Galih Prasetyo
Galih Prasetyo penulis lepas

priaibra.com | bomber.id | ayah pria ibra

Selanjutnya

Tutup

Musik

Terima Kasih, Sheila On 7!

14 September 2018   22:22 Diperbarui: 14 September 2018   22:36 525 0 0
Terima Kasih, Sheila On 7!
Sheila On 7 | hariandepok.com

Menyenangkan sekali tumbuh dewasa di awal 2000-an. Salah satu kesenangannya  bisa mendengarkan lantunan lagu dari sosok band fenomenal, Sheila On 7. Sheila On 7 ialah bagian penting perjalanan generasi 90-an, tentu tak lupa juga band-band lain yang besar di era itu seperti Padi atau Dewa 19.

Banyak lagu yang begitu membekas dalam perjalanan hidup saya. Mulai dari lagu Sahabat Sejati, yang selalu jadi theme song saat kumpul bersama rekan-rekan satu angkatan.

Mendengar lirik dari lagu yang diciptakan oleh Eross Candra itu, kami seolah tak peduli dengan apa yang terjadi ke depan, yang penting bisa bermain bersama, kita duakan segalanya, merdeka kita, kita merdeka!

Bagi saya, hampir semua lagu di album Sheila On 7 sangat dekat kehidupan anak muda di era itu. Sepertinya yang saya sebut di atas lagu Sahabat Sejati atau lagu dengan tema cinta monyet seperti Dan atau Pemuja Rahasia.

Liriknya sederhana, mudah diingat dan sangat easy listening. Dalam catatan saya setidaknya ada 10 lagu memorable Sheila On 7 yakni, Sahabat Sejati, Kita, Sebuah Kisah Klasik, Perhatikan, Rani!, Bila Kau Tak Disampingku, Temani Aku, Lihat Dengar, Rasakan, Tunjuk Satu Bintang, Seberapa Pantas, dan Terima Kasih Bijaksana.

Khusus untuk lagu Sebuah Kisah Klasik, bagi saya yang memiliki pengalaman khusus karena lagu ini, Eross Chandra sangat hebat menuliskan lirik di lagu ini. Ada pesan penuh makna dari lagu bertema perpisahan antar sahabat ini. Pesan itu menyusukuri dan menikmati hari yang sedang dinikmati, meski esok kita akan berpisah.

Band yang lahir 06 Mei 1996 ini menjadi band yang tiap acara musik selalu saya nantikan hanya untuk mengetahui kira-kira lagu mereka di peringkat ke berapa yah di tangga lagu. Pokoknya tiap lagu atau Sheila On 7, seketika saya mengucap, 'gue banget'.

Beruntung juga saat itu band yang mengeluarkan album tidak hanya dalam bentuk kepingan CD namun juga kaset. Nah Sheila On 7 ini menjadi band kedua yang kasetnya saya beli setelah Padi.

Ialah album kedua Sheila On 7, Kisah Klasik untuk Masa Depan yang saya beli kasetnya. Kalau tak salah ingat saya membeli seharga Rp 13.000 atau lebih, uangnya saya kumpulkan dari uang jajan yang disisihkan.

Hampir tiap sore setelah pulang sekolah atau di hari libur, semua lagu di album yang rilis pada 2000 itu bolah balik saya dengar di radio. Saya jatuh cinta pada Sheila On 7. Meski saya tidak menjadi bagian dari Sheila Gank, namun tetap saja saya menasbihkan diri sendiri sebagai fans berat band asal Yogyakarta ini.

Maka sangat berbahagia sekali saya saat di salah satu televisi swasata menyiarkan konser Sheila On 7 dengan tajuk Kisah Klasik, saya seperti layaknya orang tua yang mendengar lagu-lagu di acara Tembang Kenangan yang dulu dipandu oleh Bob Tutupoly.

Hampir semua lagu di konser itu saya masih ingat lirik dan menyanyikannya. Konser itu juga yang menuntun saya untuk berterima kasih kepada Sheila On 7 lewat tulisan ini.

Terima kasih karena menciptakan lirik yang begitu dekat, lirik yang begitu sederhana namun bermakna, serta lagu yang sangat memorable. Terima kasih karena sudah menemani masa muda kami yang penuh warna.

Terima kasih Sheila On 7!