Mohon tunggu...
Indria Salim
Indria Salim Mohon Tunggu... Freelance Writer

Freelance Writer, Photography enthusiast Twitter: @IndriaSalim / IG: @myworkingphotos

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

GO-FOOD Festival, Seni Wiskul Nuansa Unik

3 Juni 2018   22:28 Diperbarui: 3 Juni 2018   23:26 0 8 7 Mohon Tunggu...
GO-FOOD Festival, Seni Wiskul Nuansa Unik
Suasana Asik di GO-FOOD Festival |Foto: Indria Salim

Selamat Datang di GO-FOOD Festival |Dokpri
Selamat Datang di GO-FOOD Festival |Dokpri
Sejak dicanangkannya Hari Kuliner Nasional GO-FOOD tanggal 5 Mei 2018 yang lalu, yang juga bersamaan dengan peluncuran secara resmi GO-FOOD Festival di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, saya sudah mondar-mandir ke gelaran itu. GO-FOOD Festival di GBK sendiri berlangsung setidaknya selama satu tahun ke depan -- sebuah terobosan dan kolaborasi berani antara Go-Jek, GO-FOOD, Pengelola GBK, dan ini melibatkan ribuan mitra UMKM se-Indonesia.

Petunjuk Arah GO-FOOD Festival |Dokpri
Petunjuk Arah GO-FOOD Festival |Dokpri
Kesan Kunjungan

Dalam beberapa kali eksplorasi GO-FOOD Festival, saya sangat menikmati baik makanan yang dijual di sana, maupun suasana yang lain dari yang lain. Terserak namun terpajang rapi berderet di kawasan GBK, pengunjung mendapatkan opsi untuk menikmati makanan di ruang terbuka tanpa atau dengan atap, namun juga ada tenda utama yang fungsinya mirip gedung terbuka, dan semuanya memiliki sensasi asik tersendiri yang berbeda.

Pertunjukan Band Menambah Semarak GO-FOOD Festival |Dokpri
Pertunjukan Band Menambah Semarak GO-FOOD Festival |Dokpri
Romantisnya GO-FOOD Festival di Malam Hari |Dokpri
Romantisnya GO-FOOD Festival di Malam Hari |Dokpri
Makan di tenda utama yang mirip gedung tanpa pintu itu, saya mendapatkan sensasi termanjakan oleh musik live yang menyuguhkan penampilan keren dari band yang manggung saat itu. Pada kesempatan berbeda, saya menikmati santapan pilihan di meja bundar di bawah pohon rindang, di waktu siang hari dengan angin sepoi mendayu asyik. Lalu sampai sekitar petang hari, sayup-sayup saya mendengar ada musik bergema.

Bersantap, ngobrol, dengerin musik live |Foto: Dokpri
Bersantap, ngobrol, dengerin musik live |Foto: Dokpri
Menikmati semua yang ada | Foto: Indria Salim
Menikmati semua yang ada | Foto: Indria Salim
Mencari tahu sumber suara, akhirnya saya pindah ke tempat yang ternyata ada penampilan band live itu. Ternyata tempat itu penuh pengunjung, yang tampaknya menikmati all in one. Gimana nggak all in one, lha makanan tinggal pesan dan bayar pakai GO PAY, kalau perlu top up GO-PAY, tinggal menghubungi petugas yang ada di sekitar tenda-tenda makanan. Teman-teman atau keluarga dengan siapa mereka menikmati makanan, berceloteh reriungan di satu meja, atau di gelaran yang juga tersedia di tenda utama yang ada musik live itu.

Berwiskul sambil kerja? Bisa. |Foto: Indria Salim
Berwiskul sambil kerja? Bisa. |Foto: Indria Salim
Wuih pengunjung asik maksimal |Foto: Indria Salim
Wuih pengunjung asik maksimal |Foto: Indria Salim
Banyak juga pengunjung yang memilih duduk lesehan di sofa-sofa mirip bantal di atas lapangan terbuka. Di situ setiap beberapa sofa tersedia juga meja pendek. Saya sempat melihat ada seorang perempuan muda duduk sendirian, tampaknya terlarut dalam konsentrasi kerja dengan laptop di depannya.

Sate Maranggi ada di sini |Foto: Indria Salim
Sate Maranggi ada di sini |Foto: Indria Salim
Salah satu menu di Bebek Kaleyo |Foto: Indria Salim
Salah satu menu di Bebek Kaleyo |Foto: Indria Salim
Beberapa orang datang dengan entah rekan bisnis atau siapa, dan mereka itu orang manca alias Bule. Mereka tampak menikmati makanan khas Nusantara seperti Ayam Geprek, Coto Makassar, Sate Maranggi, dsb.

Berada di kawasan GO-FOOD Festival membuat pengunjung baik tua-muda atau anak-anak, laki-laki dan perempuan, keluarga atau the gank, relasi kantor atau sahabat, semua tampak asyik menikmati makanan sambil berbincang dan berdiskusi.

Anak-anak bermain ayunan, orang tua senang juga |Dokpri
Anak-anak bermain ayunan, orang tua senang juga |Dokpri
Ada sebagian keluarga yang menikmati ayunan yang dibentang dari kain panjang, tergantung di bawah pohon rindang. Lokasi ayunan berada di bagian depan, berdekatan dengan akses masuk dari arah stadion. Penulis sempat ikut mencoba duduk di ayunan itu, dan beberapa anak-anak dan bapak-bapak juga bersantai di sekitarnya.

Ada lagi ayunan yang dibuat dari ban bekas. Yang berada di situ kebanyakan bapak-bapak dan anak-anak mereka.

Baik siang atau malam, kita bisa menikmati kontrasnya alam terbuka dengan latar belakang gedung-gedung pencakar langit yang megah. Kalau siang, itu tampak indah karena kontras dengan suasana hijau taman GBK.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2