Mohon tunggu...
Humaniora Pilihan

Fenomena Menjamurnya Warung Kopi di Indonesia

20 Oktober 2016   19:24 Diperbarui: 26 Maret 2018   19:44 0 0 0 Mohon Tunggu...
Fenomena Menjamurnya Warung Kopi di Indonesia
Ilustrasi. Kedai kopi di blok M ini selalu ramai, meski masih sore hari. Muda-mudi banyak menghabiskan hari di kedai kopi berkonsep kafe modern. (Foto: Tribunnews.com)

Dalam kamus bahasa Indonesia istilah “kafe” adalah tempat minum kopi yang pengunjungnya dihibur dengan musik atau tempat minum yang pengunjungnya dapat memesan minuman seperti kopi, teh, bir dan kue-kue. Kedai atau warung kopi serta kafe merupakan gabungan dari karakter bar dan beberapa karakter restoran. Di beberapa negara, kafe dapat menyerupai restoran yang juga menyediakan beberapa makanan berat dan atau warung kopi yang benar-benar hanya menyediakan minuman serta makanan ringan saja. Bagian terpenting dari sebuah warung kopi dari awal mulanya adalah fungsi sosialnya yakni tersedia tempat dimana orang-orang pergi untuk berkumpul, bercengkrama, melakukan berbagai aktifitas seperti menulis, membaca,menonton, menikmati fasilitas di warung kopi, ataupun menghabiskan waktu baik dalam kelompok dan individu.

Berdasarkan laporan Euromonitor, 2010 dalam Market Analysis report : The foodservice  Indonesia industry, pertumbuhan kafe dengan konsep restoran di indonesia sejak tahun 2008 mencapai 9% setiap tahunnya. Begitu pula halnya dengan pertumbuhan kafe dengan konsep kedai kopi(warung kopi) mencapai angka 16% setiap tahunnya.

 Dengan melihat gaya hidup(life style) orang baik bertemu formal maupun kasual dengan kolega atau pun klien diluar kantor,sambil menikmati makanan besar, makanan kecil dan minuman, serta ditambah dengan fasilitas koneksi Internet, musik, tontonan acara, ataupun aktifitas  yang menarik , maka tidak heran pertumbuhan kedai kopi dan kafe menjadi sangat melesat, bahkan tidak sedikit konsumen yang menyewa ruang publik kafe ataupun warung kopi sebagai saranan meeting point, seminar, acara kantor, ulang tahun, pameran dan lain-lain.

Tingkat kompetisi dunia kafe dan kedai atau warung kopi menjadi sangat ketat, masih dari hasil laporan Euromonitor 2010, banyak diantara kedai kopi melakukan berbagai strategi untuk mempertahankan konsumen dan mendatangkan konsumen baru yakni dengan menyediakan fasilitas misalnya tempat yang nyaman, wifi gratis, aneka minuman dan makanan baru, ditunjang dengan sumber daya manusia yakni pekerja yang cekatan kreatif dalam melayani konsumen. Lebih lanjut, banyak kedai kopi yang melebarkan bisnisnya dengan membuka outlet di lokasi-lokasi strategis, membuka waralaba untuk meningkatkan pendapatan serta brand awareness.

 Pemerintah Indonesia lewat menteri pariwasata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengemukakan bahwa pada akhir tahun 2012, jumlah tenaga kerja yang berada dalam industri kreatif sampai pada angka 8.6 juta jiwa , sebanyak 7 % perusahaan di Indonesia bergerak dalam industri kreatif. Industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreatifitas, keterampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejateraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut,legalitas usaha kafe dan home roastery dicatatkan sebagai industri kreatif.

PT. Tokopi Sinergi dalam pengembangan produk kopi serta warung kopi Allbeans dengan legalitasnya tercatat dalam usaha yang bergerak di Industri kreatif, dalam usahanya mempertahankan konsumen,  terus berbenah diri. Menurut Dzulfikri Ahmad ,direktur utama PT Tokopi Sinergi induk perusahaan warung Kopi Merek Allbeans bahwa khusus untuk warung kopi Allbeans yang berdiri di lokasi Tebet Jakarta Selatan  sedang menghadapi permasalahan kualitas pelayanan sumber daya manusia  seperti indisipliner, tanggung jawab, komitmen terhadap pekerjaan yang mengakibatkan turn over karyawan front liner. Manejemen sangat menyadari bahwa  karyawan front liner sangat berperan dalam komunikasi dengan konsumen, ketepatan pelayanan, kecepatan penyajian,  produksi, pengolahan, kebersihan, penjualan serta operasional warung kopi.   

Harga  menu makanan dan minuman yang terjangkau, serta lokasi tempat yang strategis yakni daerah kuliner dan fashion Tebet Jakarta selatan menjadi strategi bagi dunia usaha untuk berinvestasi dan menunjukan eksistensinya di mata konsumen. Warung kopi Allbeans telah mengadopsi strategi tersebut. Namun seiring dengan persaingan dunia usaha dan jenis usaha yang homogen seperti warung kopi atau pun rumah makan maka, warung kopi Allbeans berupaya untuk berbenah meningkatkan pelayanan fasilitas, ambience (suasana), kenyamanan, keamanan guna menciptakan Crowd (keramaian ) tersendiri, sehingga  menjadikan tema warung kopi yang berbeda dengan competitor sekitar yakni untuk mengetahui keinginan  konsumen(consumer needs), life style untuk impulse buying konsumen.

 Sasaran utama bagi perusahaan adalah peningkatan penjualan, selaras dengan visi misinya dalam menghasilkan produk-produk kopi asli Indonesia dan hasil turunannya berupa olahan minuman kopi, konsep awal warung kopi Allbeans adalah representasi bahwa minuman olahan kopi produksi home roastery PT. Tokopi Sinergi, pelayanan dan  penjualan masih dianggap berjalan ditempat sehingga menjadi pekerjaan rumah bagi manajemen yang menginginkan peningkatan penjualan produk, improvisasi produk-produk olahan yang disukai target konsumen baik pria dan wanita. 

Menurut David W. Cravens dalam Sriwijayani 2008, produk adalah segala sesuatu yang memiliki nilai di suatu target pasar dimana kemampuannya memberikan manfaat dan kepuasan termasuk benda, jasa, organisasi, tempat, orang dan ide. Penting bagi manajemen merchant warung kopi Allbeans Tebet untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan, letak kepuasan, konsumen selama ini guna pengembangan produk, peningkatan pelayanan fasilitas terbaik, pemberdayaan sumber daya manusia sebagai frontliner yang melayani konsumen guna pencapaian kepuasan konsumen, brand awareness dan impulse buying.