Mohon tunggu...
Irmina Gultom
Irmina Gultom Mohon Tunggu... Apoteker

A Pharmacist who love reading, traveling, photography, movies and share them into a write | Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta | IG: https://www.instagram.com/irmina_gultom/ | https://marvelousthings250552759.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Mengapa Harus Kuliah Farmasi?

13 Juni 2019   10:40 Diperbarui: 13 Juni 2019   14:31 0 7 7 Mohon Tunggu...
Mengapa Harus Kuliah Farmasi?
Ilustrasi: doripos.com

"Farmasi itu apa sih? Kuliahnya ngapain aja? Susah gak? Bedanya sama kuliah kedokteran apa? Pas lulus kerjanya bakal jadi apa?".

Menjelang lulus kuliah (dan lebih sering lagi setelah lulus kuliah) saya sering mendapat pertanyaan semacam itu dari adik-adik (duh jadi berasa tua) yang sedang berada di ambang kelulusan dan galau memilih jurusan kuliah seperti saat-saat ini. Seperti contohnya salah satu adik sepupu saya yang sedang galau di antara tiga pilihan jurusan kuliah yang direkomendasikan oleh gurunya.

Bahkan kadang, justru orangtua mereka yang lebih getol tanya ini-itu pada saya. Saya pun bertanya-tanya, yang mau kuliah anaknya atau orangtuanya nih?

Jadi saya pun sampai pada kesimpulan bahwa rupanya masih banyak orang yang belum familiar dengan dunia perkuliahan farmasi. Well, mungkin mereka hanya tahu bahwa farmasi itu adalah dunia obat-obatan, so para lulusannya nanti pastinya jadi tukang obat. And I'll tell you that it is totally wrong!

Dunia Farmasi adalah Dunia Lintas Ilmu

Saya selalu mengatakan bahwa dunia perkuliahan farmasi adalah dunia lintas ilmu. Mengapa? Karena dalam mempelajari ilmu farmasi, kita juga akan mempelajari ilmu dari jurusan lain.

Misalnya, untuk memahami ilmu resep (farmasetika dan formulasi) kita juga mempelajari ilmu fisika-kimia untuk memahami sifat-sifat suatu zat kimia. Mana zat yang bisa dicampur, mana yang tidak. 

Selain itu, untuk mempelajari bagaimana cara obat bekerja dalam tubuh (farmakologi), kita juga harus memahami ilmu anatomi dan fisiologi manusia yang juga dipelajari dalam ilmu kedokteran. 

Kemudian untuk mempelajari tentang tanaman obat (farmakognosi), kita juga haru mempelajari morfologi, anatomi dan fisiologi tumbuhan yang dipelajari dalam ilmu Botani. 

Untuk memahami cara pengukuran kadar obat, kita juga mempelajari tentang titrasi yang dipelajari dalam ilmu sains kimia. Dan untuk memahami jenis bakteri dan parasit penyebab penyakit, kita juga mempelajari ilmu mikrobiologi yang dipelajari dalam ilmu sains biologi. 

Bahkan untuk mempelajari kode etik dan legalitas tentang kefarmasian, kita juga mempelajari regulasi dan perundang-undangan yang dipelajari dalam ilmu hukum. Wow banget kan?

Lalu apa saja sih yang dipelajari di perkuliahan S1 farmasi? Nah, supaya nanti kamu tidak bingung apalagi kaget, saya kasih bocoran sedikit mengenai subjek mata kuliah yang akan ditemui di perkuliahan farmasi.

Untuk semester awal, perkuliahan akan didominasi mata kuliah dasar seperti matematika, fisika, dan biologi dasar, pendidikan pancasila/kewarganegaraan, farmasetika dasar, dan sebagainya. 

Lalu semakin ke atas kalian akan mulai menemui mata kuliah praktikum seperti kimia dasar, kimia organik, mikrobiologi, anatomi & fisiologi manusia (ilmu faal), morfologi-anatomi-fisiologi tumbuhan, farmakologi, hingga biofarmasetika, formulasi obat, formulasi steril, dan analisa obat.

Selain itu, mahasiswa farmasi juga akan belajar menggunakan hewan coba seperti tikus, mencit atau kelinci dalam praktikum farmakologi. Hewan-hewan coba ini adalah yang paling lazim digunakan dalam ilmu farmasi terutama dalam proses menciptakan obat baru melalui uji pre-klinik.

Praktikum farmasi (Sumber: anakui.com)
Praktikum farmasi (Sumber: anakui.com)

Untuk program studi apoteker, perkuliahan teori akan didominasi dengan mata kuliah yang sifatnya lebih dekat dengan kasus dalam dunia pekerjaan misal farmasi klinik, farmasi industri, pharmaceutical care, ilmu herbal dan kosmetik, manajemen dan bisnis farmasi, toksikologi dan interaksi obat, dan lain sebagainya.

Mungkin saat ini kalian masih belum memiliki gambaran seperti apa mata kuliah tersebut. Saya pun dulu begitu. Namun, begitu kamu terjun langsung di jurusan tersebut, paling lambat di semester tiga kamu sudah memahami seperti apa karakteristik setiap mata kuliah.

Lalu apa bedanya dengan ilmu farmasi dan kedokteran? Well, boleh dikatakan ilmu kedokteran berpusat pada analisis rekam medik, diagnosa penyakit pasien, tindakan pembedahan, pengobatan dengan pemberian resep, hingga pemulihan pasien. Jadi pembelajarannya berpusat pada manusia atau pasiennya (mohon koreksinya jika saya keliru).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3