Ira Maria
Ira Maria Pengajar

Saya tidak bisa berbagi materil tetapi saya akan berbagi informasi kepada para pembaca

Selanjutnya

Tutup

Wanita Artikel Utama

Pengalaman Menjadi "Nanny" Sehari

3 Maret 2018   16:14 Diperbarui: 5 Maret 2018   03:57 1676 3 0
Pengalaman Menjadi "Nanny" Sehari
ilustrasi: pexel.com

Hai everyone, apa kabar semua? Kali ini saya akan mencoba bercerita tentang apa -- apa saja yang perlu dipahami jika kita tiba -- tiba diberi tugas menjadi nanny dalam sehari. Ini bukanlah hal yang mustahil terjadi karena kemungkinan besar kita memiliki beberapa keponakan atau mungkin anak tetangga yang benar -- benar urgent harus ditinggal di rumah dan there is no body there to accompany her or him.

Hal inilah yang saya alami dua hari yang lalu, ketika itu kakak perempuan saya meminta saya untuk menemani keponakan saya sedari pagi hingga sore hari. Saya langsung berpikir tentang kegiatan yang akan kami lakukan bersama dengan keponakan saya. 

Menurut saya ada enam poin penting yang harus dipahami terlebih dahulu sebelum kita menerima tugas sebagai nanny tersebut yaitu memahami cara melakukan pendekatan dengan anak tersebut, sudah memiliki rencana kegiatan yang akan dilakukan dengan anak tersebut, menanyakan kepada orantuanya makanan yang dapat dan tidak dapat dimakan, menanyakan takaran susu yang diperlukan, menanyakan apakah sibaby sudah buang air besar atau belum, dan terakhir bagaimana cara mengantisipasi jika mood anak tersebut berubah.

Baiklah kita mulai dari yang pertama yaitu memahami cara melakukan pendekatan dengan anak tersebut. Untuk saya mungkin ini bukanlah hal yang rumit karena keponakan saya selama ini sudah dekat dengan saya. Tetapi bagaimana halnya jika anak tersebut belum pernah bertemu dengan kita sebelumnya, ya sebaiknya kita harus melakukan trik -- trik khusus seperti becanda, mengajak bernyanyi dan bahkan menari bersama. 

Hal ini sangat penting karena tidak semua anak mudah beradaptasi dengan orang -- orang baru dan hal ini dapat mengakibatkan si anak marah, kesal dan bahkan menangis sepanjang hari. Tentu kamu tidak ingin menjaga anak yang akan menangis sepanjang hari dan itu bisa menjadi pengalaman yang sangat buruk.

Hal kedua yang perlu dipersiapkan adalah memiliki rencana kegiatan selama sehari tersebut. Pasti sangat tidak menyenangkan jika kita hanya berdiam diri dirumah dan selalu berharap anak tersebut tidur sepanjang hari. 

Oleh karena, saat itu saya merencanakan akan membawa keponakan saya ke timez***, ke Taman Rusa USU (karena kebetulan saya berdomisili di Medan), dan makan disalah satu resto pilihan. Tetapi namanya rencana, belum tentu terjadi bukan?. Kegiatan yang terealisasi hanyalah pergi ke Taman Rusa USU, kenapa saya membawa keponakan saya ke taman tersebut? 

Hal ini didasari karena saat itu, pada pagi hari cuaca tidak panas dan saya rasa dengan cuacatersebut akan sangat cocok untuk keponakan saya untuk memberi makan rusa -- rusa disana, kamu tidak perlu membawa makanan rusa dari rumah karena akan ada ibu -- ibu penjual wortel dan sayuran yang siap membantu kamu disana, dan ternyata keponakan saya sangat menyukai kegiatan tersebut. 

Dia selalu tertawa ketika memberi makan rusa -- rusa tersebut. Setelah urusan rusa -- rusa selesai, saya pun memutuskan untuk kembali kerumah karena cuaca sudah mulai panas, oia, keponakan saya berasal dari pegunungan kalau orang -- orang medan pasti tahu Berastagi, sehingga jika cuaca sedikit saja panas pasti dia akan tiba -- tiba rewel. 

