Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang freelance

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Belanja di Pasar Swalayan, Amati Saat Kasir Mengentri Data

12 Januari 2019   16:34 Diperbarui: 12 Januari 2019   17:19 553 16 7
Belanja di Pasar Swalayan, Amati Saat Kasir Mengentri Data
dok. waspada.co.id

Kemaren jadwal saya dan istri berbelanja rutin dua mingguan di sebuah pasar swalayan langganan kami. Tak ada yang aneh, semua lancar-lancar saja. Bahkan antrian di depan kasir tidak separah seperti biasa.

Sesampai di rumah, saya punya kebiasaan saat membongkar barang dan menyusunnya di rak dapur atau di kulkas, mencocokkan jumlah barang yang dibawa pulang dengan yang tercantum di struk belanja.

Ternyata ada 1 jenis barang yang keliru. Sayur bayam tidak tercantum, tapi buah anggur yang tidak saya beli, malah tercantum. Tentu saja saya dirugikan karena harga bayam yang harus saya bayar, jauh lebih murah ketimbang anggur yang terlanjur sudah saya bayar.

Setelah saya teliti lagi, kekeliruan bukan saat kasir mengentri kode barang karena semuanya memakai sistem barcode yang di-scan ke aplikasi di komputer kasir. Kesalahan terjadi saat istri menyodorkan sayur bayam yang dipilihnya ke juru timbang. 

Rupanya si juru timbang mengentri anggur dan harga satuannya per gram, lalu menempelkan hasil cetakannya pada plastik yang membungkus bayam itu tadi. Saya dan istri sama sekali tidak memperhatikan waktu juru timbang mengentri dan menempelkan harga, karena sudah percaya.

Sayang sekali saya terlambat menemukan kekeliruan itu dan memilih mengikhlaskan saja daripada kembali ke pasar swalayan buat minta koreksi.

Untuk masa mendatang saya ingin lebih teliti setiap berbelanja. Jangan mengira karena pasar swalayan tersebut sudah memakai aplikasi yang computerized, lalu semuanya sudah pasti betul tanpa kekeliruan. Bukankah prinsip garbage in garbage out, tetap berlaku?

Artinya, setiap ada petugas melakukan data entry, baik juru timbang maupun kasir yang pakai barcode, tetap perlu diamati agar bila ada kesalahan, bisa langsung melakukan komplain.

Paling tidak ada tiga hal yang perlu dipastikan kebenarannya, yakni jenis barang, jumlah satuan barang, dan harga satuan barang. Sedangkan hasil perkalian atau penambahan tak usah diuji ulang karena telah dihitung secara sistem.

Barcode bisa saja ter-scan dua kali, atau jumlah barang yang sama dibeli sebanyak 10 buah, tapi dientri 11 buah. Ada barcode yang tak terbaca oleh sistem, lalu dientri manual, ini perlu diamati agar tidak salah kode barang.

Mungkin pula ada barang yang dijual secara diskon tapi saat di-scan masih mencantumkan harga sebelum diskon. Ini perlu ditanyakan apakah nanti ada faktor pengurang otomatis.

Bila struk belanja sudah diserahkan, lalu diperiksa oleh pembeli satu persatu sebelum membayar, jelas bikin kesal pembeli berikutnya yang juga antre, kecuali pas lagi kosong. 

Makanya saat paling tepat adalah memperhatikan setiap kasir atau petugas lain seperti juru timbang mengentri data yang langsung dapat dilihat di layar komputer. Bila ada yang aneh, langsung ditanyakan seketika.

Itulah sekadar tip yang terlihat sederhana tapi sering terlupakan karena rutin dilakukan dan selama ini tidak terjadi apa-apa.