Mohon tunggu...
Indrian Safka Fauzi
Indrian Safka Fauzi Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Pemuda asal Cimahi, Jawa Barat kelahiran 1 Mei 1994. Praktisi Kesadaran Berketuhanan, Kritikus Fenomena Publik dan Pelayanan Publik. Sang pembelajar dan pemerhati abadi. The Next Leader of Generation.

🌏 My Knowledge is Yours 🌏 The Power of Word can change The World, The Highest Power of Yours is changing Your Character to be The Magnificient. 🌏

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

Geger Sekampung Gegara Hoaks Anak SMA

7 Juli 2022   09:00 Diperbarui: 7 Juli 2022   13:45 164 24 10
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Selamat berjumpa kembali sahabat Kompasianer dan Readers! Ah pengen bercerita humor lagi. Ini adalah kisah nyata yang di remake biar lebih rame dan nama dan tempat saya samarkan sahaja yah~ Hehehehehe

Kalau bacanya sambil makan-minum, hati-hati tersedak sahabat.

Baik, kalau sudah siap... kita mulai saja ceritanya.

***

Didot bikin sekampung geger. Bagaimana tidak? Anak SMA itu posting screenshot tentang dirinya yang diterima masuk Perguruan Tinggi Negeri yang paling populer di Grup WA Kampung. Padahal Didot hanyalah anak seorang pedagang kecil-kecilan di emperan. Ini adalah sebuah kisah paling inspiratif, dan tidak sedikit warga kampung meneteskan air mata atas perjuangan Didot.

Usut punya usut Kawan-Kawan Didot di kampung sepulang Camping di gunung kampung. Kaget mendapat kabar kelulusan Didot. 

"Ah! Si Didot kan baru Kelas 2 SMA, mana bisa-lah anak kelas 2 SMA diterima universitas, kelas tiga aja belon. Emang keterimanya jalur apa Kang?"

"Jalur testing"

"HAH!!!!"

"Wah ini anak udah macem-macem aja."

Kawan-kawan yang merasa Didot mempermainkan perasaan warga kampung, segera menggerebek Rumah Didot.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humor Selengkapnya
Lihat Humor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan