Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

FIFA Matchday, Timnas Indonesia Kembali Takluk dari Yordania

11 Juni 2019   22:02 Diperbarui: 12 Juni 2019   09:38 0 13 6 Mohon Tunggu...
FIFA Matchday, Timnas Indonesia Kembali Takluk dari  Yordania
Tim nasional Indonesia. (Foto: PSSI)

Timnas Indonesia, hari Selasa (11/6/2019) punya agenda penting, bertanding melawan timnas Yordania di Amman, ibu kota Yordania. Laga ini sekaligus untuk melihat apakah sudah terlihat kemajuan dalam kualitas permainan timnas setelah sejak 5 bulan terakhir diarsiteki oleh Simon McMenemy.

Pada FIFA Matchday Maret 2019 lalu, timnas Indonesia menuai hasil positif dengan menaklukkan timnas Myanmar 2-0, padahal Myanmar saat itu bertindak sebagai tuan rumah.

Tapi kali ini yang dihadapi adalah negara yang peringkat FIFA-nya sangat jauh di atas Indonesia. Lagipula, rekor timnas senior saat berhadapan dengan Yordania bila bermain di Amman, selama ini selalu mengalami kekalahan. Tahun 2004, Indonesia kalah 1-2, kemudian kalah lagi 0-1 pada tahun 2011. Terakhir pada tahun 2014, lebih parah lagi Indonesia dicukur 0-5.

Kendati demikian, para pemain timnas sekarang diharapkan tidak terpengaruh dengan rekor yang buruk itu. Mereka harus bisa bermain lepas tanpa beban, tapi dengan semangat juang yang tinggi.

Bagaimanapun juga uji coba seperti itu amat diperlukan. Semakin sering bertemu dengan tim tangguh, tentu semakin banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik, agar target menjuarai Piala AFF 2020 dapat tercapai. Termasuk pula persiapan untuk kualifikasi Piala Dunia 2022, di mana timnas dipastikan harus menghadapi sejumlah tim kuat dari Asia.

Saat kick off, Simon yang menerapkan sistem 3-4-2-1 menurunkan pemain sebagai berikut: Andritany (penjaga gawang sekaligus kapten), Hansamu Yama, Ahmad Jufrianto, Yanto Basna, Ruben Sanadi, Rezky Pellu, Rizki Pora, Evan Dimas, Riko Simanjuntak, Ramdani Lestaluhu, dan Dedik Setiawan.

Menarik bahwa tak satu pun pemain naturalisasi dimainkan Simon. Bahkan untuk posisi striker Beto Goncalves harus rela menyerahkannya pada pemain asal Arema, Dedik Setiawan.

Sepanjang babak pertama timnas Indonesia banyak menerima serangan. Betul-betul ujian berat bagi 3 pemain belakang timnas yang terlihat gugup dan beberapa kali melakukan kesalahan dalam melakukan passing.

Pada menit 22 Yordania menciptakan gol pertama dari tendangan Saif Bhaha Faisal setelah menerima umpan silang yang gagal dihalau Hansamu Yama.

Gol kedua Yordania lahir dari aksi individu Ahmed Hamdhani pada menit 41 setelah menggiring bola melewati beberapa pemain Indonesia dan dengan tendangan menyusur tanah ke tiang jauh, tak mampu diselamatkan penjaga gawang Andritany.

Indonesia tercatat hanya sekali melakukan tendangan ke arah gawang selama babak pertama yang dilakukan Dedik Setiawan, namun masih tidak akurat. Sebelum babak pertama usai, Simon mengganti Ramdani Lestaluhu dengan Andik Vermansyah.

Memasuki babak kedua, Novri Setiawan tampil menggantikan Ruben Sanadi. Indonesia mulai berani menyerang terutama dari kedua sayap. Tapi hal ini justru membuat sektor pertahanan sering terancam bila mendapat serangan balik.

Beto Goncalves masuk lapangan sejak menit 55 menggantikan Riko Simanjuntak, sehingga timnas Indonesia memasang dua striker, Beto dan Dedik.

Indonesia kembali kecolongan pada menit 62 ketika bola sapuan Andritany malah jatuh ke kaki pemain Yordania, Yosef Hawashda, yang langsung menendang ke gawang. 

Irfan Bachdim masuk pada menit 78 mengganti Dedik dan Ricky Fajrin mengganti Rizki Pora pada menit 82. Penggantian terakhir di menit 87 adalah memainkan Zulfiandi menggantikan Evan Dimas.

Yordania mengemas gol keempatnya setelah Hamzeh Aldhardur melakukan tendangan pisang yang akurat bersarang di pojok kanan atas gawang Andritany pada menit 79.

Indonesia mampu memperkecil ketinggalan dari eksekusi penalti yang jitu oleh Beto Goncalves pada menit 85. Penalti diberikan wasit setelah Beto dilanggar penjaga gawang Yordania saat menyambut umpan dari Irfan Bachdim.

Skor 4-1 buat tuan rumah tidak berubah lagi samapi laga usai. Apa boleh buat, meski permainan Indonesia pada babak kedua lebih baik ketimbang babak pertama, namun harus mengakui keunggulan telak Yordania.

Semoga Simon McMenemy bisa melakukan evaluasi untuk memperbiki penampilan timnas di masa yang akan datang.