Mohon tunggu...
ISNA APRIYANTI
ISNA APRIYANTI Mohon Tunggu... seseorang yang memiliki rasa ingin tahu

belajar hal baru merupakan tantanganku

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pendidikan di Masa Covid-19 Berdampak pada Aktivitas Belajar Peserta Didik

6 Agustus 2020   16:43 Diperbarui: 6 Agustus 2020   16:48 56 1 0 Mohon Tunggu...

Virus Corona (COVID-19) merupakan penyakit baru yang yang datang dari kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Penyakit yang belum dikenal oleh orang awam sebelumnya, virus ini merambat dengan sangat pesat hingga ke berbagai negara, penularan dari virus ini diperkirakan seperti halnya batuk atau bersin, sebagaimana penyakit Influenza. Penyakit ini berdampak sangat pesat di Indonesia begitupun dalam bidang Pendidikan.

Sekolah merupakan faktor terpenting dalam mencapai Tujuan Pendidikan, ketika wabah mulai merambat hingga kepenjuru dunia, maka aktivitas belajar mengajar yang biasanya dilakukan oleh Guru dan Murid secara langsung, kini dilakukan secara Daring tanpa adanya tatap muka secara langsung diantara keduanya. 

Dengan memanfaatkan teknologi digital untuk tetap belajar secara online kini pembelajaran dilakukan secara jarak jauh. Menurut Bapak Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan metode ini dilakukan untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan guru, murid dan orang tua.

Seperti yang kita ketahui  anak didik bergerak sangat aktif, dikhawatirkan penularan yang terjadi bisa sangat signifikan, dengan begitu pembelajaran secara online tetap dilakukan hingga keputusan berikutnya di sepakati oleh pemeritah.

Menurut Bapak Ubaid, kemendikbud hanya terpaku kepada konsep Merdeka Belajar yang di usung oleh Bapak Nadiem. Dimana pendidikan dan Institusi Pendidikan diberi kebebasan penuh untuk berinovasi dalam menjalankan pendidikan dengan memanfaatkan teknologi pendidikan yang ada.

"Ada beberapa hal yang menuntut guru dan pihak sekolah untuk bertindak secara kreatif, untuk mengatasi permasalahan pendidikan di masa pandemi ini dengan penuh keterbatasan. Tidak semua siswa yang berada di pedesaan khususnya memiliki akses internet yang memadai dan listrik, dengan keterbatasan yang ada menjadi salah satu kendala dalam menjalankan proses belajar mengajar secara online ini." Ungkap Nadiem melalui Konferensi Video pada Selasa (24/3) lalu. 

Hingga saaat ini belum ada metode yang memadai dalam menjalankan aktifitas pembelajaran yang efektif, efisien untuk keberlangsuangan pendidikan yang berkualitas di tengah wabah covid-19.

Sudah hampir 3 bulan lamanya para siswa belajar secara daring/online, barangkali untuk para guru dan siswa di perkotaan tidak terlalu banyak mengalami kendala dalam menerapkan proses Kegiatan Belajar Mengajar melalui daring/online tapi bagi sekolah yang berada di pelososk-pelosok desa secara daring ini banyak kendala terutama akses internet dan fasilitas pembelajaran lainnya. 

Sistem pembelajaran secara online ini menuntut siswa belajar secara mandiri serta membutuhkan fasilitas dan sumberdaya yang memadai. Tak sedikit sekolah yang tidak bisa menjalankan metode pembelajaran jarak jauh tersebut, ada banyak sekolah yang meliburkan proses pembelajaran selama wabah covid-19 ini.

Banyak diantara wali murid yang merasa resah ketika pembelajaran jarak jauh ini terlaksana, bagaimana bisa? Jelas, siswa bukannya fokus pada pembelajaran yang diberikan kepada guru malah asik dengan ponselnya untuk melakukan aktivitas diluar materi pembelajaran, belum lagi dengan kuota internet yang selalu banyak terpakai demi sang buah hati agar bisa belajar. 

Nyatanya merasa tidak senang belajar dirumah dengan tugas yang menumpuk datang guru membuat peserta didik merasa jenuh akan belajar, hal tersebut membuat berbagai pihak angkat suara agar permendikbud membuat kurikulum darurat di masa pandemi saat ini. Setelah beberapa bulan, permendikbud mengeluarkan surat edaran Sekretaris Jenderal  Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari rumah dalam masa penyebaran Covid-19.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN