Syaiful W. HARAHAP
Syaiful W. HARAHAP Blogger

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Tes HIV Dilakukan oleh Teman dengan Alat Tes yang Dibeli Sendiri

12 Januari 2019   10:25 Diperbarui: 12 Januari 2019   10:40 428 1 0
Tes HIV Dilakukan oleh Teman dengan Alat Tes yang Dibeli Sendiri
Ilustrasi (Sumber: wreg.com)

Tanya Jawab AIDS No 4/Januari 2019

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar semua pembaca bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Tanya-Jawab AIDS ini dimuat di: "AIDS Watch Indonesia" (http://www.aidsindonesia.com) dan kompasiana.com/infokespro. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan ke Syaiful W. Harahap, melalui: (1) Telepon (021) 8566755, (2) e-mail: aidsindonesia@gmail.com, (3) SMS 08129092017, dan (4) WhatsApp:  0811974977. Redaksi.

*****

Tanya:  Aku terkena HIV. Temanku yang tes. Alat tesnya dia beli sendiri. Aku gak tahu apa obatnya. Bisa tolong?

"Xz" di Makassar, Sulsel (via WA, Des 2018)

Jawab: Pertama, tes HIV harus dilakukan oleh tenaga ahli yang terlatih, di fasilitas kesehatan yang direkomendasi pemerintah, dengan reagen yang diakui, dan dengan teknik yang diakui.

Kedua, ada konseling sebelum dan sesudah tes HIV.

Ketiga, orang-orang yang dianjurkan menjalani tes HIV secara sukarela adalah orang-orang yang pernah atau sering melakukan perilaku seksual berisiko, yaitu:

(1). Laki-laki dewasa heteroseksual yang sering melakukan hubungan seksual tanpa memakai kondom dengan perempuan yang berganti-ganti, di dalam nikah (kawin-cerai) dan di luar nikah (zina, selingkuh, dll.), di wilayah sendiri, di luar wilayah sendiri. dan di luar negeri.

(2). Laki-laki dewasa heteroseksual yang sering melakukan hubungan seksual tanpa memakai kondom dengan perempuan yang sering berganti-ganti pasangan, yaitu pekerja seks komersial (PSK) langsung atau PSK tidak langsung.

Yang dimaksud dengan:

(a). PSK langsung adalah PSK yang kasat mata yaitu PSK yang ada di lokasi atau lokalisasi pelacuran atau di jalanan.

(b). PSK tidak langsung adalah PSK yang tidak kasat mata yaitu PSK yang menyaru sebagai cewek pemijat, cewek kafe, cewek pub, cewek disko, anak sekolah, ayam kampus, cewek gratifikasi seks (sebagai imbalan untuk rekan bisnis atau pemegang kekuasaan), PSK high class, cewek online, dll.

Keempat, tes HIV dengan reagen ELISA hanya akurat hasilnya jika dilakukan minimal tiga bulan setelah perilaku seksual terakhir.

Kelima, tes HIV harus sesuai dengan standar prosedur operasi yang dianjurkan oleh Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) yaitu setiap hasil tes harus dikonfirmasi dengan tes lain.

Nah, apakah lima ketentuan di atas dilakukan pada tes yang Saudara jalani? Kalau tidak, maka tes yang dilakukan teman Saudara tidak akurat.

Orang-orang yang terdeteksi mengidap HIV/AIDS melalui tes HIV yang sesuai standar tidak otomatis meminum obat antiretroviral (ARV). Pengidap HIV/AIDS yang dianjurkan minum obat ARV jika CD4 (diketahui melalui tes darah) di bawah 350.

Kecuali ibu hamil jika terdeteksi HIV langsung diberi obat ARV untuk mencegah penularan HIV secara vertikal kepada bayi yang dikandungnya. Dengan langkah ini risiko penularan HIV ke bayi bisa ditekan sampai di bawah 20 persen.

Indonesia, dalam hal ini Kemenkes RI, belum merekomendasi alat tes HIV yang bisa dibeli di pasar bebas dan melalui pembelian online.

Kalau Saudara pernah atau sering melakukan perilaku seksual berisiko nomor 1 dan 2, maka sebaiknya Saudara menjalani tes HIV di Klinik VCT di Puskesmas atau rumah sakit umum daerah (RSUD) di daerah Saudara. *

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2