Mohon tunggu...
Alfathan Rahman
Alfathan Rahman Mohon Tunggu... Blogger, kompasiana kontributor

Full time Blogger Ismimalfathan www.ismimalfathan.wordpress.com "Membangun bangsa dengan tulisan"

Selanjutnya

Tutup

Balap Pilihan

No Rossi? Still Party

22 Agustus 2019   13:41 Diperbarui: 22 Agustus 2019   13:52 80 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
No Rossi? Still Party
cnnindonesia.com

Valentino Rossi, apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama itu. MotoGP, Italia, Yamaha, Honda, Tuvilia, The Doctor, atau..... Tak cukup saya menyebutkan satu per satu untuk mendeskripsikan dirinya. Sudah ada jutaan manusia yang mendeklarasikan sebagai penggemar sang pembalap ikonik yang memakai nomor 46 satu ini. 

Gaya nyentriknya yang juga dilengkapi dengan keramahan terhadap fans serta selaras dengan prestasinya yang melegenda di dunia balap motor, membuat Rossi menjadi salah satu orang yang berpengaruh dalam sejarah. Kesannya yang terlalu melekat terhadap MotoGP membuat mindsett banyak orang akan selalu menyandingkan namanya terhadap apapun yang berhubungan dengan MotoGP dan balap motor. 

Rossi mengawali karirnya di kelas premier pada tahun 2000 silam. Artinya tahun 2019 ini merupakan musim ke-19 bagi dirinya dalam berkiprah di MotoGP. Selama itu pula 89 kemenangan telah ia raih dan menjadi yang terbanyak hingga saat ini. Tidak berlebihan rasanya apabila banyak orang yang beranggapan bahwa ia adalah salah satu yang terbaik dalam sejarah.

Mengingat jemari tidaklah cukup untuk menghitung semua pencapaian yang telah ia raih. Namun seiring berjalannya waktu, kajayaan demi kajayaan, prestasi demi prestasi akhirnya tergerus oleh senjanya usia. Kemenangan pun seakan enggan menghampiri selama dua tahun terakhir. Banyak sekali faktor yang sama sekali tidak mendukung Rossi untuk terus menggoreskan tinta serta pundi-pundi kemenangannya.

Salah satunya tentu naik turunnya performa YZR-M1 sebagai amunisi utama tim garpu tala dalam mengarungi kompetisi MotoGP. Ditambah lagi penyematan serta pengaplikasian elektronik yang lebih kompleks juga sedikit banyak cukup menyulitkan. Dan kita pun kini harus menerima kenyataan, bahwasannya sang 46 sudah tidak sekuning seperti sedia kala..

Regenerasi di MotoGP, Terealisasikan walaupun Tak Diinginkan.....

Saya masih ingat kata-kata seorang Casey Stoner yang menyatakan, "saat ini MotoGP terlalu Valentinocentris, dimana anggapan mengenai Valentino Rossi sangat berlebihan." Hal itu terlontar sebagai luapan kekecewaan The Kuri-kuri boy akan fenomena kompetisi MotoGP yang terlalu mengagungkan nama Rossi secara berlebihan dan menyisihkan pembalap lainnya. 

Hal itu terbukti melalui fenomena di masyarakat saat ini. Salah satunya, mungkin Anda pernah mendengar kata-kata "No Rossi, No Party." Saya tidak pernah menganggap hal itu sebagai salah satu yang berlebihan. Melainkan luapan kecintaan penggemar Rossi akan idolanya itu. Namun hal itu akan menjadi salah apabila anggapan tersebut juga menyisihkan MotoGP secara keseluruhan sebagai sebuah kompetisi..

Sedikit berbahaya ketika begitu masifnya pendukung Rossi yang men-judge bahwa kompetisi MotoGP akan habis sepeninggal The Doctor. Karena pada dasarnya, MotoGP tidaklah hanya sebuah kompetisi melainkan tempat bernaung bagi puluhan bahkan ratusan pembalap yang berkompetisi. Sosok Rossi memang sudah sangat erat kaitannya dengan MotoGP, tetapi MotoGP telah ada sebelum Rossi lahir. 

Kita harus menyadari bahwa nama Valentino Rossi akan tetap abadi walaupun tidak harus menginjakkan kakinya diatas trek. Nama Rossi tidak akan pernah habis walaupun regenerasi akan terus berjalan di kompetisi balap motor terbesar di dunia ini. Tentunya kita harus memberikan kesempatan kepada para jiwa muda yang sudah mulai menunjukkan kiprah dan pengaruhnya, bahkan mulai mengikis nama besar Rossi. 

Rela kehilangan penggemarnya dan harapan akan The Next Valentino Rossi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x