Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Artikel Utama

Membelah Belantara Sawit Sepanjang Jalan Tol Pekanbaru-Dumai

15 Maret 2021   16:30 Diperbarui: 16 Maret 2021   01:40 801 71 10 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Membelah Belantara Sawit Sepanjang Jalan Tol Pekanbaru-Dumai
Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai (Permai).(Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR via properti.kompas.com)

Jalan tol di Pulau Sumatera sejak beberapa tahun terakhir ini tengah dikebut pembangunannya. Sebagian di antaranya sudah mulai beroperasi, seperti yang menjadi kebanggaan masyarakat Riau, dengan tersambungnya tol yang menghubungkan dua kota terbesar di provinsi penghasil minyak tersebut, Pekanbaru dan Dumai.

Niat saya untuk menjajal jalan tol Pekanbaru-Dumai, akhirnya kesampaian juga pada hari Sabtu (13 Maret 2021) yang lalu. 

Tulisan berikut ini merupakan pengalaman langsung saya dan beberapa orang kerabat yang menyertai saya dalam perjalanan tersebut.

Kami berempat baru saja selesai makan siang di Rumah Makan Baresolok, Jalan Ahmad Yani di pusat kota Pekanbaru. Ketika itu penanda waktu di hape saya menunjukkan angka 15.01. Ini saya anggap sebagai titik start keberangkatan kami.

Gerbang tol Pekanbaru sendiri tidak berada di pusat kota, tapi melewati kawasan Rumbai, pinggir kota arah ke timur. Karena di kawasan pusat kota juga padat kendaraan, kami butuh sekitar 30 menit untuk mencapai gerbang tol. 

Tapi, perjalanan 30 menit tersebut tidak membosankan, karena ibu kota provinsi Riau itu relatif tertata dengan baik. 

Jalan protokolnya lebar dan gedung-gedung pemerintahan di sekitarnya cukup menawan dengan arsitektur Melayu Riau. Kemudian, saya juga melewati Jembatan Siak IV, sebuah jembatan yang ikonik di Pekanbaru.

Jembatan Siak IV (dok pribadi)
Jembatan Siak IV (dok pribadi)

Iseng-iseng saya mencari informasi melalui sejumlah media daring tentang jalan tol yang akan saya lewati. Ternyata, jalan tol pertama di Riau itu panjangnya 131,5 km, yang dapat ditempuh selama 90 menit. 

Namun, bila dihitung dengan waktu sebelum masuk tol dari pusat kota, dan waktu ke pusat kota Dumai setelah keluar tol, maka lamanya perjalanan menjadi sekitar 150 menit alias dua setengah jam.

Waktu tempuh seperti itu telah memangkas cukup signifikan dibandingkan sebelum ada jalan tol. Dulu, jarak Pekanbaru-Dumai sekitar 200 km yang waktu tempuhnya sekitar 5 jam. Bahkan, bisa lebih lama bila terdapat iring-iringan truk di jalan.

Saya sungguh menikmati kualitas jalan tol Pekanbaru-Dumai yang mulus. Ya, wajar saja, karena masih baru. Tinggal dilihat lagi setelah beberapa tahun, apakah kondisinya tetap mulus. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x