diadakan di rumah-rumah. Selain beribadah, mereka makan bersama. Beberapa sumber menyebutkan mereka berjaga-jaga sepanjang malam setelah ibadah (Smith, 1994).

Kemiripan-kemiripan tersebut menjadi dasar kemungkinan bernyanyi di gereja dipengaruhi oleh perkumpulan privat religius Yahudi.

Bernyanyi sebagai pernyataan teologis
Ada tiga jenis lagu ibadah Kristen yang kita kenal sekarang, yaitu kidung (hymn), mazmur (psalm) dan pujian dan penyembahan kontemporer (praise & worship songs).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun