Mohon tunggu...
Iwan Permadi
Iwan Permadi Mohon Tunggu... Freelancer - Pekerja kreatif televisi dan Guru Bahasa Inggris

a freelance tv creative

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Diplomasi Es Krim @America

16 Desember 2017   20:33 Diperbarui: 17 Desember 2017   11:07 1370
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kunjungan ke Pusat Kebudayaan Amerika Serikat (American Cultural Centre) @America sungguh mengesankan bagi kami dari LCC/LP3I-Karadenan-Cibinong Bogor pada Kamis, 14 Desember 2017. Rombongan yang terdiri siswa/siswi yang mengambil kursus Bahasa Inggris di LCC beserta sejumlah siswa/i dari tiga SMK di Cibinong ikut berpartisipasi dalam rangka mengenal lebih jauh budaya Amerika lewat tampilan video, photo, serta diskusi sambil mengasah kemampuan Bahasa Inggris para siswa dengan native speaker.

gambar pribadi
gambar pribadi
Dipandu oleh dua orang host dari @America yaitu Dina dan Audrey, kami diajak lebih mengenal Amerika Serikat (AS) lewat tampilan video ragam wajah dan tingkah orang Amerika yang multi etnis dari bule, keturunan Afrika (Afroamerica), keturunan Asia (Afroasia), Indian (Suku Bangsa Indian, warga asli AS), hispanik (keturunan Amerika Latin) dan lain-lain. Selain itu kami juga disuguhi foto-foto kemajuan teknologi AS terutama dalam bidang antariksa selain kami mendapatkan kesempatan untuk menikmati wifi gratis serta teknologi digital didalamnya.

gambar pribadi
gambar pribadi
Tidak lama kami disana antara pukul 13:00 hingga 15:00, dan acara puncaknya adalah presentasi dari Mr. Jed T. Dornburg yang merupakan perwakilan dari atase kebudayaan Kedutaan Besar AS di Jakarta. Beliau berceramah tentang sejarah dan peranan Es Krim (Ice Cream) dari sekadar makanan sehabis makan (desert)hingga menjadi salah satu makanan favorit di AS dan menjadi pop icon kebudayaan serta gerakan sosial (Social Movement). Tema presentasinya adalah "Ice Cream in America".

gambar pribadi
gambar pribadi
Produksi Es Krim AS pada tahun 2014 mencapai lebih dari 872 juta gallons, sedangkan konsumsi Es Krim warga AS perorangnya pertahun adalah 22 pounds. Walaupun ratusan juta gallon diproduksi namun yang diekspor hanya 10 persen atau 87.2 juta galon saja.

Sebagai bangsa yang besar lewat presentasi ini diungkapkan ternyata wafel (waffles) salah satu pembungkus Es Krim yang menemukan adalah seorang imigran keturunan Suriah yaitu Ernest Hamwi.  Saat itu, 1904, ada pasar raya St.Louis Centennial Fair, Ernest dan istrinya menggunakan wafel dari Persia (Persian Waffles)  untuk menempatkan ice cream jualannya  karena kehabisan penyangganya atau cone/cupnya.

Ada perbedaan jenis Es Krim yang disukai di AS dan di Indonesia karena di AS yang top three adalah Vanilla, Chocolate Chip dan Cookies and cream, sedangkan di Indonesia adalah Wall's, Magnum dan Campina.

gambar pribadi
gambar pribadi
Setelah presentasi Mr.Dornburg yang inginnya cuma dipanggil "Jed" atau nama kecilnya atau nama pertamanya (nick name or first name) mempersilahkan para hadirin untuk bertanya jawab yang ternyata antusias diikuti para siswa dengan tema pertanyaan dari Es Krim dan kebudayaan AS secara umum. Keceriaan akhirnya ditutup dengan foto bersama dan mendapatkaan souvenir tas cantik yang oke punya.

gambar pribadi
gambar pribadi
Sebelum presentasi Mr.Dornburg,ada tiga siswa yang mendapatkan kesempatan untuk maju ke panggung untuk ditanya kesannya tentang @America.  Jawaban ketiganya bermacam-macam karena disinilah mereka "diuji" kemampuan Bahasa Inggrisnya dalam mengutarakan opini/pendapatnya. Ada yang secara singkat menjawab dan ada juga yang lebih panjang dan ketiganya mendapatkan apresiasi dengan diberikan souvenir tambahan berupa tas laptop.

gambar pribadi
gambar pribadi
Jauh dari kesan hingar bingar politik AS yang sedang memanas tentang isu Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel oleh Presiden Donald Trump, di dalam area yang lebih mirip studio televisi, tidak ada gambar-gambar para politikus AS yang mengundang kontroversi, jadi semua imun dan fokus hanya ngomongin budaya dan seni AS.

gambar pribadi
gambar pribadi
@America juga menawarkan bagi yang tertarik untuk mendapatkan newsletter atau info tentang kegiatan di @America dan Amerika Serikat untuk menjadi anggotanya lewat formulir yang langsung bisa diupload disana.

gambar pribadi
gambar pribadi
Pusat Kebudayaan Amerika seingat saya dulu pernah ada pada tahun 80an di era Presiden Reagan, dimana Duta besar (Dubes) nya saat itu Paul Wolfowitz.  Gedungnya dulu di Wisma Metropolitan 2 di Jalan Sudirman yang juga ada perpustakaannya yang cukup lengkap dan jadi salah satu tempat kongkow favorit mahasiswa Jakarta tahun 80an. Saat itu televisi swasta nasional belum ada, sehingga akses untuk mendapatkan informasi video ilmu pengetahuan, film dokumenter, kebudayaan dan pendidikan  bisa didapatkan disini dengan meminjam video yang berupa kaset video berjenis VHS dan Betamax.  Ya sweet memory!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun