Edukasi

Menjalin Interaksi dengan Al Quran

15 September 2018   02:06 Diperbarui: 15 September 2018   02:07 235 1 0
Menjalin Interaksi dengan Al Quran
dokpri

          Al qur an adalah anugerah terbesar yang dikaruniaikan Allah SWT kepada umat islam. Melalui keagungan itu, kita layak membuka hati dan menyambut kehadirannya. Setidaknya ada 3 tahap dalam membangun interaksi dengan Al qur an.

        1. Membacanya (Tilawah)

      Al qur an adalah kalamullah sangat beralasan kiranya apabila kita berusaha membacanya dengan kualitas terbaik atau dengan haqqun tilawah, yaitu membaca Al qur an dengan sebenar-benarnya. Ketika membaca Al qur an dengan haqqun tilawah maka lisan, akal dan hati akan berfungsi, lisan berfungsi dengan baik ketika mampu menartilkannya, berfungsinya akal adalah dengan memahami ayat yang dilantunkan, sedangkan berfungsinya hati adalah dengan merenungkan nasihat-nasihat yang terkandung didalam Al qur an. Ketika lisan, pikiran,hati dan seluruh tubuh terfokus pada Al qur an, berdialog dengan Allah, pada saat itulah tidak ada lagi yang ia rasakan selain kenikmatan. Seluruh tubuh didominasi hormon cinta, sehingga rasa sakit akan tereleminasikan.

        2. Menghafalkannya

     Tidak ada kitab suci pun, atau satu bahan bacaan pun, yang paling banyak dikoleksi, dibaca dan dihafal selain kitab suci Al quran, sehingga sangat sulit untuk mengetahui jumlah orang yang hafal Al quran, puluhan ribu mungkin pula ratusan ribu orang dalam satu generasi. Selain itu, orang yang non islam pun dapat menghafalkan Al quran sebagian atau seluruhnya. Padahal mereka tidak pernah sanggup menghafal kitab sucinya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa Allah SWT telah memberi kemudahan kepada manusia untuk mempelajari dan menghafal Al quran. Banyaknya penghafal Al quran menjadi salah satu sarana yang Allah tetapkan untuk menjaga otentisitas dan kemurnian firman-firmannya. Itulah sebabnya, selain membiasakan membacanya Rasulullah saw menganjurkan umatnya untuk menghafalkan Al quran, karena dengan menghafal Al quran memori dalam otaknya akan terisi dengan kalam-kalam ilahi walaupun tidak mengerti artinya. Allah dan Rasulullah menjanjikan aneka keutamaan bagi para penghafal Al quran.

         3. Mengkajinya

      Al quran adalah skenario agung yang diturunkan Allah SWT sebagai panduan bagi manusia dalam bersikap dan bertingkah laku. Bagaimana mungkin menjadikan Al quran sebagai pedoman hidup apabila kita tidak berusaha memahami isinya dan tujuan keberadaannya. Karena itu setelah membaca dan menghafal interaksi seorang muslim dengan Al quran adalah mengkaji dan berusaha memahaminya sehingga dapat melakukan aktivitas sesuai panduan Al quran. Secara redaksional, Al quran diturunkan dalam bahasa arab akibatnya kita tidak bisa merealisasikan fungsi Al quran sebagai petunjuk apabila Al quran hanya dibaca saja, dan benar menjadi kewajiban seorang muslim dan Allah SWT menjanjikan aneka keutamaan bagi orang muslim yang mau mengkaji dan mempelajari Al quran dan juga keutamaan bagi orang yang mau mengajarkannya. Bahkan dalam hadits disebutkan bahwa sebaik-baik orang adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al quran.