Mohon tunggu...
Irma DwiRachmawati
Irma DwiRachmawati Mohon Tunggu... Salam pembaca

Assalamu'alaikum wr wb. Perkenalkan saya irma mahasiswa pendidikan Sejarah 2017.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

KKN UNS Covid-19: Mahasiswi UNS Asal Boyolali Ikut Ambil Peran dalam Pencegahan Penularan

10 Juli 2020   07:55 Diperbarui: 10 Juli 2020   18:42 44 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
KKN UNS Covid-19: Mahasiswi UNS Asal Boyolali Ikut Ambil Peran dalam Pencegahan Penularan
Dok. pribadi

Boyolali - Dunia saat ini sedang dilanda pandemi Covid-19. Pemerintah termasuk beberapa perguruan tinggi negeri salah satunya UNS ikut ambil andil dalam mengampanyekan pencegahan Covid-19, UNS  mengambil peran sebagai wujud dari penerapan tri dharma perguruan tinggi dengan menerjunkan mahasiwanya mengikuti KKN Covid-19 di desanya masing-masing. Salah satunya mahasiwi Pendidikan Sejarah  UNS asal Boyolali yaitu Irma Dwi Rachmawati dengan Nim K4417040 dibawah bimbingan Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si , yang mengikuti KKN Covid-19 dengan mengusung tema "Supporting Pemahaman Masyarakat Terhadap Covid-19" yang dilaksanakan di Dusun Jantir RT 03 RW 02 , Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak,  Kabupaten Boyolali.  

KKN yang dilaksanakan pada 15-30 Juli 2020 dilakukan sebagai upaya pecegahan penularan  Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan . program kerja yang dilaksanakan seperti :  edukasi seputar Covid-19, Gerakan rajin cuci tangan, gerakan pakai masker dan kegiatan pendukung lainya

Dok. pribadi
Dok. pribadi

Program Edukasi seputar Covid-19 yang dilakukan dengan membagikan informasi yang valid dari sumber resmi seperti WHO dan kemekes seputar Covid-19  baik di group Whatsup PKK  maupun media sosial  yaitu fb sekaligus untuk mencegah kabar hoaks yang ramai tersebar di masyarakat , selan itu juga melakukan pemasangan MMT ,membagikan stiker pencegahan kepada anak-anak  sekaligus  menempel poster Covid-19 ditempat-tempat strategis seperti masjid, sekolah, dan warung-warung dan sekitar gapura masuk dusun. Program edukasi seputar Covid-19 dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait Covid-19 dari sumber resmi sebagai pemahaman untuk mencegahan penularan yang dimulai dari keluarga.

Gerakan cuci tangan dimulai dengan membuat video cara cuci tangan yang baik dan benar menurut WHO dan membagikanya, dan menempelkan poster cuci tangan di ditempat-tempat kran air  di area  masjid, sekolah, dan warung-warung.  Sekaligus membagikan sabun  dan handsinitizer di warung-warung dan pos kampling  sekaligus memberikanya kepadaa ketua RT 03 , juga  tempat cuci tangan untuk kegiatan ronda di RT untuk meminimalisir penularan kuman penyakit lewat tangan. Karena tangan yang terlihat  bersih bukan berarti bersih pula dari kuman penyakit , mengingat kuman tidak kasat mata. Sehingga perlu adanya tatanan hidup bersih denga menerapkan rajin cuci tangan dengan sabun.

Gerakan pakai masker dijalankan dengan membuat poster pentingnya memakai masker dan cara memakai masker yang benar dan membagikanya di media sosial fb dan group Ibu PKK  , dan ditunjang dengan membagikan masker di warung-warung sekaligus masker untuk kegiatan ronda di lingkungan RT, selain itu mengajak anak-anak sekitaran rumah membuat masker dengan jahitan tangan dengan memanfaatkan kain bekas.

Selain Program inti pencegahan juga dilakukan kegiatan pendukung seperti mengajak anak-anak sekitar rumah membuat tas dari kain bekas , gelang, kalung dan menanam biji kacang panjang dengan media kapas  . kegiatan pendukung  dilakukan sebagai upaya menghindari kebosanan dan stress pada anak-anak di masa pandemi.

Semua program kerja dilaksanakan sebagai upaya pecegahan penularan , mengingat jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Boyolali menurut data dari https://covid19.boyolali.go.id per tanggal 9 Juli 2020 sudah tercatat 71 kasus dengan 16 pasien dirawat , 52 sembuh dan 3 orang meninggal dunia . sehingga perlu usaha bersama untuk mencegah penularan terutama dimulai dalam lingkup terkecil yaitu keluarga hingga rukun tetangga untuk menekan laju penularan sehingga keadaan bisa kembali normal.

VIDEO PILIHAN