Mohon tunggu...
Isti Anatul mufarokhah
Isti Anatul mufarokhah Mohon Tunggu... Mahasiswi

Bermanfaat untuk semua orang

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Krisis Ekonomi di Tengah Pandemi: Digital Ekonomi Menjadi Peluang Para UMKM

21 Januari 2021   19:22 Diperbarui: 21 Januari 2021   19:28 82 1 3 Mohon Tunggu...

Dunia saat ini tengah berperang melawan pandemi yang bernama virus corona atau Covid-19. Wabah virus corona ini pertama kali menyerang Negara China yang tidak lama kemudian menyerang ke berbagai negara. Penyebaran virus coron ini melalui kontak fisik, percikan bersin, dan air liu pun bisa memudahkan terjadinya penularan virus tersebut. Sejak adanya virus corona ini masyarakat resah. Hal ini membuat masyarakat semakin resah dan panik dalam menghadapi virus corona ini. Sejak adanya virus corona ini masyarakat resah. Akibat adanya pandemi virus corona ini masyarakat diharuskan untuk tidak keluar rumah, tidak berkerumun, dan tidak melakukan kontak langsung.

Akibat adanya pandemi virus corona ini masyarakat diharuskan untuk tidak keluar rumah, tidak berkerumun, dan tidak melakukan kontak langsung. Pemerintah menerapkan berbagai kebijakan upaya mencegah penularan virus corona tersebut.salah satunya pemerintah menerapkan berbagai aturan untuk pencegahan penyebaran virus Covid-19. Salah satunya adalah dengan menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Pembatasan sosial berskala besar ini sudah diterapkan dibeberapa wilayah. Pembatasan ini upaya memutus penyebaran wabah corona ini. dengan ppembatasan sosial berskala besar ini masyarakat memilih untuk dirumah saja karena mereka takut terpapar cirus tersebut.

Terjadinya wabah Covid-19 ini memberikan dampak dalam kehidupan masyarakat. dampak tersebut dapat dirasakan di berbagai bidang seperti dalam bidang pendidikan, politik, sosial dan salah satunya lagi dalam bidang ekonomi. Jika dalam bidang sosial masyarakat lebih memilih untuk berindividu karena mereka takut terpapar virus corona jika berkerumun atau bergerombol. Kemudian, dalam bidang ekonomi ini, saat pandemi seperti ini ekonomi masyarakat menurun yang mana masyarakat memilih untuk meminimalisir pengeluaran. Kondisi ekonomi saat ini menurun, bukan lagi seperti tahun sebelumnya.

Kondisi ini juga dapat memicu pada sektor perdagangan bahkan juga dapat memicu pada perdagangan internasional. Seperti di indonesia sendiri yang mana berbagai sektor harus terkendala dalam prosesnya termasuk perdagangan. Pelarangan ekspor-impor pangan, alat kesehatan, dan lain-lain terganggu total. Selain itu untuk biaya logistik serta bahan makanan juga meningkat pesat, dengan adanya lockdown ataupun karantina diberbagai wilayah di Indonesia maupun di luar negeri pengiriman bahan, makanan harus memakan waktu yang lebih lama tidak seperti biasanya, hal ini dikarenakan adanya peraturan protokol kesehatan dari pemerintah guna mengurangi penyebaran Covid-19.

Tidak hanya pada sektor perdagangan saja, dalam perusahaan ataupun pabrik ini mau tidak mau juga ikut terdampak ekonominya, yang mana beberapa perusahaan, pabrik-pabrik harus mengurangi karyawan bahkan juga bisa memberhentikan secara paksa dan mendadak (PHK), merumahkan karyawan-karyawan, ada yang di bayar, pemutusan kontrak kerja, dan ada yang tidak dibayar. Beberapa perusahaan diharuskan merumahkan karyawannya sejak ada pandemi sekitar bulan maret.
Dalam merumahkan karyawannya, banyak terjadi akibat kesalahpahaman bagi pabrik atau perusahaan serta pekerja terkait status pekerja yang dirumahkan atau tidak di gaji sementara waktu. Akibatnya,  banyak perusahaan atau pabrik yang memanfaatkan saat masa pandemi untuk merumahkan pekerjanya tanpa dibayar, akan tetapi pekerja tersebut tidak bisa melakukan apa-apa. Dengan begitu mereka tidak mendapatkan penghasilan dikarenakan mereka dirumahkan oleh perusahaana atau pabrik tempat kerjanya. Hal ini membuat masyarakat semakin resah dikarenakan perekonominya menurun. Masyarakat berharap pemerintah memikierkan permasalah pada saat ini yaitu ekonomi masyarakat saat pandemi menurun.
Begitupula pada pekerja informal (yang tidak tetap pekerjaannya) akan sangat merasakan dampaknya seperti tukang becak, tukang parkir, gojek, dan lain-lain. jika mereka tidak bekerja mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga, mereka bekerja saja masih belum cukup untuk kebutuhan keluarga apalagi tidak bekerja mau makan apa nantinya. Banyak berbagai sektor yang sangat merasakan dampaknya. Pedagang pasar pun ikut merasakan akibat pandemi virus corona ini. yang mana pandemi ini berimbas juga pada dunia perdagangan di pasar yang mengakibatkan  omzet mereka pada turun. pedagang pasar pun ikut merasakan dampaknya yaitu pada ekonomi yang menurun. kalau tidak bekerja, masyarakat mau makan apa, masyarakat akan kelaparan.

Jika kondisi seperti terus menerus masyarakat banyak yang kelaparan karena tidak bekerja yang mana sudah di rumahkan, tidak digaji/tidak dibayar, mereka akan menganggur dan tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Untuk bisa bekerja masyarakat harus melakukan protokol kesehatan dengan benar. Seperti di pasar untuk penjualnya harus melakukan tes swab terlebih dahulu, harus menyiapkan tempat mencuci tangan disetiap toko, dan menggunakan masker baik untuk penjual maupun pembeli.

Hal ini menuntut para UMKM untuk lebih inovatif, kreatif dalam menjalankan perekonomiannya disaat pandemi seperti ini. untuk bertahan hidup masyarakat pelaku usaha harus bisa memaksimalkan teknologi. Keberadaan teknologi digital ini memudahkan para pelaku usaha yang mana bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi saat pandemi seperti ini. ekonomi digital yang merupakan segala bentuk aktivitas ekonomi yang mana memanfaatkan bantuan teknologi infomasi dan komunikasi. Seperti contoh transaksi jual beli, marketting, dan lain-lain yang bisa mempengaruhi perekonomiannya. Ekonomi digital ini baik untuk peluang tersendiri bagi industri UMKM yang mana UMKM ini dapat memasarkan sebuah produk atau jasa dengan jangkauan lebih luas serta lebih mudah dan UMKM tersebut akan bertahan.

VIDEO PILIHAN