Mohon tunggu...
Irmina Gultom
Irmina Gultom Mohon Tunggu... Apoteker

A Pharmacist who love reading, traveling, photography, movies and share them into a write | Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta | IG: irmina_gultom

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Cara Membangun Personal Branding di Kompasiana, Seberapa Penting Sih?

10 Juni 2021   17:26 Diperbarui: 10 Juni 2021   17:39 132 24 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cara Membangun Personal Branding di Kompasiana, Seberapa Penting Sih?
Ilustrasi menulis (by Christin Hume via unsplash.com)

Ada yang menarik ketika saya membuka Kompasiana pagi ini, yakni topik pilihan mengenai cara membangun personal branding. Namun kemudian saya jadi bertanya-tanya. Kira-kira apa yang ada dalam pikiran kompasianer (terutama yang sudah sering mengikuti artikel saya) ketika mendengar nama saya? 

Selama saya aktif menulis di Kompasiana, sudahkah saya membangun personal branding untuk saya sendiri? Bagaimana baiknya cara membangun personal branding di Kompasiana? Dan sebenarnya seberapa penting sih membangun personal branding di kompasiana?

Mengenali Tujuan Menulis di Kompasiana

Sebelum bicara personal branding, terlebih dahulu saya bertanya pada diri saya sendiri:

Tujuan saya menulis di Kompasiana itu apa sih?

Belajarkah? Menyalurkan hobikah? Mengisi waktu luangkah? Networking-kah? Mengumpulkan cuan dari K-rewards kah? Atau cuma gaya-gayaan supaya dianggap keren? 

Nyatanya masih banyak juga lho orang yang menganggap menulis di Kompasiana itu sama dengan menulis di media Kompas. Jadi kalau kita bilang menulis di Kompasiana, mereka mengira kita sebagai kontributor di Kompas. "Ih keren banget!" Padahal sebenarnya berbeda, meskipun Kompasiana merupakan subsidiary (anak perusahaan) Kompas Gramedia Group.

Nah, kalau kita sudah paham tujuan menulis di Kompasiana barulah kita bisa memutuskan seberapa penting membangun personal branding itu.

Jujur kalau saya pribadi, tujuan saya menulis di Kompasiana adalah untuk menyalurkan hobi menulis saya sekaligus belajar dan membangun networking. Yah, meskipun nulisnya juga gak setiap hari dan interaksi dengan Kompasianer juga tidak yang intens sekali, karena faktor kesibukan pekerjaan.

Baca juga: Alasan Mengapa Saya Betah Menulis

Membangun Personal Branding di Kompasiana

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x