Mohon tunggu...
Syaiful W. HARAHAP
Syaiful W. HARAHAP Mohon Tunggu... Peminat masalah sosial kemasyarakatan dan pemerhati berita HIV/AIDS

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Risiko Tertular HIV Melalui Seks dengan 10 Pasangan

5 Agustus 2018   09:03 Diperbarui: 5 Agustus 2018   09:14 0 2 0 Mohon Tunggu...
Risiko Tertular HIV Melalui Seks dengan 10 Pasangan
Ilustrasi (Sumber: drhemati.com)

Tanya Jawab AIDS No./Agustus 2018

Pengantar. Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar semua pembaca bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. Tanya-Jawab AIDS ini dimuat di: "AIDS Watch Indonesia" (http://www.aidsindonesia.com) dan kompasiana.com/infokespro. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan ke Syaiful W. Harahap, melalui: (1) Telepon (021) 8566755, (2) e-mail: aidsindonesia@gmail.com, (3) SMS 08129092017, dan (4) WhatsApp:  0811974977. Redaksi.

*****

Tanya: Saya "F" dari Jawa. Saya mau tanya: (1) Kalau berhubungan seks 20 kali dengan 10 orang, apakah bisa menyebabkan HIV/AIDS? (2) Bagaimana tanda mengidap HIV?

Via SMS (19/3-2018)

Jawab: Melakukan hubungan seksual tanpa kondom, di dalam dan di luar nikah, dengan pasangan yang berganti-ganti merupakan perilaku yang berisiko tinggi tertular HIV karena bisa saja salah satu di antara mereka mengidap HIV/AIDS. Tidak ada ciri-ciri khas AIDS pada fisik orang-orang mengidap HIV/AIDS.

(1). Yang Saudara lakukan adalah hubungan seksual dengan pasangan yang berganti-ganti sehingga merupakan perilaku berisiko tertular HIV. Persoalan ada pada pasangan Saudara yaitu yang 10 orang. Apakah Saudara bisa menjamin 10 orang itu tidak mengidap HIV/AIDS?

Kalau jawabannya YA, maka tidak ada risiko tertular HIV. Namun, bagaimana cara Saudara memastikan 10 orang itu tidak mengidap HIV/AIDS? Tentu saja tidak bisa kalau hanya melihat fisik karena kepastian apakah seseorang mengidap HIV/AIDS atau tidak hanya bisa diketahui melalui tes HIV dengan standar baku sesuai dengan rekomendari WHO.

Tes HIV yang baku adalah tes dengan konseling sebelum dan sesudah tes. Memakai reagent yang diakui, al. ELISA, dan dilakukan minimal tiga bulan setelah hubungan seksual terakhir dengan pasangan yang berganti-ganti tanpa kondom di dalam dan di luar nikah. Setiap hasil tes harus dikonfirmasi dengan tes lain, seperti Western Blot, atau dengan ELISA tiga kali tapi dengan reagent dan teknik yang berbeda.

Tapi, apakah Saudara sendiri tidak mengidap HIV/AIDS ketika melakukan hubungan seksual yang pertama?

Tapi, kalau jawabannya TIDAK, maka Saudara ada dalam kondisi yang berisiko tertular HIV. Secara teoritis risiko tertular HIV melalui hubungan seksual tanpa kondom, di dalam dan di luar nikah, dengan pengidap HIV/AIDS adalah 1:100. Dalam 100 kali hubungan seksual ada 1 kali risiko tertular. Masalah besarnya adalah tidak bisa diketahui pada hubungan seksual yang keberapa terjadi penularan. Bisa saja yang pertama, kedua, kesembilan, ketiga puluh, dst. ....

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x