Mohon tunggu...
Syaiful W. HARAHAP
Syaiful W. HARAHAP Mohon Tunggu... Peminat masalah sosial kemasyarakatan dan pemerhati berita HIV/AIDS

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Gemar Seks Oral? Hati-hati Karena Ada 27 Virus di Air Mani

28 September 2017   10:52 Diperbarui: 28 September 2017   18:42 19494 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gemar Seks Oral? Hati-hati Karena Ada 27 Virus di Air Mani
Sumber ilustrasi: Pinterest printhunter.com

Berita "Untuk Semua Pria, Ada 27 Virus yang Bisa Ditularkan Lewat Air Mani" (kompas.com, 26/9-2017) merupakan lampu merah atau peringatan keras bagi yang gemar melakukan blow job berupa seks oral, yaitu: fellatio (seks oral ke penis) dan cunnilingus (seks oral ke vagina) atau posisi "69" sekalius fellatiodan cunnilingus.

Ada kesalahpahaman yang sangat mendasar terkait dengan air mani dan sperma. Banyak orang yang tidak bisa membedakan air mani dengan sperma secara harfiah sehingga ada kesan bahwa "kelokur di lokur" (ejakulasi dilakukan di luar vagina) tidak akan menyebabkan kehamilan (baca: "Kelokur di Lokur, Koq Hamil?").

Beda antara air mani dan sperma ibarat ikan dan air. Air adalah air mani sedangkan ikan adalah gambaran sperma. Kalau ada yang menyebut sperma dikeluarkan di luar vagina ketika hendak ejakulasi itu salah besar karena tidak mungkin sperma bisa dipisahkan dengan air mani kecuali di laboratorium. Maka, yang tepat adalah air mani yang dikeluarkan di luar vagina.

Anggapan yang menyebut bahwa 'kelokur di lokur' bisa mencegah kehamilan juga tidak pas karena anggapan itu salah. Ketika penis ereksi ada cairan yang keluar, disebut semen, yang juga mengandung sperma. Itu artinya 27 virus yang hidup di air mani juga ada dalam semen sehingga biar pun hubungan seksual dilakukan dengan cara 'ecek-ecek' (menggesek-gesekkan penis di mulut vagina) tetap ada risiko kehamilan dan penularan virus.

Ilustrasi (Sumber: The Abu Aaliyah Gazette)
Ilustrasi (Sumber: The Abu Aaliyah Gazette)
Hasil penelitian peneliti di Universitas Oxford dan Public Health Rapid Support Team di Inggris yang menemukan 27 jenis virus yang bisa hidup di air mani meninggalkan pertanyaan yaitu tentang konsentrasi virus-virus tersebut di air mani karena jumlah virus akan mempengaruhi penularan.

Sejauh ini konsentrasi virus HIV dan Hepatitis B di air mani sudah cukup untuk ditularkan sehingga HIV dan Hepatitis B menular melalui hubungan seksual secara vaginal dan anal. Ada pun penularan HIV melalui seks oral belum ada laporan kasus.

Sedangkan penularan HIV dan virus Hepatitis B melalui hubungan seksual, vaginal dan anal, sudah terbukti. Itulah sebabnya dr Kartono Muhammad, mantan Ketua IDI, heran mengapa banyak orang tidak malu menyebutkan bahwa dirinya mengidap virus Hepatitis B karena salah satu cara penularannya adalah melalui hubungan seksual yang tidak memakai kondom di dalam dan di luar nikah. Ini persis seperti penularan HIV, tapi pengidap HIV diberi stigma negatif sementara pengidap virus Hepatitis B lolos dari stigma.

Namun, penyakit-penyakit lain, seperti kencing nanah (GO), raja singa (sifilis), dll.,yang disebut infeksi menular seksual (IMS) yang ada di penis dan air mani ada risiko berpindah melalui seks oral fellatio dan cunnilingus. Virus herpes dan Ebola juga bisa hidup di air mani.

Tim peneliti itu menemukan virus Zika bisa hidup di dalam air mani dan menginfeksi aliran darah. Selain itu ada pula 11 virus yang bisa hidup di air mani, yaitu virus penyebab influenza, demam berdarah, dan sindrom pernapasan akut berat (SARS).

Biar pun tidak ada laporan kasus HIV/AIDS, GO dan sifilis yang tertular melalui seks oral, tapi infeksi bisa terjadi pada rongga mulut dan tenggorakan atau kerongkongan (Blow Job: Risiko AIDS dan Kanker Rongga Mulut).

Memang, beberapa di antara virus dan patogen yang ditemukan peniliti bisa hidup di air mani belum pernah dipelajari sebagai penyakit yang bisa ditularkan melalui hubungan seksual. Peniliti berharap ada penelitian lanjutan terkait dengan peularan secara seksual serta pengaruhnya terhadap embrio dan fertilitas (kesuburan).

Perlu juga didorong peneliti meneliti penyakit dan virus yang bisa hidup di cairan vagina. Yang dikenal HIV dan virus Hepatitis B bisa ditularkan melalui cairan vagina karena konsentrasi virus itu di cairan vagina cukup untuk ditularkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x