Mohon tunggu...
Aminatur Rohmah
Aminatur Rohmah Mohon Tunggu...

-- a simple person --

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Observasi dan Wawancara: Pengumpulan data Kualitatif dengan Metode yang Pertama

20 Mei 2015   00:02 Diperbarui: 17 Juni 2015   06:48 7863 0 0 Mohon Tunggu...

Dalam sebuah penelitian, tidaklah kita lupa bahwa kita akan berkutat dengan pengumpulan data. Pengumpulan data merupakan serangkaian aktivitas yang saling terkait yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan riset yang muncul. Berikut merupakan lingkaran dari aktivitas-aktivitas dalam pengumpulan data, yaitu :

Menentukan tempat/individu à memperoleh akses dan membangun hubungan à sampling purposeful à mengumpulkan data à merekam informasi à memecahkan persoalan lapangan à menyimpan data

(begitupun seterusnya)

Pengumpulan data akan dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya yang akan kita bahas saat ini adalah observasi dan wawancara. Dari kedua metode tersebut, akan kita bahas satu persatu disini.

Check this out ...

Wawancara, merupakan serangkaian langkah-langkah yang diperlukan dalam pelaksanaan wawancara kualitatif. Tujuh tahapan wawancara dari Kvale dan Brinkmann (2009) dalam Creswell memaparkan serangkaian tahapan logis mulai dari tematisasi penelitian, desain studi, wawancara, menulis atau merekam wawancara, kemudian analisis data, verifikasi validitas, reliabilitas, dan generalisabilitas dari temuan, dan terakhir pelaporan studi. Dalam proses pengumpulan data, disajikan secara ringkas langkah-langkah dalam wawancara yaitu :

-Menentukan pertanyaan riset yang akan dijawab dalam wawancara tersebut. Pertanyaan ini bersifat terbuka, umum, dan bertujuan untuk memahami fenomena sentral dalam penelitian.

-Mengidentifikasi mereka yang akan diwawancarai, yang dapat menjawab dengan baik pertanyaan-pertanyaan riset/wawancara berdasarkan pada salah satu prosedur sampling purposeful yang disebutkan dalam pembahasan sebelumnya.

-Menentukan tipe wawancara yang praktis dan dapat menghasilkan informasi yang paling berguna untuk menjawab pertanyaan riset.

-Menggunakan prosedur perekaman yag memadai ketika melaksanakan wawancara satu lawan satu atau wawancara kelompok fokus.

-Merancang dan menggunakan protokol wawancara, atau panduan wawancara, formulir, dan sebagainya.

-Menyempurnakan lebih lanjut pertanyaan wawancara dan prosedur melalui pilot testing.

-Menentukan lokasi wawancara.

-Setelah sampai di tempat wawancara untuk mendapatkan persetujuan dari partisipan untuk berpartisipasi dalam studi tersebut.

-Selaa wawancara, gunakanlah prosedur wawancara yang baik.

Observasi, merupakan salah satu alat penting untuk pengumpulan data dalam penelitian kualitatif. Pengamatan tersebut didasarkan pada tujuan riset dan pernyataan riset. Berdasarkan pada dua bentuk keterlibatan, yaitu partisipasi dan pengamatan, observasi dibedakan menjadi empat tipe, yaitu :

-Partisipan sempurna. Peneliti terlibat secara penuh dengan masyarakat yang sedang diamatinya.

-Partisipan sebagai pengamat. Peneliti berpartisipasi dalam aktivitas di tempat penelitian.

-Nonpartisipan/pengamat sebagai partisipan. Peneliti merupakan outsider dari kelompok yang sedang diteliti, menyaksikan dan membuat catatan lapangan dari kejauhan.

-Pengamat sempurna. Peneliti tidak terlihat atau diketahui oleh masyarakat yang sdang diteliti.

Sebagai penelii kualitatif yang baik, anda dapat mengubah peran anda selama proses pengamatan, misalnya memulai sebagai seorang nonpartisipan dan kemudian beralih menjadi partisipan atau sebaliknya.

Itulah sedikit penjelasan tentang pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan wawancara. Semoga bermanfaat J -sumber:creswell-

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x