Mohon tunggu...
Olahraga

Kento Momota dan Skandal Judi Ilegal

11 April 2016   11:03 Diperbarui: 11 April 2016   11:10 0 1 1 Mohon Tunggu...

Akhir-akhir belakangan ini dunia bulutangkis diterpa kabar kurang menyenangkan. Kento Momota, pemain tunggal putra asal negeri sakura Jepang berusia 21 tahun,  yang ketika itu sedang mengikuti turnamen Malaysia Open Super Series Premier, tiba-tiba mengundurkan diri (Walkover) setelah memenangi pertandingan di babak pertama melawan pemain asal India, Prannoy H.S . Alasan awal mundurnya Momota diberitakan karena sakit, namun selang beberapa jam kemudian muncul kabar bahwa alasan Momota mundur dikarenakan ia dan rekannya, Kenichi Tago diduga terlibat dalam kasus perjudian casino ilegal. Hal tersebut membuat Momota dan Tago segera terbang ke Jepang untuk mengkonfirmasi kebenaran terkait berita yang beredar.

Dalam konfrensi pers, Momota dan Tago mengakui semua perbuatan yang telah mereka lakukan. Momota diketahui sudah 6 kali mengunjungi lokasi perjudian ilegal tersebut dengan nilai taruhan mencapai puluhan juta rupiah, sedangkan rekannya, Tago sudah lebih dari 60 kali dengan nilai taruhan mencapai milyaran rupiah. Asosiasi Bulutangkis Jepang pun tidak tinggal diam dengan kejadian ini, mereka memberikan sanksi kepada kedua pemain tersebut. Kento Momota dicoret dari daftar pemain untuk perhelatan Olimpiade Rio de Jainero Brazil 2016 dan dilarang mengikuti turnamen bulutangkis sampai waktu yang tidak ditentukan, sementara Kenichi Tago diberikan hukuman lebih berat, yakni namanya di coret dari daftar pemain Jepang. Mengutip dari pernyataan Bambang Roedyanto atau yang oleh penikmat bulutangkis akrab di sapa Koh Rudy, menuliskan status di akun facebook pribadi miliknya (Rudy Roedyanto)

" Dari laporan media jepang, momota tdk di tim nasional lagi sampai waktu yg belum ditentukan... Artinya kalau attitudenya momota membaik dan bisa dimaafkan oleh masyarakat jepang, baru bisa main lagi... Tago dihukum lbh berat jadi karir Tago bisa dikatakan berakhir... "

 

Untuk diketahui, perjudian yang dilakukan Momota dan Tago adalah judi ilegal yang dibawah naugan organisasi Yakuza. Dikatakan ilegal karena uang hasil dari taruhan/judi tersebut dipakai untuk sponsor kegiatan kriminal. (IM)