Sesampainya dirumah karena kami tidak pergi ke resto, saya pun memutuskan memasak makanan untuk keponakan saya, menu favoritnya adalah nasi goreng, jadi saya masak saja nasi goreng plus telur dadar kesukaannya. Saya senang sekali seluruh nasi goreng dan telur dadar tersebut habis tak tersisa sama sekali. 

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Yang membuat saya sangat heran, ketika saya makan siang, kebetulan saat itu saya masak tumisan brokoli dan wortel, seluruh brokoli yang dipiring saya diminta oleh keponakan saya dan semua sayur itupun ludes tak bersisa. Benar -- benar aneh tapi nyata, karena sebelumnya ibunya selalu kesusahan ketika memberikan keponakan saya makan. 

Oia, ada bagian yang tertinggal tadi, kenapa saya tidak membawa keponakan saya bermain ke timez***, karena kami memiliki pengalaman -- pengalaman sebelumnya, jika keponakan saya bermain di timez*** akan sangat susah untuk membujuknya untuk pulang dan sepanjang jalan pasti dia akan menangis dan meraung raung. Saya tidak mau dianggap jadi pencuri anak nantinya oleh orang -- orang disana. Soalnya kasus penculikan anak juga sedang marak -- maraknya.

Berikutnya adalah menanyakan makanan yang boleh dan tak boleh dimakan. Untuk keponakan saya, saya sempat menanyakan kepada ibunya, apakah saya bisa memberi dia ice cream, ternyata boleh dengan catatan dia harus makan siang dulu. Dan ibunya juga memberikan opsi jika dia tidak mau makan saya harus beli roti sebagai pengganti nasi nantinya.

Hal yang tidak kalah penting berikutnya adalah takaran susu yang diperlukan. Karena saya tidak begitu sering membuatkan susu untuk keponakan saya, saya selalu memastikan kembali takaran susu yang tepat untuk keponakan saya. Untuk keponakan saya, satu sendok susu akan dicampur dengan air 180 (saya tidak ingat ini dalam cc atau ml, karena angka -- angka tersebut sudah ada dibotol susunya). 

Dan yang perlu diperhatikan, air yang digunakan adalah air yang masih hangat -- hangat kuku karena jika susunya masih terasa cukup panas pasti keponakan saya tidak mau meminumnya. Oia, jika dia sedang rewel, saya selalu menyogoknya untuk minum susu, pasti dia akan diam dan lupa dengan kegiatannya sebelumnya.

Untuk hal berikut ini, tidak semua orang siap untuk melakukannya. Hal itu adalah ganti popok jika si anak sedang buang air besar. Saya sebenarnya sudah wanti -- wanti apakah keponakan saya sudah pup atau belum dihari itu, dan ternyata belum. 

Masih ingat cerita saya diparagrap sebelumnya bagaimana keponakan saya makan sangat banyak dihari itu, yah dan akhirnya hari itu berakhir dengan ganti popok karena dia buang air besar. Hahahha. 

Saya sempat menelepon ibunya untuk menanyakan apakah akan pulang cepat sehingga kami akan menunggu untuk proses ganti popok tersebut dan ternyata jawabannya masih lama. Akhirnya mau tidak mau, sayapun mencoba mengganti popoknya sendiri karena kasihan jugakan dia jika popoknya tidak langsung diganti. 

Dan ternyata tidak sesusah yang saya bayangkan, semuanya berjalan dengan lancar dan keponakan saya yang sebelumnya cemberut akhirnya tersenyum bebas dan bahagia.

Point terakhir adalah bagaimana caranya mengantisipasi jika mood anak tersebut berubah, yang saya lakukan adalah memutarkan film kartun di tv dan jika moodnya sangat parah, pasti hal pertama yang saya tawarkan adalah susu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2