Irmina Gultom
Irmina Gultom Apoteker

A Pharmacist who love reading, traveling, photography, movies and share them into a write | Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta | IG: https://www.instagram.com/irmina_gultom/ | https://marvelousthings250552759.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Selebgram dan Iklan Produk Obat

9 Agustus 2018   13:52 Diperbarui: 9 Agustus 2018   16:47 714 8 4
Selebgram dan Iklan Produk Obat
Sumber: tekno.kompas.com

Sejak ada Instagram, ada istilah baru yang muncul dan jadi tren di kalangan penggiat media sosial yakni; "selebgram".

Saya yakin, pasti rata-rata Kompasianer sudah tahu apa itu selebgram, iyakan?. Tapi buat yang belum tahu, saya coba menjelaskan, bahwa Selebgram itu istilah populer di dunia Instagram untuk sebutan/singkatan dari "Selebritis Instagram". Dan sesuai namanya, Selebritis ini biasanya eksis dan terkenal di Instagram. Seleb-seleb ini tidak harus aktor/aktris yang terkenal di layar kaca maupun layar lebar. 

Mereka bisa saja seorang sosialita atau orang biasa yang kemudian menjadi influencer pagi para pengikut-pengikutnya (followers). Maka tak jarang, selebgram-selebgram yang punya banyak followers sering diminta oleh pihak-pihak tertentu untuk meng-endorse produk maupun jasa tertentu.

Dari endorse ini, si selebgram akan mendapatkan honor sesuai kesepakatan setelah mem-posting foto mereka dengan barang yang di-endorse plus caption yang "menjual".

Cara promosi semacam ini kini lebih populer daripada membuat iklan di televisi karena lebih praktis dan lebih bisa menekan biaya, terutama bagi pihak-pihak peng-endorse yang usahanya masih bersifat baru (start up).

Selain itu, promosi dengan cara endorsement melalui selebgram ini dianggap lebih mampu untuk mencapai target pasar, terutama jika memang sasaran konsumennya adalah kaum muda.

Objek yang diiklankan oleh selebgram umumnya bervariasi, mulai dari produk fesyen, aksesoris, makanan dan minuman, kosmetik hingga obat. Nah di sinilah yang perlu diperhatikan. Apakah semua jenis produk ini memang cocok untuk diiklankan di media sosial? Kalau hanya sebatas barang-barang fesyen dan aksesoris mungkin tidak masalah. 

Pun jika yang dipromosikan adalah produk makanan, minuman dan kosmetik, selama proses produksinya dan expired date-nya jelas, saya pribadi menganggap tidak terlalu bermasalah. Mengapa? Karena ketiga produk ini ada juga yang diproduksi oleh industri skala kecil (Usaha Kecil Menengah/UKM) yang mungkin belum mampu bersaing dengan produk-produk yang sudah punya nama besar. Tapi apa jadinya jika yang dipromosikan oleh selebgram adalah obat?

Pengguna Instagram, pasti pernah melihat iklan obat yang semacam "pembesar payudara dan alat vital pria", "obat kuat", "obat pemutih" dan sebagainya. Jadi ketika pagi ini saya membaca artikel dari salah satu portal berita online tentang Awkarin, yang muncul dalam pikiran saya langsung "Nah, kan!"

Tahu Awkarin kan? Selebgram muda yang satu ini dulu pernah bikin heboh dengan gaya hidupnya yang hedon dan dianggap memberikan pengaruh buruk bagi para followers-nya.

Jadi ceritanya, si Awkarin ini kemarin mem-posting endorsement produk "injeksi pembesar payudara dan pengencang vagina", lengkap dengan klaim "100% aman" di insta story-nya. Pada insta story tersebut dikatakan ada gambar ampul dan jarum injeksi.

Screenshot insta story endorsement oleh Awkarin (Sumber: detik.com)
Screenshot insta story endorsement oleh Awkarin (Sumber: detik.com)
Serta merta postingan ini mengundang banyak respon dari netizen karena dianggap produk semacam ini tidak pantas diiklankan oleh selebgram yang punya banyak followers, terutama karena yang diiklankan adalah produk obat yang belum tentu bisa dijamin efektifitas dan keamanannya.

Dan ketika saya coba cek ke akun instagramnya (karena kebetulan saya bukan follower selebgram yang satu ini), ternyata postingan ini sudah dihapus. Namun demikian, berita ini sudah menyebar secepat kilat.

Lalu pelajaran apa yang bisa kita ambil dari sini? Satu kata yakni, SELEKTIF.

Bagi Selebgram
Saya mengerti endorsement adalah salah satu cara tercepat untuk mendulang pundi-pundi uang bagi seorang selebgram. Seorang selebgram dengan followers yang banyak, bisa memperoleh honor puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk satu kali posting foto. Luar biasa kan?

Tapi seharusnya, seorang selebgram juga hendaknya selektif dalam memilih produk atau jasa yang akan dia promosikan.

Mungkin banyak/sebagian para selebgram justru tidak pernah menggunakan produk atau jasa yang dipromosikan, tapi paling tidak coba dipikirkan apakah produk yang akan dipromosikan aman dan bermanfaat bagi orang yang akan menggunakannya? Karena apapun yang akan dipromosikan, nantinya akan dilihat dan mungkin akan digunakan oleh orang banyak. 

Jadi jangan cuma memikirkan diri sendiri bagaimana bisa memperoleh honor yang banyak, tapi perhatikan juga followers mereka. Jangan sampai para followers meninggalkan anda akibat kekeliruan yang dilakukan tanpa pikir panjang. Karena selebgram tanpa followers juga sama saja bohong.

Bagi Followers Selebgram
Jadilah konsumen yang cerdas dan selektif. Sering kali kita melihat dan mendengar himbauan ini. Tapi sudahkan kita laksanakan? Meskipun di media sosial kita hanyalah pengikut, tapi bukan berarti apapun yang ada di sana (terutama yang dilakukan atau dipakai oleh orang yang kita ikuti), harus kita ikuti pula.

Jika dirasa gaya hidup selebgram yang kita ikuti tidak cocok dengan kemampuan dan gaya hidup kita, ya jangan dipaksa untuk diikuti. Jika dirasa produk yang mereka iklankan kurang masuk akal, kita patut curiga dan ada baiknya mengecek lebih dulu reputasi produk tersebut. Jujur saja saya termasuk orang yang selalu curiga pada sesuatu yang "too good to be true".

Obat Keras yang diiklankan di media sosial

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2