Regional

Masjid sebagai Sentrum Peradaban Islam

7 Desember 2017   23:53 Diperbarui: 7 Desember 2017   23:58 157 0 0
Masjid sebagai Sentrum Peradaban Islam
masjid-5a2972dfd14aeb730d7290c3.jpg

Kita berada di ujung peradaban. Bumi yang kita tempati memiliki berbagai macam keindahan warna kehidupan dan karakter. Bumi telah mengalami beberapa masa hingga sampai lah di penghujung zaman. 571m keberadaan bumi pada masa itu di kuasai oleh 2 peradaban besar ( dua imperium dunia) Romawi Byzantium (barat) dan Persia (timur). Mengalami peperangan dengan bangsa bangsa lain selama berates ratus tahun. Itu semua demi mempertahankan kejayaan dan wilayah. Diantara suku Romawi Byzantium dan Persia ada suku Bangsa, berada di padang pasir yang gersang dan tandus. Dan suku Bangsa ini telah mengalami puncak kesyirikan, kejahiliyahan, keterbelakangan mental dan menyembah berhala. Perzinaan, pembunuhan, perbudakan dan penindasan. Segala hal buruk ada pada mereka. Suku Bangsa adalah puncak kerusakan bangsa arab masa jahiliyah. Bahkan imperium Romawi dan Persia tidak ingin menguasai suku Bangsa tersebut dan tidak memperhitungkannya. Mereka tetap seperti itu diliputi masa gelap, dalam keadaan gelap dan tersesat.  Dan ditengah kerusakan dan kesesatan suku Bangsa, Allah kirimkan seorang utusan dan membawa risallah-Nya. Dialah sang al amin, Muhammad SAW. Rasulullah berdakwah dengan sabar walau penyiksaa, kekerasan dan penderitaan yang Beliau terima sangatlah banyak. Hingga suatu ketika Allah menolong Rasulullah dengan mendatangkan suatu kaum dari madinah untuk menolong Rasul dalam berdakwah, mereka adalah kaum Ansor, kaum penolong agama Allah. Di madinah Rasulullah mendirikan masjid nabawi. Disini rasululah mengatur segalanya. Dan menyebarkan agama islma ke seluruh dunia. Hanya membutuhkan waktu 10 tahun untuk menguasai seluar jazirah telah dikuasai oleh kaum muslimin. Dan sejak itu, suku Bangsa yang tidak diperhitungkan oleh Romawi dan Persia bangkit. Dalam waktu kurang dari 100 tahun, kaum muslimin telah menaklukkan Romawi dan Persia. Dan tidak sampai 100 tahun kemudian, peradaban islam telah mencapai berbagai kemajuan hingga melampaui kemajuan Romawi dan Persia. Dan selama berabad abad telah menguasai 2/3 dunia.  Dan semua itu tidak dapat dipisahkan dari peran masjid.