Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Ada Kabar Teman Anda Meninggal? Jangan Buru-buru Tulis Ungkapan Duka

18 Februari 2020   06:39 Diperbarui: 18 Februari 2020   19:07 4791 55 19 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ada Kabar Teman Anda Meninggal? Jangan Buru-buru Tulis Ungkapan Duka
Ilustrasi (Foto: dmbaker via KOMPAS.com)

Ini kedua kalinya saya merasa bersalah gara-gara ikut-ikutan menuliskan "Inna lillahi wa innailaihi raji'un, turut berdukacita,....." di sebuah grup WhatsApp (WA).

Saya tahu bahwa Ida, teman se-angkatan saya waktu sekolah menengah dulu, sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Bukittinggi, Sumbar. Teman-teman satu angkatan yang berdomisili di Sumbar berencana mengunjungi Ida, Sabtu (15/2/2020) kemarin.

Karena saya tinggal di Jakarta, saya hanya menulis doa untuk kesembuhan Ida dan sekaligus mohon maaf tidak bisa membesuk bersama teman-teman. Hal itu saya tulis di grup WA.

Ketika Sabtu sore saya membuka hape dengan harapan ada berita dari teman-teman yang ke rumah sakit, tiba-tiba muncul berita duka bahwa Ida sudah dipanggil Tuhan.

Kalimatnya cukup panjang, karena tidak saja ucapan yang standar berupa doa untuk yang meninggal dan juga buat keluarga yang ditinggalkan, namun juga ditambah pesan bernada religius sebagai hikmah buat semua teman-teman.

Tanpa berpikir panjang, saya jadi orang kedua yang mengucapkan hal serupa, tapi hanya ucapan standar saja, tanpa ada semacam ceramah agama untuk teman-teman lain.

Ucapan saya sepertinya cukup laris, di-copy paste oleh belasan teman, sampai mendadak muncul pesan bernada lain, yang meminta anggota grup mengecek dulu kebenaran berita duka itu.

Satu jam setelah itu baru jelas duduk persoalannya. Teman yang ke rumah sakit salah persepsi saat diberi tahu petugas di sana bahwa Ida sudah pulang.

Maksud petugas itu Ida sudah dibolehkan pulang ke rumahnya, namun mungkin karena penyakit Ida tergolong berat, "pulang" tersebut diartikan sebagai pulang ke alam baka.

O ya, saya telah menulis di atas bahwa ketergesaan saya dalam menyampaikan ucapan duka, sudah yang kedua kalinya. Kejadian pertama sekitar dua tahun lalu dengan drama yang lebih heboh.

Waktu itu teman se-kantor saya, Wandi, yang diberitakan meninggal. Ia termasuk pejabat dengan posisi kepala divisi. Waktu sama-sama masih staf senior, saya pernah dua tahun satu divisi dengan Wandi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN