Syaiful W. HARAHAP
Syaiful W. HARAHAP Blogger

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

AIDS di Pasaman Barat, Sumbar: HIV Tidak Akan Pernah Menyerang Masyarakat

11 Januari 2018   12:40 Diperbarui: 11 Januari 2018   13:13 711 0 0
AIDS di Pasaman Barat, Sumbar: HIV Tidak Akan Pernah Menyerang Masyarakat
Ilustrasi (Sumber: The Indian Express)

"Penyakit ini sudah mulai menyerang masyarakat kita terutama masyarakat yang ada di daerah Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang." Ini pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, Haryunidra (Lima Kasus HIV/AIDS Terjadi di Pasbar, harianhaluan.com, 31/10-2017).

Pernyataan Haryunidra di atas benar-benar tidak masuk akal karena secara medis sebagai virus HIV tidak bisa menyerang manusia atau masyarakat karena HIV hanya ada dalam beberapa cairan tubuh pengidap HIV/AIDS. Dalam jumlah yang bisa ditularkan oleh pengidap HIV/AIDS ke orang lain, al. melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah hanya terdapat dalam darah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu (ASI).

Maka, apakah ada orang yang menyebarkan darah, air mani, cairan vagina atau ASI di masyarakat? Lagi pula HIV akan mati ketika darah, air mani, cairan vagina dan ASI yang mengandung HIV di udara terbuka.

Pernyataan Haryunidra yang dijadikan judul jelas menyesatkan dan menjadi kontra produktif dalam program penanggulangan HIV/AIDS. Soalnya, yang bisa menyebarkan HIV adalah orang-orang yang mengidap HIV/AIDS terutama melalui hubungan seksual, di dalam dan di luar nikah, dengan kondisi laki-laki tidak memakai kondom.

Jadi, yang jadi persoalan besar adalah (terutama) laki-laki dewasa penduduk Pasaman Barat yang perilaku seksualnya berisiko tertular HIV. Jika ada di antara mereka yang tertular HIV baik di Pasaman Barat, di luar Pasaman Barat atau di luar negeri mereka itulah yang jadi mata rantai penyebaran HIV di masyarakat, al. melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah.

Sumber: pusdalopspbsumbar.blogspot.co.id
Sumber: pusdalopspbsumbar.blogspot.co.id
Disebutkan kasus HIV/AIDS di Pasaman Barat ada lima. Tapi, angka ini tidak menggambarkan jumlah kasus yang sebenarnya di masyarakat karena epidemi HIV/AIDS erat kaitannhya dengan fenomena gunung es. Kasus yang terdeteksi (5) digambarkan sebagai puncak gunung es yang muncul ke atas permukaan air laut, sedangkan kasus yang ada di masyarakat digambarkan sebagai bongkahan gunung es di bawah permukaan air laut.

Pada lead berita disebutkan: "Mengantisipasi penularan penyakit mematikan HIV/AIDS .... " Sampai detik ini tidak ada laporan kematian pengidap HIV/AIDS karena HIV atau AIDS. Kematian pada pengidap HIV/AIDS terjadi karena penyakit-penyakit yang muncul pada masa AIDS (secara statistik terjadi antara 5-15 tahun setelah tertular HIV), disebut infeksi oportunistik, seperti diare, TB, dll.

Lalu, bagaimana penanggulangan HIV/AIDS di Pasaman Barat? Ini penjelasan Haryunidra: " .... Kita akan terus lakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar menghindari dan menjauhi segala macam penyakit tersebut."

Celakanya, dalam berita tidak disebutkan bagaimana cara yang konkret melindungi diri agar tidak tertular HIV.  Itu artinya masyarakat tidak paham dan insiden infeksi HIV baru pun, terutama pada laki-laki dewasa, akan terus terjadi yang pada gilirannya mereka akan jadi mata rantai penyebaran HIV di masyarakat al. melalui hubungan seksual tanpa kondom d dalam dan di luar nikah. Kelak akan bermuara pada 'ledakan AIDS'. *

Markas Daerah BaraJP NTT, Kupang, 10/1-2018