Mohon tunggu...
Alfy IsaMuharram
Alfy IsaMuharram Mohon Tunggu... Jurnalis Petualang

Jurnalis Petualang

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Budaya Indonesia Disambut Meriah Warga Mesir

26 Agustus 2019   08:37 Diperbarui: 26 Agustus 2019   08:54 81 1 1 Mohon Tunggu...

Atmosphere of Indonesia yang diadakan di Kota Asyuth, Mesir telah sukses diselenggarakan pada Rabu, 21/09 sejak pukul 21.00 waktu lokal setempat. Acara tersebut mendapat apresiasi luar biasa dari pemerintah Provinsi Asyuth.  Dalam sambutannya Wakil Dewan Kebudayaan Asyuth mengungkapkan bahwa acara yang dihelat oleh pemerintah Indonesia ini adalah sebuah bentuk aplikasi dari ayat al-Qur'an berkenaan dengan perintah saling mengenal antar bangsa. Lebih dari itu, beliau mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki pluralitas budaya yang akan kita saksikan dalam perhelatan ini.

Pada malam pagelaran budaya kedua negara tersebut, hadir di antaranya Muhammad Aji Surya selaku Wakil Duta Besar KBRI Cairo, pejabat pensosbud dan Atase Perdagangan.  Sedang dari pribumi, mewakili Gubernur, Sekertaris Umum Provinsi Asyuth, Muhammad Abdul Jalil bersama Wakil Kepala Dewan Kebudayaan Asyuth, Fauziyah Abu Naja' dan Mudir opera Asyuth, Hisyam Darwis hadir bersama sekitar ratusan Masyarakat Asyuth menyaksikan acara yang luar biasa tersebut.

Dalam sambutannya, Muhammad Aji Surya menjelaskan di hadapan masyarakat Mesir, bahwa Indonesia adalah negara yang berpenduduk sebanyak 260 juta jiwa dengan jumlah pulau 160 ribu serta suku, bahasa hingga agama yang berbeda-beda, namun meski begitu, Indonesia berdiri kokoh menjadi sebuah negara integral yang berbentuk kesatuan. Selanjutnya, beliau juga menyampaikan bahwa 120 juta jiwa masyarakat Indonesia adalah muslim. yang mana keislaman Indonesia dan Mesir memiliki kesamaan dalam hal kemoderatan. Hal tersebut tidak lepas dari peran mahasiswa Indonesia yang belajar di al-Azhar.

Acara ini menampilkan kesenian budaya kedua negara. Dari Indonesia, Angklung khas Jawa Barat dikomparasi dengan lagu khas Mesir oleh mahasiswa Jawa Barat sebagai bentuk akulturasi di bidang musik. Mahasiswa Banten menampilkan Rampak Bedug khas Banten dengan paduan gerakan silat. Serta Tari Zapin dari mahasiswa Sumatera Utara dan Rapai Geleng dari mahasiswa Aceh. 

Adapun dari pihak pemerintah Provinsi Asyuth menampilkan Tari Ashaya yang berisi gerakan-gerakan perang ala sufi. Kemudian dilanjutkan dengan tari Tamili dan Tari Tannur yang hampir mirip dengan tari sufi asal Turki. Namun bedanya, tari Tannur memiliki warna kostum yang berwarna cerah dengan hijau, kuning dan merah.

Penampilan Angklung oleh Mahasiswa Jawa Barat di Mesir/dokpri
Penampilan Angklung oleh Mahasiswa Jawa Barat di Mesir/dokpri

Aldi Caesar selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa selain ajang kebudayaan, turut dipamerkan berbagai produk dalam negeri yang menjadi stimulan bagi kedua negara untuk mengadakan berbagai kerjasama yang lebih luas. Dalam hal ini, Atase Perdagangan dan Pensosbud KBRI Cairo bersama PPMI Mesir menawarkan produk-produk asli Indonesia. Baik sandang maupun pangan, seperti Kopi Toraja khas Sulawesi, Kopi Gayo khas Aceh, Indomie serta kerajinan tangan seperti keranjang bambu, lukisan-lukisan batik hingga miniatur patung khas Nusantara. hal ini menjadi upaya dari pihak terkait supaya kerja sama antara Pemerintah Indonesia di Mesir tercipta dalam bidang sosial budaya serta perekonomian.

Atmosphere of Indonesia adalah platform acara kebudayaan Indonesia yang dimotori oleh pengurus PPMI Mesir, didukung penuh oleh KBRI Cairo serta diapresiasi dan selalu ditunggu-tunggu oleh Warga Negara Republik Arab Mesir.  Dalam waktu dekat, rencananya acara Atmosphere of Indonesia akan kembali dihelat di Provinsi Matroh dan Beheira. Atmosphere of Indonesia pertama kali digelar di bilangan Azhar Park dan International Garden Cairo pada permulaan 2018 lalu.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x