Mohon tunggu...
KKN UM PAGEDANGAN
KKN UM PAGEDANGAN Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswi di Universitas Negeri Malang Program Studi S1 Pendidikan Geografi

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Tanggap Mitigasi Bencana Usia Dini, Mahasiswa KKN UM Memberikan Penyuluhan Mitigasi Bencana Alam Gempa Bumi

24 Juni 2019   21:30 Diperbarui: 24 Juni 2019   21:49 318 0 0 Mohon Tunggu...

MALANG - Kondisi geografi Malang merupakan kondisi bentang alam dimana manusia dan alam berinteraksi. Kabupaten Malang memiliki potensi bencana alam yang tinggi. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Malang, Bambang Istiawan, mengatakan hal itu menjadikan potensi bencana paling komplek nomor 2 se-Jatim setelah Banyuwangi. 

"Bencana memang tidak diharapkan ada dan terjadi, tapi setidaknya kita tahu dan siap dalam menghadapinya dimanapun berada" ungkap Senn, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang di Desa Pagedangan Kecamatan Turen Kabupaten Malang.

Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang menggelar penyuluhan dan simulasi mitigasi bencana alam gempa bumi pada 25 mei 2019 di Sekolah Dasar Negeri Pagedangan 02 dan 28 mei 2019 di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Hidayatul Falah. Penyuluhan dan simulasi mitigasi bencana alam gempa bumi merupakan salah satu program kerja Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang di Desa Pagedangan Kecamatan Turen Kabupaten Malang. 

Program kerja ini bertujuan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai mitigasi bencana alam gempa bumi dan mengurangi resiko atau dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam khususnya bagi penduduk, seperti korban jiwa (kematian), kerugian ekonomi, serta kerusakan Sumber Daya Alam. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan penyuluhan saja, tapi juga digelar simulasi agar peserta didik sekolah dasar dapat mengimplementasikan upaya dan tindakan yang harus dilakukan apabila bencana alam gempa bumi terjadi.

Sasaran dari kegiatan ini adalah pelajar tingkat Sekolah Dasar di Desa Pagedangan Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Berdasarkan rundown yang telah dibuat, saat dikelas, panitia membunyikan sirine yang maksudnya digunakan sebagai pertanda gempa bumi terjadi, kemudian peserta didik lari melalu jalur evakuasi menuju titik kumpul yang berada ditanah lapang. Sedangkan, ada beberapa peserta didik yang berperan menjadi korban bencana dan penyelamat.

Simulasi dilakukan agar peserta didik tidak panik saat terjadi bencana alam. Peserta didik perlu memahami agar siap siaga dalam menghadapi bencana, mengurangi resiko bencana alam mulai dari tingkat anak usia dini.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x