Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Pelawak yang Memerankan Presiden Terpilih Jadi Presiden Sungguhan

25 April 2019   17:28 Diperbarui: 25 April 2019   20:29 823 34 7
Pelawak yang Memerankan Presiden Terpilih Jadi Presiden Sungguhan
Volodymyr Zelensky (covesia.com)

Saat awal masa kampanye pilpres 2019 yang lalu, di samping publik disuguhi kampanya dari paslon Jokowi-Ma'ruf dan paslon Prabowo-Sandi, ternyata ada pula kampanye dari paslon fiktif yang mencuri perhatian masyarakat.

Paslon fiktif tersebut adalah pasangan Nurhadi-Aldo yang disingkat Dildo. Pasangan yang mengaku mendapat nomor urut 10 ini diusung oleh partai yang juga fiktif, yakni Partai Untuk Kebutuhan Iman dan membentuk Koalisi Indonesia Tronjal-Tronjol Maha Asyik. 

Nurhadi sendiri sebetulnya berprofesi sebagai tukang pijat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Namun materi kampanyenya yang menjadi viral di media sosial membuat Nurhadi ngetop mendadak dan sempat beberapa kali diundang tampil di sejumlah stasiun televisi.

dok. pantau.com
dok. pantau.com
Nah, kisah berikut ini terjadi di Ukraina. Bukan fiktif, meski awalnya mungkin seperti dianggap bercanda, ketika pelawak ternama di negara itu yang bernama Volodymyr Zelensky, mengumumkan pencalonannya sebagai Presiden Ukraina, pada malam tahun baru lalu.

Pelawak berusia 41 tahun itu sebelumnya pernah memainkan karakter Presiden Ukraina dalam sebuah serial komedi televisi lokal yang berjudul Servant of the People.

Menurut berita yang bayak beredar di media daring, antara lain detik.com (22/4/2019), Zelensky tidak terlalu mengungkapkan platform-nya dan terkesan menghindar untuk menyampaikan pandangan-pandangannya kepada publik dengan hanya menggelar sedikit konferensi pers.

Zelensky menyebut bahwa sudah menjadi strateginya untuk menghindari program talk show di mana orang-orang dari pemerintahaan yang lama hanya duduk dan bertengkar.

Untuk meningkatkan publisitas, Zelensky lebih banyak memanfaatkan media sosial, terutama Youtube. Bisa jadi Zelensky memang belum banyak mengetahui seluk beluk tugas kenegaraan, namun dalam wawancaranya dengan Der Spiegel yang dikutip Pravda Maret 2019 lalu, motif Zelensky terjun ke politik adalah demi membawa orang-orang baik dan profesional ke tampuk kekuasaan.

Zelensky berhasil menggaet mantan Menteri Keuangan Ukraina, Oleksandr Danylyuk, sebagai dewan penasihat tim politiknya. Namun harus diakui, Zelensky diuntungkan oleh tingkat kepercayaan publik yang menurun terhadap petahana yang menjadi pesaingnya di pilpres, yakni Petro Poroshenko.

Pada pilpres putaran pertama yang berlangsung 31 Maret 2019, Zelensky tampil di posisi teratas dengan perolehan 30% suara, disusul oleh petahana yang hanya meraih 16%, serta di bawah itu ada belasan kandidat lainnya.

Lalu ketika bertarung di putaran kedua, 21 April 2019, menurut hasil exit poll yang ditayangkan televisi nasional Ukraina, Zelensky menang telak dengan meraup suara lebih dari 70% dan sisanya untuk petahana.

Maka the dream come true. Seorang pelawak yang berpengalaman memerankan tokoh presiden di layar kaca, akhirnya betul-betul jadi presiden sungguhan. Tentu ini tidak bisa dibilang sebagai keberuntungan semata. 

Publik tampaknya yakin dengan niat baik Zelensky dan mengabaikan kemampuannya dalam menyusun kebijakan pembangunan. Toh, bila Zelensky berhasil menghimpun orang-orang baik dan profesional seperti janji kampanyenya, atau dalam ilmu manajemen disebut sebagai the right man in the right place, dan ia mampu memadukannya sebagai sebuah tim yang kompak, maka keberhasilan tinggal soal waktu.

Di negara kita sejauh ini belum ada pelawak atau artis yang menjadi presiden, meski ada Presiden SBY yang mampu menelorkan beberapa album lagu berirama pop. Gus Dur sekalipun tak pernah disebut sebagai pelawak, namun kenyataannya sukses membuat kepala negara yang ditemuinya saat melawat ke luar negeri, terpingkal-pingkal.

Namun bila sekadar terjun ke politik, tercatat ada beberapa pelawak yang pernah melakukannya, antara lain Dedi 'Miing' Gumelar, Dicky Chandra, Nurul Qomar dan Eko Patrio. Sebagian dari nama-nama tersebut sudah tidak berpolitik lagi. 

Ada pula artis yang bukan pelawak yakni aktor Rano Karno yang pernah menjadi Gubernur Banten dan Deddy Mizwar yang menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat. Sayang karir keduanya terhenti karena gagal dalam pilkada dan sekarang kembali ke-khittah sebagai artis. 

Bagi kita sebetulnya tidak begitu penting apakah punya presiden dari kalangan artis, birokrat, pengusaha, atau profesi lainnya, sepanjang mampu membawa negara kita lebih maju dan lebih maju lagi, dengan kesenjangan antar kelompok kaya dan kelompok miskin yang makin sempit.