Mohon tunggu...
intan giri
intan giri Mohon Tunggu... calon wanita independen

intan giri adalah manusia biasa yang mempunyai hobi membaca, menulis, dan bepergian.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Akuaponik, Sistem dan Filternya

15 Juni 2021   00:39 Diperbarui: 15 Juni 2021   01:22 49 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Akuaponik, Sistem dan Filternya
Akuaponik

Perkembangan teknologi dari waktu ke waktu semakin pesat dan canggih. Teknologi ini diciptakan demi mempermudah manusia dalam melakukan aktivitasnya. Begitu juga dengan sektor pertanian. Saat ini, bertani tidak lagi harus menggunakan tanah dan lahan yang luas. Banyak cara dan sistem yang dikembangkan oleh para ahli pertanian dalam menanam tumbuhan pangan, salah satunya adalah akuaponik.   

Akuaponik adalah suatu sistem perpaduan antara budidaya ikan (akuakultur) dan menanam tumbuhan tanpa menggunakan tanah  (hidroponik).

A. Sistem akuaponik

Kotoran dari ikan dimanfaatkan oleh tumbuhan sebagai nutrisi dengan cara menyalurkan air dari kolam pada tanaman dan dikembalikan lagi ke kolam ikan. Limbah yang dihasilkan ikan berupa feses dan urin ikan dapat meracuni ikan tetapi sangat bermanfaat bagi tumbuhan. Pada mulanya limbah yang dihasilkan oleh ikan berupa amoni (NH+4), apabila konsentrasi amonia terlalu tinggi bisa meracuni ikan maupun tumbuhan. Sehingga perlunya komponen lain untuk merubah amonia menjadi zat yang lebih bermanfaat bagi tumbuhan dan ikan. Zat ini bernama nitrat (NO+3). Perubahan Amonia menjadi nitrat dibantu oleh bakteri aerob dan anaerob.

Komponen yang diperlukan untuk mengubah amonia menjadi nitrat yaitu filter mekanis dan biofilter. Filter mekanis akan memisahkan partikel berukuran besar yang tidak dibutuhkan oleh tumbuhan, sedangkan biofilter merupakan tempat nitrifikasi yang mengubah amonia menjadi nitrat. Waupun terdengar tidak perlu, filter mekanis sangat berpengaruh terhadap suskesnya nitrifikasi sebab mengurangi partikel yang dapat mengganggu pertumbuhan bakteri aerob dan anaerob.

B. Media tanam sebagai sisttem filtrasi

Selain dengan menggunakan filter mekanis dan biofilter yang dibuat khusus untuk nitrifikasi, media tanam juga dapat dimanfaatkan sebagai filter, namun tetap bisa menjadi media tanam yang baik bagi tumbuhan. Media tanam yang baik adalah media yang mempu menyediakan air dan unsur hara yang cukup bagi tanaman. Media tanam ini nantinya berperan sebagai filter yang akan menjerat sisa pakan dan limbah dari ikan serta menjadi tempat hidup bakteri aerob dan anaerob. Media tanam untuk sistem akuaponik harus bersifat porus (tidak menahan air), seperti : zeolit, batu split, batu apung, arang kayu, arang tempurung kelapa, arang sekam, kerikil, pakis, hydroton, dll.

VIDEO PILIHAN