Mohon tunggu...
Alifah Nurva Indah
Alifah Nurva Indah Mohon Tunggu... Mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Prodi Ilmu Komunikasi

Blog sekitar media komunikasi

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Kok Kontenku Gak Banyak Pembacanya Ya? [Content Management]

23 Juni 2021   19:13 Diperbarui: 23 Juni 2021   19:25 98 0 0 Mohon Tunggu...

Sebelum membahas mengenai content management, Saya pernah membahas mengenai sebuah konten pada pembahasan sebelum ini, yaitu mengenai content creator. Sebelum melangkah lebih jauh mengenai content management, anda bisa melihatnya terlebih dahulu mengenai apa itu sebuah content (konten) di website saya tentang “content creator”. Disitu juga saya menceritakan mengenai pengalaman saya dibidang content creator.

Memang masih banyak yang saya belum ceritakan terkait pengalaman saya membuat sebuah “content”. Terkait pengalaman saya dalam mengelola konten, mengevaluasi konten yang sudah dibuat, apa saja metode yang harus digunakan, kekurangan yang harus diperbaiki agar konten yang saya buat menjadi lebih baik, dan masih banyak yang lainnya. Untuk itu pada kesempatan ini, saya akan membahas hal tersebut.

Membuat suatu content merupakan suatu hal yang bisa dikatakan gampang-gampang susah. Mengapa demikian? Sebuah konten dikatakan baik jika kita sebagai pembuat content memahami apa saja masalah yang bisa saja datang terhadap content yang kita buat. Untuk itu kita wajib mengelola suatu konten dengan benar.

Pengalaman saya mengelola konten yaitu dengan cara menggunakan “content management system” atau disebut CMS atau dalam bahasa indonesia yaitu sistem manajemen konten. CMS merupakan suatu perangkat lunak yang digunakan oleh seseorang untuk membuat, mengubah, atau menambahkan isi dari artikel suatu website. Dengan menggunakan CMS, anda bisa mengubah isi artikel dengan cepat tanpa menunggu beberapa hari atau bahkan harus menulis ulang kembali.  CMS digunakan untuk mengunggah konten dalam bentuk blog berupa artikel.

Ada dua tampilan dalam CMS yaitu tampilan admin yaitu si pembuat konten dan tampilan pengguna yaitu si pembaca atau penonton konten. Tentu saja ada kelebihan dan kekurangan pada CMS ini. Banyak sekali yang ingin menggunakan CMS ini, tetapi banyak yang berbayar. Tetapi ada juga yang bebas berbayar loh CMS ini seperti Joomla, WordPress, Drupal, Modx, Typo3, dan masih banyak lainnya.

Apakah anda pernah menggunakan yang saya sebutkan tadi? Kalau Saya hanya menggunakan pengelolaan yang sudah tersedia di website Kompasiana untuk mengedit atau mengubah artikel saya.

Selain blog juga saya memiliki content video di youtube channel saya. Mengelola konten video di youtube juga bisa dibilang mudah, cukup kita mengelolanya di pengelolaan konten studio. Jadi Kita bisa mengatur siapa saja yang boleh menonton video yang kita buat, atau membatasi umur untuk tidak ditonton oleh anak-anak. Kita bisa menentukan video setting kita seperti apa. Bisa menggunakan musik atau audio efek bebas berbayar. Bisa juga menambah subtitle atau penerjemah video. Bisa mengubah isi deskripsi video tersebut. Bisa live streaming juga loh. Kelebihan dari penggunaan aplikasi youtube, kita bisa mengunggah video lebih dari 1 jam. Pengelolaan pada konten video lebih ke dalam bentuk videonya. Berhati-hatilah jika membuat suatu konten video harus memperhatikan  etika, ataupun ucapan. Jika ada suatu kesalah baik itu ucapan atau yang lainnya, saya biasanya langsung mengedit ulang di aplikasi adobe premier pro. Aplikasi tersebut menyediakan berbagai fitur pembuat video secara profesional.

Selain di youtube saya juga mengunggah konten video di media sosial lainnya yaitu instagram. Untuk pengelolaan di instagram banyak fitur-fitur yang tersedia. Seperti fitur video IGTV, cerita, posting kisi, Posting Grid, dan bahkan penjualan. Masih banyak lainnya konten-konten yang dibuat dan diunggah diplatform lain yang menyediakan berbagai macam pengelolaan konten. Fitur-fitur yang tersedia biasanya bisa membuat para penonton tertarik untuk melihatnya.

Hal yang harus diperhatikan dalam mengevaluasi suatu konten yaitu dengan cara memperhatikan media sosial yang digunakan. Media sosial bertujuan untuk mendekatkan kontenmu dengan khalayak. Selanjutnya ada kosistensi konten, jangan terlalu sering mengunggah konten dan jangan terlalu jarang. Membuat penonton tidak akan berhenti mengikutimu terus dan tidak juga merasa terganggu oleh postinganmu. Ada pula optimasi profil media sosial yaitu apakah sudah lengkap data yang diberikan kepada audiens agar lebih mudah untuk mendekatkan kepada sutu konten yang kita buat. Selanjutnya perhatikan jenis konten yang diposting, jika artikel jangan malas untuk membaca ulang takutnya saja terjadi kesalahan dalam mengetik.

Dalam suatu konten kita harus menggunakan suatu metode agar konten kita bisa dikenal baik oleh publik, yaitu dengan menggunakan media analysis. media analysist merupakan tolak ukur untuk mengukur jangkauan konten ke audiens. Misal saja apa saluran komunikasi yang mereka gunakan, apakah mereka aktif di sosial media, seberapa besar pengikut yang didapat, total viewers, apakah ada tanggapan berupa komen postingan, apakah ada perubahan pikiran atau tindakan para penonton konten atau yang lainnya. Inilah metode yang sering saya gunakan dalam pengunggahan suatu konten. Ada juga metode dengan menggunakan Network analysis yang menggunakan influencer untuk mempromosikan suatu konten atau produk.

Kekurangan yang masih harus diperbaiki pada konten saya yaitu masih banyak konten yang masih kurang diminati oleh para pembaca karena mungkin kurang menarik perhatian. Kurangnya pengikut seperti instagram dan kurangnya pensuscribe konten youtube saya menjadikan konten saya sulit ditemui. Ketidak rajinan saya dalam membuat konten juga termasuk faktornya. Mungkin saya harus lebih berusaha kembali dalam membuat konten dan tetap semangat mengunggahnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN