Mohon tunggu...
Ismi Afifah
Ismi Afifah Mohon Tunggu... S1 PWK UNIVERSITAS JEMBER

Hi

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Covid-19 dan Pendapatan Negara

28 Maret 2020   11:42 Diperbarui: 28 Maret 2020   12:11 257 0 0 Mohon Tunggu...

Covid-19 merupakan penyakit yang saat ini sedang mewabah di seluruh dunia. Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus SARS-CoV-2, penyakut ini pertama kali diitentifikasi di kota Wuhan, di provinsi China pada Desember 2019. Covid-19 telah menyebar ke berbagai negara dunia, termasuk Indonesia. Hingga saat ini jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia terus bertambah. Bahkan beberapa pasien yang positif terkena telah dinyatakan meninggal.

Penyebaran virus corona atau Covid-19 juga sudah mulai mengganggu sektor mineral dan batu bara (minerba) di Tanah Air. Direktur Jendral Mineral dan Batubara Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono mengatakan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) mulai terkena dampak dari mewabahnya virus ini di Indonesia.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini terjadi karena sebagian tenaga kerja di fasilitas pengolahan dan pemurnian tersebut berasal dari China. Meskipun pembangunan tetap berlangsung sebagaimana mestinya, namun jumlah pekerjanya berkurang lumayan banyak. Sebagian pekerja asal China yang sedang pulang ke negaranya tidak kembali ke Indonesia dikarenakan adanya virus corona. Sekitar 300-400 pekerja di smelter tersebut merupakan orang China. Hal ini menyebabkan prodsi mengalami gangguan. Tidak hanya itu, kontruksi juga mengalami gangguan dikarenakan kurangnya pekerja.

Untuk jangka pendek tentu belum ada gangguan dan keluhan dari sektor tambang. Harga komoditas mineral dan batu bara juga masih relatif stabil, baik untuk timah, nikel, dan batu bara. Tetapi untuk jangka panjang tentu akan membawa dampak berupa penurunan permintaan. Jika sektor tambang mengalami penurunan permintaan maka ini dapat mempengaruhi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dengan menurunnya pendapatan negara maka tentunya akan memberikan dampak yang buruk bagi perkembangan Indonesia kedepannya.

Tidak hanya itu, selain mempengaruhi sektor tambang wabah virus corona ini juga mempengaruhi sektor pariwisata yang ada di Indonesia. Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan keunikan nya, tidak hanya itu, Indonesia juga terkenal dengan pesona alamnya yang sangat mempesona. Untuk itu pengembangan sektor pariwisata sangatlah cocok untuk jika Indonesia ingin menambah pendapatan negara dan menambah devisa negara. Beberapa tahun terakhir sektor pariwisata yang ada di Indonesia telah berkembang, hal ini juga berdampak baik bagi pendapatan negara. Pendapatan negara meningkat cukup tinggi karena sektor pariwisata.

Antusias dari warga Indonesia maupun warga asing pun sangat besar untuk mengunjungi keindahan alam yang ada di Indonesia. Untuk itu pemerintah telah melengkapi tempat tempat wisata yang ada di Indonesia sengan infrastruktur serta fasilitas yang memadahi. Pemerintah telah mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk pembangunan sektor pariwisata. Belum lagi hotel- hotel dan juga restoran yang dibangun oleh para pengusaha di dekat tempat pariwisata tentu mengabiskan biaya yang tidak sedikit.

Namun kenyataan yang terjadi akhir-akhir ini adalah sektor pariwisata sangatlah sepi. Para turis maupun warga lokal nyaris tiak ada yang berkunjung ke tempat pariwisata. Hal ini disebabkan oleh mewabahnya virus corona. Masyarakat maupun turis asing dari berbagai negara lebih memilih berdiam diri dirumah untuk mencegah penularan virus conona dibandingkan dengan pergi berlibur. Hal ini tentu bagus agar wabah virus corona ini cepat selesai, namun yang terkena dampak buruk adalah sektor pariwisata yang ada.

Pendapatan sektor pariwisata tentu menurun drastis. Hal ini juga menyebabkan pendapatan negara dan juga devisa negara jauh turun dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Pemerintah memperkirakan potensi devisa dari sektor pariwisata yang hilang dikarenakan imbas dari masalah wabah virus corona ini mencapai ratusan juta dolar tiap bulan. "Dampak virus corona, pariwisata ada kerugian kira kira US$ 500 juta per bulan (Rp7 triliun)" kata Mentri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Binsar Pandjaitan.

Pemerintah Indonesia juga telah memutuskan untuk menunda penerbangan dari dan menuju China sejak awal Februari lalu. Hal ini tentu membawa kerugian bagi negara karena selama ini pariwisata Indonesia mendapat banyak sokongan dari China. Mentri Pariwisata Wishnutama Kusubandio menjelaskan turis asal China melakukan kunjungan sebanyak 2,07 juta ke Indonesia pada tahun lalu. Sedangkan biaya total yang dihabiskan bisa mencapai US$ 1.400 untuk setiap kunjungan.

Daerah daerah tujuan wisata yang paling merasakan penurunan jumlah wisatawan yaitu Manaso, Bali, dan Batam. Menurut Deputi Bisang Industri dan Investasi Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Fadjar Hutomo, ada dua faktor yang yang paling bisa merasakan akibat dari wabah virus corona di industri pariwisata Indonesia.

Yang pertama adalah dari sisi supplu dan yang kedua adalah dari sisi demand. Untuk menindak lanjuti hal tersebut, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat ini telah menggodok kebijakan kebijakan untuk membantu sektor pariwisata yang saat ini telah mengalami penurunan dari sisi pemasukan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x