Pria Ibra
Pria Ibra karyawan swasta

Lepas

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Klub Sepak Bola yang Gunakan Simbol Palu Arit Sebagai Logo Mereka

14 September 2018   19:24 Diperbarui: 14 September 2018   19:28 647 0 0
Klub Sepak Bola yang Gunakan Simbol Palu Arit Sebagai Logo Mereka
Hapoel Tel Aviv | thejc.com

Simbol palu arit di Indonesia menjadi simbol yang terlarang di Indonesia. Aturan hukumnya ada yakni Tap MPRS Nomor XXV Tahun 1966 dengan turunannya UU nomor 27 tahun 1999 yang merupakan perubahan dari Pasal 107 KUHP yang berkaitan dengan kejahatan terhadap keamanan negara.

Simbol palu arit sendiri memang diidentikan dengan gerakan komunisme. Tak salah juga mengkaitkan simbol palu arit dengan gerakan komunisme, karena faktanya simbol tersebutlah yang mencerminkan perjuangan orang berpaham komunisme.

Biasanya simbol palu arit menjadi logo untuk partai atau organisasi yang berafiliasi dengan gerakan komunisme. Namun tidak hanya partai atau organisasi yang gunakan simbol palu arit, ada juga sejumlah klub sepakbola yang menggunakan simbol ini.

Apakah simbol palu arit itu digunakan di klub sepakbola yang berada di negara berpaham komunis seperti Korea Utara, China, atau Rusia zaman Uni Soviet? Ternyata tidak semua klub sepakbola yang gunakan logo palu arit berasal dari negara-negara berpaham komunis.

Klub dari Israel, Hapoel Tel Aviv salah satunya. Meski Israel bukan negara berpaham komunis, namun Hapoel Tel Aviv bisa dengan bebas menggunakan logo palu arit sejak mereka berdiri pada 1926.

Berbeda dengan kebanyak klub di Israel yang memiliki karakter rasis kepada klub dari Liga Palestina, Hapoel Tel Aviv justru jadi klub yang paling gencar menyuarakan kick racism out of football.

Klub berjuluk The Red Demons bahkan berani untuk merekrut sejumlah pemain berkulit hitam, kebijakan yang sangat jarang dilakukan klub dari Liga Israel. Salah satunya ialah bomber Persib Bandung saat ini,Ezechiel N'Douassel yang bermain pada 2017 lalu.

Hapoel bahkan memiliki relasi dengan sejumlah klub dari dataran Eropa yang banyak menyuarakan kemerdekaan Palestina, seperti Glasgow Celtic atau St Pauli dari Liga Jerman.

Sepak terjang Hapoel sendiri di kompetisi lokal Israel cukup bagus. Musuh bebuyutan Maccabi Haifa ini mampu 14 kali juara Israeli Premier League - termasuk saat masih Israeli Premier League bersatu dengan Palestine League di era 1931-1947.

Saat Israel diusir dari Asia, klub sepakbola Israel termasuk Hapoel coba peruntungan bermain di Liga Champions, atau Liga Europa. Prestasi terbaik Hapoel sendiri lolos ke babak perempatfibal Liga Europa musim 2001/02, sedangkan untuk Liga Champions, prestasi terbaik mereka hanya main di babak penyisihan grup pada musim 2010/11.

Selain Hapoel, ada klub lain yang juga gunakan logo palu arit sebagai logo klub mereka yaitu RSD Sloboda Tuzla, klub yang berasal dari Liga Bosnia. Klub ini sudah berdiri sejak 1927.

Sayangnya sepak terjang klub ini di kancah Liga Bosnia sendiri tak terlalu mentereng. Meski begitu hampir sama dengan sejumlah klub besar di Eropa seperti Barcelona atau Real Madrid yang memiliki klub dari cabor lain, RSD Sloboda pun memilikinya.